Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati Tabanan Bangga dan Dukung Karya Atiwa Tiwa Desa Adat Marga

Bali Tribune / DUKUNG - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat menhadiri Karya Atiwa tiwa Kusa Pranawa yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Marga, Selasa, (25/1).

balitribune.co.id | Tabanan - Komitmen mewujudkan pembangunan secara sekala niskala, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengapresiasi sekaligus mendukung Karya Atiwa tiwa Kusa Pranawa yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Marga, Selasa, (25/1).

Bupati Tabanan, Sanjaya didampingi oleh salah satu anggota DPRD I Wayan Sudiana, Sekda para Asisten dan OPD terkait menghadiri langsung upacara yang dipusatkan di wantilan Subuh Mas Desa Adat Marga. Nampak juga saat itu, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Marga, Perbekel, Bendesa Adat dan masyarakat setempat.

Dalam Karya Atiwa Tiwa dengan mengambil tingkatan Utamaning Madya tersebut, setidaknya diikuti 4 Banjar Adat dengan 76 Sawa, 8 Ngelangkir dan Mesangih 33 orang. Kegiatan yang digarap mulai 3 Januari 2022 ini puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari sampai Nyegara Gunung pada tanggal 31 Januari 2022.

Bupati Sanjaya mengungkapkan kebahagiaannya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. "Karya ini sangat sesuai dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali guna membangun tradisi, adat dan budaya yang kokoh di masyarakat," ujar Sanjaya.

Untuk itu, Ia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh karya ini. "Saya selaku Kepala Daerah bersama jajaran Pemerintah dan Legislatif datang kesini mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat. Bukan hanya mampu membangun karya dengan baik tetapi juga menunjukan sinergi dan dukungan penuh terhadap program pemerintah," puji Sanjaya.

Disamping itu, Ia juga sangat kagum dengan persatuan dan semangat gotong-royong krama. "Karya ini dikonsep dengan sangat baik. Apalagi diikuti oleh 4 Banjar Adat dengan mencapai 76 Sawa, hal ini juga mencerminkan persatuan dan semangat gotong-royong masyarakat Desa Adat Marga juga terbangun dengan sangat baik. Ini hal yang sangat luar biasa yang patut mendapat apresiaisi dan dukungan," imbuh Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Ketua Panitia Karya I Wayan Karma mengatakan, bersama-sama seluruh masyarakat dalam pelaksanaan karya ini mulai dari penggalian dana, pengerjaan dan lainnya dilakukan dengan menitik beratkan pada sistem gotong-royong. Selebihnya, Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan apresiasi dari Bupati dan seluruh jajaran beserta pihak legislatif.

wartawan
RED
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.