Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BRI Life Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan dan Proteksi Menjaga Aset

BRI
Bali Tribune / talkshow BRI Prioritas dan BRI Life pada REI Expo 2026 di Living World Denpasar, Jumat (10/7/2026)

balitribune.co.id | Denpasar - Memiliki rumah dan aset dinilai belum cukup untuk menjamin ketenangan finansial. Masyarakat perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik dengan menyeimbangkan alokasi dana untuk investasi, kebutuhan hidup, dan proteksi agar aset yang telah dikumpulkan tidak terkuras ketika menghadapi risiko.

Hal itu terungkap dalam talkshow BRI Prioritas dan BRI Life pada REI Expo 2026 di Living World Denpasar, Jumat (10/7/2026). Priority Banking Manager BRI Prioritas, Yanita Vidya Savitri mengatakan setiap orang memiliki kebutuhan keuangan yang berbeda. Karena itu, perencanaan keuangan harus disesuaikan dengan profil risiko, tujuan, serta kemampuan finansial masing-masing.

"Kalau kebutuhan nasabah ingin membeli rumah, kami membantu mencari solusi pembiayaan yang sesuai. Sebelum itu kami melihat profil risikonya, kebutuhan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," ujarnya.

Menurutnya, membeli rumah tidak boleh membuat kondisi keuangan menjadi terbebani. Alokasi dana harus diatur secara proporsional agar cicilan tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan lain.

"Jangan semuanya dialokasikan untuk cicilan. Punya rumah memang penting, tetapi jangan sampai memberatkan keuangan kedepannya," katanya.

Ia menambahkan, peran BRI Prioritas adalah membantu nasabah menyusun alokasi dana secara tepat. Dengan demikian, dana yang telah dipersiapkan untuk tujuan tertentu tidak terpakai untuk kebutuhan yang tidak direncanakan.

Yanita mencontohkan, ketika seseorang mengalami sakit, biaya pengobatan seharusnya tidak sampai mengganggu pembayaran cicilan rumah ataupun mengurangi dana pendidikan anak.

"Rumah yang nyaman bukan hanya rumah yang bagus secara fisik. Yang lebih penting adalah kita bisa tinggal dengan tenang karena cicilan tetap terbayar, proteksi tersedia, dan dana pendidikan maupun kebutuhan masa depan tetap terjaga," ujarnya.

Department Head Activation BRI Life, Amalia Sahara mengatakan proteksi menjadi bagian penting setelah seseorang memiliki rumah. Menurutnya, rumah merupakan salah satu pencapaian finansial terbesar sehingga bukan hanya bangunannya yang perlu dilindungi, tetapi juga orang yang menghasilkan pendapatan untuk membayar cicilan.

"Yang harus dilindungi bukan hanya rumahnya, tetapi juga orang yang produktif, yang membayar cicilan dan mengisi rumah tersebut. Karena kita tidak tahu risiko yang akan terjadi di masa depan," katanya.

Ia menjelaskan, proteksi bertujuan menjaga agar aset yang telah dikumpulkan tidak berkurang akibat biaya yang tidak terduga, seperti biaya pengobatan atau kebutuhan keluarga ketika terjadi risiko. "Kalau tidak memiliki proteksi, aset yang sudah dikumpulkan bisa berkurang karena harus digunakan untuk biaya yang tidak direncanakan," ujarnya.

Amalia mengatakan masyarakat sebaiknya mengalokasikan sekitar 30-40 persen pendapatan untuk investasi dan untuk proteksi, 10 persen untuk proteksi dan sisanya digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, paradigma mengenai asuransi juga perlu berubah. Asuransi bukan sekadar santunan, tetapi menjadi strategi menjaga aset dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Amalia menjelaskan BRI Life menawarkan sejumlah solusi proteksi sesuai kebutuhan nasabah. Salah satunya adalah produk Aurora yang memberikan perlindungan seumur hidup dengan nilai uang pertanggungan yang meningkat setiap lima tahun hingga lima kali, tanpa kenaikan premi.

Selain itu, tersedia produk perlindungan penyakit kritis yang mengembalikan 100 persen premi ditambah 5 persen pada akhir masa pertanggungan sesuai ketentuan produk. Ia juga menjelaskan skema manfaat BRI Life menggunakan sistem pembayaran tunai (liquid benefit), bukan penggantian biaya (reimbursement).

"Jika terjadi risiko, dana manfaat langsung dikreditkan ke rekening nasabah sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan apa pun, tidak hanya biaya pengobatan," katanya.

Menurut Amalia, fleksibilitas tersebut membuat dana manfaat dapat digunakan untuk proses pemulihan, biaya hidup, maupun kebutuhan lain tanpa harus menjual aset yang dimiliki.

Pada REI Expo 2026, BRI Prioritas bersama BRI Life juga menghadirkan promo bagi lima nasabah pertama yang membeli produk proteksi Aurora dengan premi minimal Rp100 juta. Masing-masing memperoleh cashback atau voucher belanja senilai Rp1 juta.

Selain edukasi mengenai proteksi, BRI juga memperkenalkan berbagai pilihan investasi kepada pengunjung, mulai dari Surat Berharga Negara (SBN), reksa dana, obligasi, hingga investasi emas melalui aplikasi BRImo. Talkshow berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai perencanaan keuangan dan investasi.

Seorang peserta, Desak, menanyakan produk investasi yang sedang ditawarkan BRI selain proteksi. Ia ingin mengetahui pilihan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Menjawab pertanyaan tersebut, Yanita menjelaskan BRI menyediakan berbagai pilihan investasi, mulai dari Surat Berharga Negara (SBN), reksa dana, obligasi, hingga investasi emas melalui aplikasi BRImo.

Sementara peserta lainnya, Ferry, menanyakan investasi emas serta instrumen yang mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Yanita menjelaskan investasi emas dapat dilakukan secara bertahap melalui BRImo, bahkan dimulai dari nominal kecil sesuai kemampuan nasabah.

wartawan
YUE
Category

5.000 Ojol Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Enam Wilayah

balitribune.co.oi | Mangupura - Semangat 'brotherhood' tidak berhenti di jalan. Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 5.000 mitra pengemudi ojek online (Ojol) di enam wilayah. Perlindungan yang semula dirancang selama lima bulan, Agustus hingga Desember 2026, diputuskan HDCI untuk dilanjutkan hingga tiga tahun.

Baca Selengkapnya icon click

Dinkes Tabanan Gelar Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2026. Program ini menyasar 40 perangkat daerah untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.