Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dengan Konsep Tri Hita Karana, Dewata Creative Launching Album Kompilasi Lagu Pop Bali

Bali Tribune/ POP BALI -- Para penyanyi lagu pop Bali.
Balitribune.co.id | Denpasar - Sanggar musik Dewata Creative meluncurkan album kompilasi lagu pop Bali berjudul “Sesane Alit Alit Bali Mautama” yang dikemas dalam DVD video klip di Big Garden, Padanggalak, Denpasar, akhir pekan lalu.
 
Pimpinan Dewata Creative Dewa Sujana mengatakan, album kompilasi yang berisi 10 lagu tersebut mengusung konsep Tri Hita Karana. Menurutnya, konsep Tri Hita Karana sebagai filosofi kehidupan sehari-hari masyarakat Bali sengaja diangkat agar album ini tidak hanya sekadar hiburan, namun juga memiliki nilai edukasi yang tinggi.
 
“Dengan harapan, setelah menyimak dan mendengarkan lagu-lagu tersebut serta menonton video klip di album ini secara utuh, dapat tergambarkan secara jelas konsep Tri Hita Karana di album ini,” ujar Dewa Sujana.
 
Aransemen musik keseluruhan lagu di album ini juga ditangani langsung oleh Dewa Sujana, kecuali pada lagu berjudul “Metulis Di Hati” yang diaransemen oleh Dek Artha. Sedangkan penggarapan video klip dipercayakan kepada videographer Gede Purnama Jaya.
 
Sepuluh lagu pop Bali ini dinyanyikan oleh sejumlah anak-anak dan remaja yang memiliki kualitas suara mumpuni layaknya seorang penyanyi profesional. Pasalnya, mereka rata-rata memiliki basic dan pengetahuan serta karakter dalam mengolah vokal saat menyanyikan lagu yang sesuai dengan warna vokalnya.
 
Dari 10 lagu yang terangkum dalam album “Sesane Alit Alit Bali Mautama” ini ada 9 lagu pop Bali karya pencipta kenamaan Dewa Mayura. Sedangkan 1 lagu berjudul “Makejang Buat Iraga” merupakan buah karya De Alot, yang dikenal sebagai “senior” di blantika musik pop Bali.
 
Para penyanyi di album ini mempunyai kemampuan menyanyi diatas rata-rata dengan latar belakang pendidikan vokal yang terarah serta pengalaman dalam bekompetisi mengikuti lomba maupun festival di berbagai kesempatan. Seperti lagu "Sanghyang Dewi Saraswati" yang dinyanyikan secara duet oleh Chefi dan Defi.
 
Selanjutnya, Gek Ita melantunkan lagu "Astungkara", disusul Rani Iswari yang menyanyikan lagu "Mekejang Buat Iraga". Tembang berjudul "Bulan Jegeg" dinyanyikan oleh Bulan Manohara, juga Ciesta Anindia tampil prima saat menyanyikan lagu "Sesatya Matan Ai".
 
Nadia Paramita turut menghibur ratusan tamu undangan lewat lagu "Ibu Setate Di Hati", disambung penampilan Ayu Maharani yang menyanyikan lagu "Alit Alit Dewata", dan Gung Yeis juga tampil memukau saat mengalunkan lagu "Menek Bajang". Vania Sakanti pun mampu mengundang decak kagung para tamu undangan lewat tembang berjudul "Ngulgulin Hati", serta Mawar Pradnya yang tampil mempesona ketika menyanyikan lagu "Metulis Di Hati".
 
Terkait makna dan nilai-nilai Tri Hita Karana, Dewa Sujana menjelaskan, aspek keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Pencipta jelas tergambarkan dalam lagu “Sanghyang Dewi Saraswati” yang berkisah bagaimana memuja Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati. Lagu “Astungkara” bercerita tentang keagungan Ida Sang Hang Widhi Wasa sebagai tujuan doa-doa umat manusia.
 
Aspek keharmonisan hubungan manusia dengan alam juga dapat disimak dalam lagu “Mekejang buat irage” yang bercerita tentang keberadaan alam serta imbauan untuk bersama-sama menjaga alam beserta isinya. Lagu “Bulan Jegeg” mengilustraikan kekuatan alam dan bulan sebagai sumber inspirasi bagi umat manusia.
 
Aspek keharmonisan hubungan manusia dengan sesamanya juga tergambarkan dalam lagu-lagu lainnya, mulai dari hubungan antara anak dan orangtua, hubungan anak-anak dengan sesama, serta perkembangan atau masa peralihan dari anak-anak ke masa remaja. 
 
Seperti makna yang terkandung dalam lagu “Sesatya Matan Ai”, “Ibu Setate Di Hati”, “Alit Alit Dewata”, “Menek Bajang”, “Ngulgulin Hati”, dan “Metulis Di Hati”.
wartawan
Djoko Moeljono
Category

Sudaryono Tegaskan HKTI Harus Kawal Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, menegaskan bahwa HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Selengkapnya icon click

Sambut D’Youth Fest 6.0, Pemkot Denpasar Siapkan Sejumlah Titik Parkir untuk Kelancaran Acara

balitribune.co.id | Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata telah menyiapkan sejumlah titik kantong parkir guna mendukung kelancaran pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0. Festival yang mengusung tema "Feel The Growth" ini akan diselenggarakan pada 11–12 Juli 2026 di kawasan Catur Muka, Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gelar Honda Modif Contest 2026, AHM Hadirkan Wadah Kreativitas Modifikator Tanah Air

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghangatkan dunia modifikasi Indonesia melalui gelaran modifikasi sepeda motor terbesar yakni Honda Modif Contest (HMC) 2026. Memasuki penyelenggaraan edisi ke-12, gelaran tahun ini mengajak para modifikator dan pecinta modifikasi Honda untuk menuangkan hasil karya terbaiknya bersama sepeda motor Honda kesayangannya.

Baca Selengkapnya icon click

Liburan di Bali Makin Bermakna, tiket.com Rekomendasikan 5 Hotel Ramah Lingkungan lewat tiket Green

balitribune.co.id I Jakarta - Momen liburan menjadi waktu yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Selain mencari hotel dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis, kini wisatawan juga semakin tertarik memilih akomodasi yang menghadirkan pengalaman menginap lebih bermakna melalui berbagai praktik ramah lingkungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan, Ubah Jaminan Sosial Menjadi Modal Kemandirian

balitribune.co.id I Amlapura - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat dampak program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri setelah menerima manfaat jaminan sosial.

Baca Selengkapnya icon click

Ayodhya, Yogyakarta, dan Jalan Panjang Jembatan Peradaban India–Indonesia

Oleh: Ida Rsi Putra Manuaba

balitribune.co.id | DALAM perjalanan hidup saya, India dan Indonesia bukanlah dua negara yang terpisah oleh samudra. Keduanya adalah dua sahabat peradaban yang selama ribuan tahun saling menyapa melalui budaya, spiritualitas, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.