Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Nelayan Karangasem Takut Melaut

PARKIR – Jukung penangkap ikan milik nelayan setempat tampak terparkir. Nelayan takut melaut karena cuaca masih ganas.

BALI TRIBUNE - Cuaca buruk disertai gelombang tinggi, sampai saat ini masih terjadi di tengah perairan Karangasem. Hingga Selasa (24/7) pihak KSOP Pelabuhan Padang Bai masih menutup sementara penyeberangan kapal cepat dan rencananya penutupan sementara itu akan berakhir pada Rabu (25/7) hari ini. Dengan berakhirnya masa penutupan pada hari ini, maka kapal cepat yang melayani peyeberangan dari Dermaga Rakyat Padang Bai menuju Gili Trawangan, Lombok Utara, sudah bisa beroperasi kembali seperti biasa.  Kondisi cuaca buruk tidak hanya mengganggu aktivitas penyeberangan kapal cepat maupun fery, namun juga dirasakan dampaknya oleh para nelayan. Sudah hampir dua pekan terakhir ini para nelayan di sejumlah wilayah pantai Karangasem tidak melaut lantaran gelombang tinggi di tengah perairan yang cukup membahayakan bagi mereka. Sejumlah nelayan mengaku, ketinggian gelombang di tengah perairan mencapapi tiga meter serta terjadi tiupan angin kencang atau biasa mereka sebut sebagai angin barat atau musim barat. Tidak hanya itu, terjangan ombak pantai juga menghancurkan puluhan jukung milik warga di Desa Seraya, pada 19 Juli lalu. Dari pantauan koran ini Selasa kemarin, sebagian besar nelayan di Pantai Ujung Pesisi, Pantai Seraya, dan Pantai Bugbug masih belum berani melaut. Mereka sementara memilih menghabiskan waktu untuk memperbaiki jukung serta peralatan menangkap ikan mereka, sembari menunggu cuaca di tengah perairan membaik dan tiupan angin barat mereda.  Di Pantai Ujung Pesisi, tercatat lebih dari 300 nelayan dari seluruh kelompok nelayan yang ada di pantai ini sampai Selasa kemarin belum ada yang berangkat melaut. Sebagian besar dari mereka mengaku khawatir ada terjangan gelombang tinggi di tengah perairan, sebab rata-rata para nelayan di Pantai Ujung Pesisi melautnya jauh ke tengah hingga ke perairan Lombok melewati Selat Lombok. Nurpiah (54), salah satu nelayan di Pantai Ujung mengaku dirinya belum berani melaut. Nelayan dari Kelompok Nelayan Putra Bahari ini memilih menunggu hingga musim barat berakhir, ketimbang mengambil risiko bahaya jika memaksakan berangkat melaut.  “Ada sih juga nelayan di sini yang berangkat melaut, tapi tidak berani terlalu ke tengah sekali. Mau tidak mau ya karena mereka juga perlu untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya, sembari menyebutkan jika di Pantai Ujung ada sebanyak empat kelompok nelayan.  Para nelayan yang nekad melaut itu hanya sebentar saja berada di tengah perairan dan mereka sudah paham betul pergerakan arah angin dan tanda-tanda akan terjadinya gelombang tinggi. “Jika mereka melaut menangkap ikan hanya sebentar saja, melaut pada pagi hari saja yakni jam 04.00 hingga 08.00 Wita, dan cepat-cepat kembali ke darat karena takut gelombang besar datang,” sebutnya. Sejak terjadi gelombang tinggi, ikan di pasaran mulai langka dan harganya pun langsung meroket.

wartawan
Redaksi
Category

PH Pura Dalam Balangan: Made Daging Satukan Tiga Alas Hak Tanah Pura Balangan Berbeda dengan Cara "Gulung Karpet"

balitribune.co.id | Denpasar - Penasehat Hukum (PH) Pengempon Pura Dalam Balangan, Harmaini Idris Hasibuan, SH mengatakan, telah mengingatkan tersangka oknum eks Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, SH, MH sebelum melakukan pengukuran tanah Pura Dalam Balangan dengan cara “Gulung Karpet” pada 5 Agustus 2020, bahwa berdasarkan data spasial yang ada dalam aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) Kementerian Agraria, bidang tanah yang d

Baca Selengkapnya icon click

Sidang Kasus Penembakan di Villa Casa Santisya Munggu, Anak Korban Minta Keadilan

balitribune.co.id I Denpasar - Suasana haru menyelimuti persidangan kasus penembakan di vila Munggu dengan agenda duplik di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (23/2/2026). Anak ketiga dari korban tewas Zivan Radmanovic, remaja berusia 13 tahun hadir langsung membacakan surat terbuka yang menyentuh hati di hadapan Majelis Hakim.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gubernur Koster Sebut Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keberadaan para Sulinggih merupakan bagian penting yang juga wajib mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat mereka memiliki tugas dan tanggung jawab  cukup berat di bidang ritual, dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala. 

Baca Selengkapnya icon click

Bangunan Bak Istana di Desa Penyaringan Viral di Media Sosial, Kuasa Hukum Datangi Satpol PP Jembrana

balitribune.co.id I Negara - Pasca viralnya video sidak Satpol PP Kabupaten Jembrana ke salah satu bangunan megah di Desa Penyaringan Mendoyo, Jumat (20/2/2026) lalu, kuasa hukum pemilik bangunan mendatangi kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana, Senin (23/2/2026) siang. Namun sayangnya tidak banyak informasi yang didapat dari kuasa hukum pemilik bangunan tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukung Kelancaran Kegiatan Adat, Astra Motor Bali Donasikan Plang Rambu dan Rompi di Desa Intaran

balitribune.co.id | Denpasar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelancaran dan keamanan kegiatan adat di Bali, Astra Motor Bali bersama perwakilan dari Astra Motor Sesetan menyerahkan bantuan berupa 6 unit plang rambu tanda hati-hati dan 60 rompi pecalang Jagabaya dan juga pecalang Desa Adat Intaran, Sanur, Senin (23/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.