Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banyak Penyu Mati, Diduga Akibat Pencemaran Laut

Kalpataru
Penyu mati akibat pencemaran laut yang kian parah.

BALI TRIBUNE - Sejak sepekan belakang, beberapa ekor bangkai penyu berusia dewasa ditemukan terdampar dipesisir Jembrana. Bahkan dalam sehari, Kamis (10/4), 4 ekor bangkai penyu lekang yang tergolong satwa langka ditemukan terdampar dipesisir sejumlah desa.

Masing-masing 2 ekor ditemukan terdampar di pantai Desa Pekutatan, 1 ekor di pantai Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Mendoyo, dan 1 ekor di pantai Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Saat ditemukan, keempat bangkai penyu lekang tersebut juga sudah dalam kondisi membusuk.

Penyebab matinya satwa laut dilindungi ini pun mengundang pertanyaan sejumlah pihak. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian penyu tersebut. Namun diduga fenomena kematian penyu tersebut merupakan dampak pencemaran polutan sampah dilaut yang memang selama ini menjadi ancaman terhadap biota laut termasuk penyu.
KoordinatorKelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, Desa Perancak, I Wayan Astika Jaya yang ditemui saat melakukan penguburan bangkai seekor penyu lekang jantan berusia sekitar 70 tahun di pantai Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Jembrana, Jumat kemarin mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan penyebab kematian penyu tersebut.

Namun fenomena kematian penyu yang jumlahnya cukup banyak tersebut menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan, “Ini sudah mati ditengah laut sekitar seminggu karena kondisinya membusuk. Semua bangkai penyu yang ditemukan memang sudah membusuk, itu artinya matinya ditengah laut” ungkap peraih penghargaan lingkungan hidup Kalpataru kategori Penyelamatan Lingkungan dari Peresiden RI, Joko Widodo ini.

Bahkan penemuan seekor bangkai penyu lekang seberat 80 Kg dengan panjang 72 cm dan lebar 70 cm di belakang Villa Pasti 33 di Banjar Dangin Berawah itu diakuinya juga merupakan bangkai penyu lekang kedua yang ditemukan warga dalam kurun seminggu terakhir di Desa Perancak.

Sebelumnya juga ditemukan seekor bangkai penyu lekang dewasa terdampar di pantai Banjar Mekar Sari pada Kamis (3/5) lalu.

 “Semua penyu-penyu yang ditemukan itu masih usia produktif. Yang duluan di Banjar Mekar Sari, Kamis (3/5) lalu, kelaminnya betina, perkiraan usia 50 tahun. Yang di Banjar Dangin Berawah ini, kelaminnya jantan, perkiraan usia 60-70 tahun,” ujarnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Tutup Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM di Kecamatan Denpasar Utara

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, secara resmi menutup kegiatan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM bagi Ibu Hamil, Balita, dan Lansia yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Denpasar melalui DPMD Kota Denpasar, bertempat di Banjar Tangguntiti, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (22/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ipda Haris Budiyono Adukan Dua Media ke Dewan Pers

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Emanuel Dewata Odja, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Ipda Haris Budiyono yang mengadukan dua media siber ke Dewan Pers. Langkah tersebut dinilai sebagai tindakan yang sangat tepat dan konstitusional bagi siapa pun yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers.

Baca Selengkapnya icon click

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan KORPRI Memastikan Layanan JKN bagi ASN

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berkolaborasi dengan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk memastikan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada 6,5 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.