balitribune.co.id | Denpasar - Beautiverse membawa tiga fokus utama, yaitu Beauty (kecantikan), Wellness (kebugaran), dan Sustainability (keberlanjutan). Ketiganya menjadi dasar dalam membangun platform yang mempertemukan berbagai pihak dan membuka lebih banyak ruang untuk berbagi, bertukar insight, dan berkolaborasi.
Dari Sanur, perjalanan menuju Beautiverse 2026 pun kembali dilanjutkan, kali ini dengan sebuah aplikasi yang diharapkan dapat membuat komunitas Beautiverse tetap terhubung di mana pun berada.
Aplikasi ini menjadi kelanjutan dari berbagai insight yang muncul sejak Road to Beautiverse yang pertama di bulan Mei lalu. Saat itu, Beautiverse mulai mempertemukan berbagai pihak dari dunia kecantikan, kebugaran dan keberlanjutan
untuk melihat lebih dekat bagaimana kedua industri ini terus berkembang. Brand tidak hanya bicara tentang produk, tetapi juga pengalaman. Konsumen pun semakin memperhatikan kebugaran dan keberlanjutan serta nilai yang dibawa oleh sebuah brand.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan Beautiverse menghadirkan aplikasinya. Melalui aplikasi tersebut, Beautiverse ingin membuat koneksi yang sudah terbentuk bisa terus berjalan. Bukan hanya saat ada event atau kegiatan, tetapi juga melalui sebuah platform yang mempertemukan brand, profesional, kreator, komunitas dan pelanggan yang berada di dalam dunia kecantikan, kebugaran, dan keberlanjutan.
“Dari pertemuan pertama, kami mendapatkan banyak insight dari berbagai pihak. Kami melihat ada kebutuhan untuk membuat koneksi ini terus berjalan, tidak hanya ketika kita bertemu secara langsung. Aplikasi ini menjadi salah satu cara untuk membawa percakapan tersebut ke ruang yang lebih luas,” ujar Founder & Project Director Beautiverse, Paulus Herry Arianto di Sanur, Denpasar, Sabtu (26/9/2026).
The Road to Beautiverse kedua juga kembali membuka percakapan mengenai perkembangan kecantikan dan kebugaran dari berbagai sisi. Pengalaman dari industri hospitality, brand, kreator, hingga profesional memperlihatkan semakin banyaknya titik temu di antara keduanya.
Sementara dari sisi kreator, expert dan brand, Yulia Baltschun, dr. Zie dan Murni Cosmetics membawa pengalaman mengenai bagaimana sebuah brand dapat tumbuh bersama komunitas dan membangun hubungan Beauty Wellness Ecosystem yang kuat dan lebih dekat dengan audiensnya.
Beautiverse sebagai meeting point yang dapat mempertemukan berbagai orang dengan latar belakang dan pengalaman berbeda di industri kecantikan dan kebugaran. Berbagai insight tersebut menjadi bagian dari perjalanan Beautiverse untuk menuju 2026. Dengan hadirnya aplikasi, koneksi yang sebelumnya terbentuk melalui pertemuan langsung kini memiliki ruang untuk terus berkembang secara digital.