Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Desa Kesiman Petilan Ajak Masyarakat Peduli Lontar dengan Identifikasi dan Katalogisasi

Bali Tribune / Tim Identifikasi dan Katalogisasi Lontar dalam pengerjaan di rumah salah seorang warga.

balitribune.co.id | DenpasarMasih banyak masyarakat Bali yang memandang lontar sebagai benda 'tenget' (angker). Tiada dirawat memungkinkan pusaka ilmu pengetahuan tersebut lenyap dimakan usia. Menjawab tantangan itu, Pemdes Desa Kesiman Petilan lancarkan program Identifikasi dan Katalogisasi Lontar.

Salah seorang dari Tim Identifikasi dan Katalogisasi Lontar Desa Kesiman Petilan, Wayan Gede Suka Widana (38) menceritakan awal mula adanya program ini yaitu ketika tahun 2016, sebagai Penyuluh Bahasa Bali, ia bertugas dalam pemetaan naskah-naskah kuno seperti lontar dan segala macam buku.

Dalam tugas itu Widana diharuskan turun ke masyarakat, melalui Kepala Keluarga (KK) binaan. Dari tugas tersebut, semenjak Juli hingga akhir tahun 2016, ia temukan keberadaan lontar-lontar yang begitu banyak dan tidak terawat.

Oleh sebabnya ia memandang bahwa Desa Kesiman Petilan berpotensi untuk dapat menyelamatkan aset yang dimiliki masyarakatnya. Begitu menemukan fakta tersebut, Widana sampaikan kepada perbekel Desa Kesiman Petilan.

Lihat foto: Perbekel Desa Kesiman Petilan I Wayan Mariana (kanan) dan Anggota Tim Identifikasi dan Katalogisasi Lontar Wayan Gede Suka Widana.

Dari sana, dilakukanlah beberapa pengkajian pada tahun 2017, kemudian dilanjutkan dengan pengajuan proposal program di tahun 2019, dan akhirnya pada 2020 baru bisa mulai dikerjakan, yang pendanaanya murni disokong oleh Pemerintah Desa Kesiman Petilan.

Secara keseluruhan program ini telah berjalan 3 tahun. Widana menerangkan tahun pertama ia dan tim menarget tuntaskan 100 cakep (buah, judul) lontar. Namun ternyata justru melampaui target dengan berhasil menyelesaikan 113 cakep. Pengerjaannya memakan waktu kurang lebih enam bulan.

Berlanjut di tahun 2021, ditarget selesaikan 200 cakep. Seperti tahun sebelumnya, ditemukan lebih dari 200 cakep itupun hanya di tiga rumah warga pemilik lontar. Bahkan di satu rumah ia bisa temukan 112 cakep.

Untuk tahun ini, dari 100 cakep yang ditargetkan, Widana dan tim hanya mampu menyelesaikan 92 cakep lontar kondisi utuh. Karena lembar dari satu cakep lontar yang sangat banyak sehingga cukup memakan waktu. Demikian dengan agenda tahun depan, sudah direncanakan penggarapan dengan target 150 cakep lontar.

Secara teknis, ia menjelaskan bahwa program Identifikasi dan Katalogisasi Lontar ini mulai dari proses konservasi, diawali dengan berkunjung ke rumah pemilik lontar, disana dilakukan pengecekan kondisi, sekaligus menghitung lama pengerjaan dan menentukan hari baik untuk memulai penggarapan.

Tiba pada harinya, di rumah pemilik lontar istilahnya 'nedun' atau meminta izin dengan sarana banten pejati. Setelah prosesi itu barulah dimulai pengerjaan. Anggota tim sebanyak 15 orang dibagi ke beberapa tugas. Ada yang memilah sesuai dengan kondisi lontar, "Biasanya dipilah jadi tiga, utuh (kondisi baik), setengah utuh (terdapat kerusakan), hancur lebur (hanya serpihan)," kata Widana.

Kemudian lontar dibuka dan dipisah per lembarnya, dibersihkan dengan kuas paling halus. Ketika tulisannya sudah tampak, jika tidak terbaca barulah oleskan minyak kemiri. Hendaknya, kata Widana gunakan minyak kemiri dengan kualitas terbaik, karena beredar juga minyak kemiri yang lebih banyak mengandung air.

Setelah itu lontar diangin-anginkan (tidak dijemur), diatas kertas yang mampu menyerap minyak. Begitu kering, secara perlahan lontar dibersihkan dengan kapas. Selanjutnya dioleskan minyak sereh (dengan beberapa campuran), cairan itu yang mampu mempertahankan kondisi lontar agar tetap lentur dan tidak mudah dimakan rayap, kemudian lontar dianginkan lagi.

Setelah kering, lontar disusun kembali, dipastikan berdasarkan urutan dan jumlah halamannya. Kemudian baru diserahkan ke 'tukang baca'. Dalam hal ini, tim melibatkan seorang tokoh lontar ternama di Bali bernama I Wayan Turun.

"Beliau adalah putra daerah Desa Kesiman Petilan, kami bersyukur dengan ketersediaan beliau ikut terlibat dalam program ini" imbuh Widana.

Pada tahap pembacaan, sudah masuk proses identifikasi. Dari lembar pertama, beliau (Pak Turun) bisa mengetahui jenis dari lontar itu. Lalu di lembar akhir umumnya berisi penulis dan kapan rampungnya penulisan lontar.

Setelah dibaca, oleh tim lainnya langsung diketik pada formulir khusus melalui Kawi Simbar dengan menggunakan tanda diakritik atau tanda-tanda baca khusus di dalam lontar. Pada formulir tersebut juga akan tertera isi lontar, panjang, tebal halaman, kondisi lontar, bahasa yang digunakan, asal lontar, tempat penyimpanan, termasuk kalimat awal dan akhir.

Hasil dari pencatatan itu disebut dengan katalog. Berbentuk buku tebal berisi kumpulan-kumpulan hasil identifikasi dan katalogisasi lontar. Adapun katalog hasil identifikasi dari tahun ke tahun telah diserahkan ke masing-masing pemilik lontar, dengan jumlah keseluruhan hampir 450 cakep.

Widana mengaku pada tahap katalogisasi ini cukup memakan waktu, karena mesti dikerjakan dengan teliti dan merinci. Namun menjadi kepuasan tersendiri ketika dari seluruh proses itu dapat mengungkap lontar-lontar unik bahkan langka.

Rata-rata lontar yang ditemukan tim berusia ratusan tahun. Bisa dilihat dari bahan dan pengakuan pemilik berusia sepuh yang tidak tahu sejak kapan keberadaan lontar miliknya. Menandakan lontar tersebut sudah diwarisi jauh oleh leluhurnya.

Jenis lontarnya pun sangat beragam mulai dari usada, kawisesan, kadyatmikan, plutuk, kakawin, awig-awig dan lain sebagainya. Widana mengatakan bahwa semua jenis lontar ada di Desa Kesiman Petilan.

Selain faktor cuaca, ia juga menjelaskan hambatan dalam pelaksanaan program ini utamanya adalah ketika terdapat masyarakat yg kurang kooperatif. Maka bersama tim, coba dilakukan pendekatan dan sosialisasi.

Meski awal-awal diakui cukup sulit, setelah beberapa kali kunjungan akhirnya ada yang bersedia terbuka dan dari satu orang itu kemudian terus menyebar hingga saat ini diterima baik ditengah masyarakat. Bahkan sekarang beberapa orang sedang mengantri untuk lontar-lontarnya bisa digarap.

"Memang kendala terberat kami adalah masyarakat yang kurang sadar dengan menyembunyikan lontar-lontarnya, masih menganggap lontar adalah benda 'tenget' (angker), padahal jika tidak dirawat dan dibaca kita tidak akan tahu isinya" ucap Widana.

Begitu juga dengan kendala pendanaan, ia mengaku jika tidak didukung penuh oleh Pemerintah Desa mungkin program ini tidak terselenggara. Kesulitan ada pada pengadaan bahan-bahan yang harganya cukup mahal.

Perbekel Desa Kesiman Petilan, I Wayan Mariana (61) menambahkan jika Pemdes mendukung penuh atas diadakannya program ini. Maksud dan tujuan akhirnya adalah penyelamatan dan perawatan lontar-lontar milik warga.

"Maka saya menghimbau untuk kepala dusun agar ikut membantu program ini. Dengan mengakomodir warganya yang memiliki lontar kemudian disampaikan kepada tim identifikasi dan katalogisasi lontar" imbuhnya.

Ia berharap, kedepan semakin banyak lontar-lontar kuno terselamatkan. Lalu dapat dibentuk generasi pelestari lontar desa. Dalam jangka panjang Desa Kesiman Petilan diharapkan mampu menjadi tolak ukur bagi Desa lainnya. Mengadakan pelestarian pustaka lontar sehingga menjadi destinasi desa wisata lontar. Sebagai tujuan para pemerhati dan penggiat lontar dalam segi akademis.

Tentunya mewujudkan hal ini tidaklah mudah, butuh keterlibatan seluruh warga dan pihak-pihak yang berwenang. Maka, imbuh Mariana perlu dan akan digagas sebuah Peraturan Desa (Perdes) tentang konservasi lontar di Desa Kesiman Petilan.

wartawan
M3
Category

Karya Nyawa Wedana Utama di Ungasan, Bupati Badung Apresiasi Semangat Ngayah

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri (upasaksi) puncak Karya Nyawa Wedana Utama di Wantilan Nusa Bangsul, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (31/5/2026). Upacara massal yang terakhir dilaksanakan tahun 2017 ini kembali digelar untuk meringankan beban biaya krama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

2.500 Umat Hadiri Perayaan Waisak 2026 di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 2.500 lebih umat dan pengunjung mengikuti Perayaan Hari Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar, Minggu (31/5/2026). Perayaan yang mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri” ini tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai welas asih, kebajikan, dan kebersamaan bagi masyarakat luas.

Baca Selengkapnya icon click

30 Perwakilan Honda Community Bali Ikuti Pelatihan Safety Riding Jelang Kompetisi Regional Safety Riding Advisor Community 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Sebanyak 30 perwakilan komunitas yang tergabung dalam Honda Community Bali (HCB) mengikuti Pelatihan Safety Riding yang diselenggarakan oleh Astra Motor Bali, Minggu (31/5/2026) di Gudang Megati. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Kompetisi Regional Safety Riding Advisor Community 2026 yang akan digelar pada Minggu (7/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Semangat Satu HATI, Honda Resmikan Mega Pos Pelayanan di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan – PT Tunas Dwipa Matra bersama Main Dealer Astra Motor Bali secara resmi menggelar Grand Opening Mega Pos Honda Baturiti pada Sabtu (30/5/2026) yang berlokasi di Jalan Raya Mekarsari, Kelurahan Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Honda dalam menghadirkan layanan penjualan dan purna jual yang semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Mode Gahar Aktif! Kontingen Badung Siap Sapu Bersih Emas PORJAR Bali 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Sebanyak 1.707 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, official, dan pendamping resmi dilepas di Lapangan Puspem Badung, Jumat (29/5/2026), oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.