Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dewan Badung Dorong PDAM Mengolah Air Laut Menjadi Air Minum

Bali Tribune / Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta

balitribune.co.id | Mangupura - Wacana mengolah air laut menjadi air minum untuk mengatasi kesulitan air bersih di Kabupaten Badung kembali digulirkan oleh kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Legislator Gumi Keris berharap kedepan air laut bisa menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan air baku untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Tirta Mangutama Badung. Oleh karena itu, Perumda sebagai perusahaan plat merah Badung bisa berinovasi untuk pengolahan air laut tersebut.

Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta menyatakan bahwa selain mencari sumber air baku yang lain, air laut juga bisa menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan air baku untuk Perumda Air Minum Tirta Mangutama. 

"Dengan tersedianya sumber air baku, pelayanan air minum ke masyarakat akan berjalan lancar. Oleh karena itu PDAM harus mencari alternatif sumber-sumber air baku, termasuk alternatif mengolah air laut,” ujar Sunarta usai mendampingi Komisi III DPRD Badung menggelar rapat kerja dengan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Senin (9/12).

Mengolah air laut menjadi air minum ini, menurut Sunarta perlu dikembangkan. Sebab, kebutuhan akan air bersih di Kabupaten Badung akan terus meningkat. Disisi lain sumber air baku kian berkurang.

"Hal ini perlu  karena kebutuhan air dalam dua atau tiga tahun ke depan akan meningkat drastis," katanya.

Selama ini sebut politisi Demokrat tersebut salah satu kendala utama yang dialami Perumda Air Tirta Mangutama dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat adalah karena terbatasnya suplai air baku. "Karena kendala itu, makanya kami mendorong Perumda mengembangkan teknologi pengolahan air laut menjadi air minum itu," tegasnya.

Selain itu Sunarta juga mendukung langkah Perumda untuk mengangkat air Tukad Mati khusus untuk di daerah selatan. Selain itu, Perumda pun harus mencari sumber air lainnya, termasuk kemungkinan ada jatah tambahan dari sumber-sumber air selama ini. “Kalau tidak, jalan terakhir Perumda bisa saja mengolah air laut untuk menambah sumber air. Dan kami di DPRD pasti akan mensuport,” pungkasnya.

wartawan
ANA

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.