Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Belasan Sekolah Jadi TPS Pilkel, Siswa Tidak Belajar

Bali Tribune/ Salah satu gedung sekolah yang dijadikan TPS Pilkel di Jembrana.
Balitribune.co.id | Negara - Belasan sekolah digunakan sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di Kabupaten Jembrana Senin (23/9).  Pelaksaan Pilkel di hari sekolah ini membuat aktifitas belajar mengajar di sekolah yang dijadikan TPS itu tidak dapat berjalan. Siswa ke sekolah hanya melakukan pembersihan dan dipulangkan lebih awal.   
 
Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar TPS Pilkel serentak 35 desa di Kabupaten Jembrana ditempatkan di sejumlah fasilitas publik. Selain Kantor Desa, Bale Banjar maupun Bale Tempek, sekolah juga tak luput menjadi TPS, walaupun pencoblosan dilakukan dihari efektif sekolah. 
 
Dari 276 TPS di 35 desa yang melaksankan Pilkel serentak, Senin kemarin, ada 20 TPS yang ditempatkan di 17 sekolah yang tersebar di sejumlah desa di 5 kecamatan se-Jembrana, mulai PAUD/TK, SD/MI hingga SMP.
 
Kecamatan Pekutatan, dari 8 TPS di Desa Pulukan ada 2 TPS yang di SDN 2 Pulukan. Satu TPS dari 8 TPS di Desa Medewi yang ditempatkan di TK Al Akmal dan dari 9 TPS di Desa Asahduren, 3 TPS di sekolah yakni 2 TPS di SDN 2 Asahduren, dan 1 TPS di SDN 1 Asahduren. 
 
Kemudian di Kecamatan Jembrana, 3 TPS dari 14 TPS di Desa Batuagung masing-masing 2 TPS di SDN 4 Batuagung dan 1 TPS di SDN 6 Batuagung serta 2 TPS dari 7 TPS di Desa Air Kuning masing-masing di SDN 2 Air Kuning dan MIN 2 Jembrana.
 
Bahkan di Kecamatan Negara, tercatat ada empat desa yang juga membuat TPS Pilkel di sekolah. Rinciannya, dari 9 TPS di Desa Tegal Badeng Barat, 1 TPS di TK Tunas Harapan, dari 5 TPS di Desa Tegal Badeng Timur, 3 TPS di sekolah masing-masing di TK Siti Khadijah, SDN 1 Tegal Badeng Barat, dan SDN 3 Tegal Badeng Barat. Dari 7 TPS di Desa Cupel, 3 TPS masing-masing ditempatkan di SDN 1 Cupel, SDN 2 Cupel dan MIN 4 Jembrana dan dari 11 TPS di Desa Banyubiru 1 TPS juga ditempatkan di SMP Firdaus.
 
Sedangkan di wilayah Kecamatan Melaya, ada 1 TPS yang menggunakan sekolah, yakni 1 TPS di PAUD Darul Arwin dari 5 TPS di Desa Tuwed. Selain memanfaatkan aula di sekolah, beberapa TPS di sekolah-sekolah, itu juga ada menggunakan ruang kelas sebagai TPS. Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, I Nyoman Wenten, Senin kemarin mengatakan sekolah yang kebetulan sekolahnya dipergunakan sebagai lokasi TPS Pilkel tersebut diberikan dispensasi.
 
Kendati mengakui proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan di sekolah yang dipergunakan menjadi TPS tersebut. Namun siswanya diminta tetap datang ke sekolah untuk diajak mengisi kegiatan bersih-bersih kelas dan lingkungan. Siswa juga dipulangkan lebih awal sebelum pemungutan suara dimulai pukul 08.00 Wita. 
 
“Untuk memperlancar proses Pilkel, ada dispensansi. Jadi, yang kebetulan sekolahnya dipakai TPS, dipulangkan lebih awal.  Ini hanya pengecualian untuk sekolah yang dipakai TPS” tandasnya. (u)
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.