Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banyuwangi Bangkit dari Stigma Mistis, Kini Jadi Daerah Berprestasi dengan Branding Mendunia

diskominfo
Bali Tribune / Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini dan Kadiskominfosanti Made Suharta.

balitribune.co.id I Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi berhasil membuktikan bahwa pengelolaan potensi daerah yang konsisten mampu mengubah citra dan meningkatkan daya saing. Daerah yang dahulu kerap dikaitkan dengan cerita mistis kini dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan, pusat inovasi pelayanan publik, serta daerah dengan tata kelola pemerintahan yang progresif.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, menjelaskan bahwa identitas Banyuwangi saat ini melekat dengan branding “The Sunrise of Java”. Julukan tersebut mencerminkan posisi Banyuwangi sebagai wilayah paling timur di Pulau Jawa yang pertama kali menerima sinar matahari.

“Branding utama Banyuwangi adalah The Sunrise of Java karena kami berada di ujung timur Pulau Jawa, tempat pertama matahari terbit. Filosofi ini mengandung makna bahwa masyarakat Banyuwangi harus selalu bergegas, bergerak lebih awal, dan bekerja keras karena menjadi yang pertama menerima matahari di Pulau Jawa,” ujarnya saat menerima rombongan studi tiru Pemkab Buleleng bersama awak media di Lobi Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (10/6/2026).

Rahmawati mengatakan, semangat yang terkandung dalam branding tersebut terus digaungkan melalui berbagai promosi dan kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Filosofi The Sunrise of Java menjadi simbol semangat masyarakat Banyuwangi untuk terus berinovasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman.

Selain itu, Banyuwangi juga memperkenalkan branding Majestic Banyuwangi yang lahir dari kajian bersama konsultan internasional dengan fasilitasi Kementerian Pariwisata pada masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas.

“Dari hasil kajian tersebut lahirlah branding Majestic Banyuwangi yang menggambarkan kemegahan alam dan budaya yang kami miliki,” kata Rahmawati.

Branding tersebut terinspirasi dari kekayaan bentang alam Banyuwangi yang lengkap, mulai dari kawasan pegunungan, Kawah Ijen, hingga hamparan pantai dan laut yang menjadi daya tarik wisata.

“Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari Gunung Ijen, jajaran pegunungan hingga kawasan pantai dan lautan. Potensi inilah yang menjadi dasar lahirnya branding Majestic Banyuwangi,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan keindahan alam, Banyuwangi juga terus menjaga warisan budaya lokal. Berbagai tradisi dan kesenian, termasuk Tari Gandrung yang menjadi ikon daerah, tetap dilestarikan sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Banyuwangi.

Transformasi Banyuwangi menjadi daerah yang maju tidak terjadi secara instan. Pemerintah daerah secara konsisten mengangkat potensi lokal melalui pembangunan berkelanjutan, promosi wisata, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai program daerah.

Potensi alam dan budaya tersebut kemudian dikemas dalam berbagai agenda unggulan, salah satunya Banyuwangi Festival (B-Fest) yang rutin digelar setiap tahun. Beragam kegiatan seni, budaya, dan olahraga menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Atraksi seperti Gandrung Sewu yang digelar di kawasan pantai serta keberadaan Taman Gandrung Terakota menjadi contoh sukses pengembangan wisata berbasis budaya yang mampu menarik perhatian publik luas.

Di sisi lain, Banyuwangi juga aktif memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat promosi daerah. Langkah tersebut turut mengantarkan Banyuwangi meraih berbagai penghargaan, termasuk dalam bidang smart branding.

Keberhasilan Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Pemerintah daerah juga terus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital guna menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan.

Berbagai inovasi pelayanan seperti program jaminan sosial Kanggo Riko dan layanan digital Klik Sekati menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Transformasi Banyuwangi menunjukkan bahwa pengelolaan potensi daerah yang terencana, inovatif, dan melibatkan masyarakat mampu mendorong kemajuan yang berkelanjutan. Dari daerah yang sempat identik dengan stigma mistis, Banyuwangi kini tumbuh menjadi salah satu daerah berprestasi dan berdaya saing di Indonesia. 

wartawan
CHA
Category

Dinas Sosial Gianyar Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Blahbatuh

balitribune.co.id I Gianyar - Dinas Sosial Kabupaten Gianyar menggelar Uji Coba Terbatas Digitalisasi Bantuan Sosial melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kantor Camat Blahbatuh, pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang diikuti 106 peserta tersebut menjadi bagian dari peluncuran terbatas (piloting) digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali sebelum diterapkan lebih luas.

Baca Selengkapnya icon click

Tersembur Kebocoran Pipa PAM, Pedagang Terima Kompensasi

balitribune.co.id I Gianyar - Kebocoran pipa distribusi air milik PAM Tirta Sanjiwani di wilayah Tebongkang, Ubud, yang sempat viral di media sosial, langsung disikapi.  Selain memperbaiki jaringan yang rusak, perusahaan daerah tersebut juga telah menyelesaikan kompensasi bagi pedagang yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Bangun Rumah Singgah Konseling Kekerasan Anak dan Perempuan

balitribune.co.id I Denpasar - Tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Denpasar menjadi perhatian khusus Pemkot Denpasar. Untuk memberikan penanganan dan konseling, Pemkot Denpasar pun membangun Rumah Singgah Kula Abhi Praya di Jalan Gatot Subroto VI F yang dilaunching, Kamis, (4/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DLHK Munculkan Program “Yadnya Sampah”, Hasil Bank Sampah Diarahkan Bantu Biaya Upacara Adat

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mengoptimalkan program bank sampah melalui inovasi “Yadnya Sampah”. Program ini memanfaatkan hasil penjualan sampah anorganik untuk mendukung pembiayaan kegiatan adat dan keagamaan di tingkat banjar.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 2027, Bupati Badung Wajibkan Setiap Desa Miliki Sekolah Sepak Bola

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung akan mewajibkan setiap desa dan kelurahan memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai upaya mencetak atlet berbakat sejak usia dini. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada tahun 2027 melalui surat edaran resmi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.