Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Coffee Morning Flobamora Bali: Refleksi 2025, Menjaga Martabat Diaspora dengan Data dan Sikap Dewasa

Flobamora
Bali Tribune / Coffee Morning Flobamora Bali di Sekretariat Flobamora Bali Warung Sang Dewi (WSD) Jalan Tukad Musi I Nomor 5 Renon Denpasar, Jumat (2/1)

balitribune.co.id | Denpasar - Coffee Morning Flobamora Bali menjadi ruang refleksi bersama bagi diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali dalam menutup tahun 2025 dan menatap 2026. Diskusi berlangsung ringan, namun menyentuh substansi persoalan penting, terutama soal stigma, data kependudukan, dan martabat diaspora berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung di Sekretariat Flobamora Bali Warung Sang Dewi (WSD) Jalan Tukad Musi I Nomor 5 Renon Denpasar, Jumat (2/1).

Sekretaris Umum Flobamora Bali, Varis Wangge memaparkan bahwa estimasi populasi diaspora NTT di Bali pada 2025 berkisar 70.000 jiwa. Namun, berdasarkan Sistem Informasi Kependudukan (SIK) Digital Flobamora Bali per 9 Desember 2025, warga yang terdata resmi baru 9.098 jiwa. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan struktur Flobamora Bali yang menaungi 18 unit aktif, 1 unit pasif, 2 unit nonaktif, dan 1 unit kategorial perempuan. Beberapa unit bahkan telah melampaui 1.000 anggota, sehingga secara realistis jumlah warga Flobamora yang semestinya terdata mendekati 25.000 jiwa. 

“Artinya, sekitar 45.000 diaspora NTT di Bali belum terhimpun dalam SIK. Ini bukan kesalahan satu pihak, melainkan tantangan struktural akibat pertumbuhan diaspora yang cepat tanpa sistem transisi yang memadai,” jelasnya.

Ia menegaskan, situasi ini membutuhkan tanggung jawab bersama, bukan saling menyalahkan. Sepanjang 2025, pemberitaan media online di Bali yang menyebut pelaku tindak pelanggaran berasal dari NTT menunjukkan pola tertentu jika dibaca secara kronologis. Salah satu peristiwa yang menyedot perhatian publik adalah kericuhan di Puri Gading, Jimbaran, pada November lalu. Namun ditegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kejadian tunggal, bukan rangkaian berulang. Aparat telah mengamankan pelaku, memediasi para pihak, dan menyelesaikannya melalui mekanisme hukum tanpa eskalasi.

Kasus lain adalah pelanggaran lalu lintas di Benoa oleh oknum asal Kabupaten Belu. Peristiwa ini mendapat kecaman terbuka dari Pembina Flobamora Bali dan didorong untuk diproses sesuai hukum. 

"Meski demikian, muncul framing menyesatkan dan ujaran kebencian yang seolah-olah Flobamora Bali memback up pelanggaran tersebut, narasi yang dinilai tidak berbasis fakta," katanya.

Wakil Sekretaris Ikatan Keluarga Sumba di Bali, Kristoforus Lero mengatakan, stigma negatif terhadap warga NTT di Bali telah meluas. Stigma tersebut tidak lagi berhenti pada soal tercatat atau tidaknya warga dalam data organisasi, tetapi telah menyentuh identitas dan martabat diaspora. 

“Dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keterbatasan akses hunian hingga relasi sosial. Tujuan kita bukan membela atau menyalahkan, melainkan meluruskan konteks,” ungkapnya.

Jika dirangkum, peristiwa kamtibmas 2025 yang melibatkan oknum asal NTT bersifat sporadis, individual, dan tidak berkelanjutan. Yang membesar bukan jumlah kasusnya, melainkan cara kasus dibaca tanpa konteks waktu. 

“Di sinilah martabat diuji. Martabat tidak dijaga dengan membela kesalahan, tetapi dengan sikap dewasa di ruang publik,” mengemuka dalam forum tersebut. Diskusi juga menekankan pentingnya terminal data transisi yang bersifat sukarela, bertanggung jawab, dan kolaboratif, agar pelayanan sosial dapat berjalan secara realistis dan berkelanjutan.

Secara bergantian, usul dan saran disampaikan oleh unit-unit Flobamora Bali, antara lain dari Biinmafo TTU, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Sumba Tengah. Seluruh masukan ditanggapi secara humanis oleh Ketua Flobamora Bali Herman Umbu Bili, Ketua Dewan Pembina Yusdi Diaz, Sekum Varis Wangge, serta Bupati Sabu Raijua Krisman Riwoe Kore, yang juga mantan Bendahara Umum Flobamora Bali.

Coffee Morning ini dipandu oleh Pembina Flobamora Bali Fredrik Billy, yang memimpin jalannya diskusi secara landai dan dialogis. Kegiatan dihadiri para pembina, pengurus inti, dan ketua unit se-Flobamora Bali. Sebagai catatan penting di akhir 2025, disampaikan bahwa tidak terdapat kejadian kriminal yang melibatkan warga Flobamora Bali, berbeda dengan tahun 2024 yang tercatat 9 kejadian dan tahun 2023 sebanyak 11 kejadian.

Refleksi ini menegaskan bahwa martabat diaspora NTT dijaga melalui data yang tertib, sikap dewasa, dan tanggung jawab kolektif, sebagai fondasi menatap tahun 2026 dengan lebih baik. 

wartawan
RAY
Category

Bonus Porprov Tak Kunjung Cair, Atlet Bangli Peraih Medali “Pakrimik”

balitribune.co.id I Bangli - Pelaksanaan Pekan Olah Raga (Porprov) Bali 2025, sudah hampir  setahun  lebih berlalu. Namun, hingga kini para atlet peraih medali belum menerima bonus yang dijanjikan. Pada Porprov 2025 Kabupaten Bangli berhasil meraih total  82 medali dengan rincian 18  emas, 15  perak dan 49 perunggu.

Baca Selengkapnya icon click

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.