Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Danrem 162/WB Pantau Latihan Gladi Posko II Penanggulangan Benca Alam

Bali Tribune/ EVAKUASI -- Dalam latihan taktis penanggulangan bencana alam, Selasa (3/11), disimulasikan Tim Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana memberikan bantuan evakuasi dan penyelamatan kepada korban.
Balitribune.co.id |  Sumbawa BaratKomandan Korem 162/Wira Bhakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, SSos, SH, MHan, selaku Komandan Latihan (Danlat) memimpin kegiatan latihan taktis penanggulangan bencana alam gempa bumi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (3/11).
 
Giat ini melibatkan seluruh stakeholder dari jajaran Korem 162/WB, Polres Sumbawa Barat (SB), Dinas BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Damkar, Agen PDPGR, Tagana, PMI, KNPI, termasuk sejumlah mahasiswa, pramuka, dan masyarakat KSB.
 
Adapun mekanisme latihan taktis penanggulangan bencana alam diskenariokan menyerupai kondisi yang dialami saat tanggap darurat, yakni setelah terjadinya gempa bumi berdasarkan hasil pengkajian dari Tim Reaksi Cepat BPBD Sumbawa Barat yang dilaporkan kepada Bupati SB. Melalui rapat terbatas ditetapkan status kebencanaan, dan atas seijin Danrem 162/WB, kemudian Bupati SB menunjuk Dandim 1628/SB sebagai IC di wilayah KSB.
 
Setelah itu, dilaksanakan gelar pasukan dan pendirian Posko Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB), beranggotakan unit-unit yang siap operasional dalam mendukung tugas mempercepat proses penanggulangan bencana alam untuk bergerak memberikan bantuan evakuasi dan penyelamatan, mendirikan tenda pengungsian, tenda pelayanan maupun dapur umum. Juga menyiapkan dan mengatur teknis pedistribusian logistik serta tim psikologi trauma healing, dan media center satgas.
 
Selain itu, juga diskenario kunjungan Danrem 162/WB ke Posko PRCPB untuk memantau kegiatan Satgas Penanggulangan Bencana Alam. Sekaligus melihat kondisi masyarakat korban gempa bumi yang dirangkai dengan bakti sosial (baksos) pemberian paket sembako dan masker kepada masyarakat terdampak Covid-19 serta sosialisasi protokol kesehatan.
 
Danrem 162/WB mengatakan, kegiatan latihan kali ini masuk pada tahapan dril taktis yang menggambarkan kejadian sebenarnya, melibatkan seluruh stakeholder bahkan mahasiswa, pramuka dan masyarakat. Bertujuan untuk melatih seluruh stakeholder di KSB, agar mengerti dan memahami langkah-langkah dan tahapan-tahapan penanggulangan bencana, khususnya dalam fase tanggap darurat apabila terjadi gempa bumi.
 
"Mereka harus tahu langkah-langkah dan tahapan yang harus dilakukan, dengan harapan mereka dapat meminimalisir jumlah korban maupun akibat dari gempa itu sendiri," ujar Danrem.
 
Brigjen TNI Rizal Ramdhani juga mengatakan, kegiatan latihan ini disinergikan dengan kegiatan baksos pemberian paket sembako dan pembagian masker kepada masyarakat terdampak covid-19. "Saat ini, kehidupan semakin hari semakin sulit. Jadi, perlu adanya bantuan dan sentuhan dari kami kepada masyarakat terdampak Covid-19," kata Jenderal Rizal Ramdhani.
wartawan
Djoko Moeljono
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.