balitribune.co.id I Tabanan - Angka kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mengalami koreksi imbas dinamika ekonomi global dan nasional. Rata-rata kunjungan harian pada Mei 2026 tercatat menurun sebanyak 1.100 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data statistik pengelola, rata-rata kunjungan harian pada Mei 2025 mampu mencapai 4.500 orang. Sementara pada Mei tahun ini, angka tersebut melandai ke posisi 3.400 orang per hari. Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi ekonomi yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah, sehingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan menekan daya beli masyarakat untuk berlibur.
Meski demikian, manajemen menilai minat wisatawan menikmati panorama matahari terbenam (sunset) di Tanah Lot tetap stabil. Fenomena penyesuaian prioritas pengeluaran masyarakat saat ini diakui menjadi tantangan operasional.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak pengelola destinasi ikonik di Kabupaten Tabanan ini tetap optimistis dan kini fokus bersiap menyambut momen liburan sekolah pada JuniJuli mendatang. Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan personel penuh di area tiket, tim keamanan, hingga petugas kebersihan.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, berharap situasi perekonomian segera membaik agar gairah berwisata masyarakat kembali pulih. Ia memastikan pelayanan prima tetap menjadi prioritas utama.
"Kami sangat berharap pemulihan ekonomi segera terwujud agar daya beli masyarakat kembali bergairah. Meskipun ada koreksi, angka harian ini menunjukkan minat wisatawan ke Tanah Lot tetap tinggi," ujar Sudiana.