Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dibalik Perayaan Hari Raya Galungan, Agama Hindu Tak Sebatas Upakara (Ritual) Semata

Bali Tribune/ Jro Mangku Sudarma
balitribune.co.id | Agama Hindu merupakan agama tertua di Indonesia, berkembang di Bali karena pengaruh dari penganut Hindu yang berada dari India. Dalam perkembangannya tentunya beberapa pelaksanaan dalam upacara keagamaan sedikit berbeda namun tetap berdasarkan dari kitab suci Weda.
 
Sebutlah Hari Raya Galungan yang jatuh setiap rahina Buda Kliwon Dungulan, Rabu (23/7) besok.Banyak yang berpandangan bahwa hari raya Galungan dimaknai sebagai wujud syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena pada hari tersebut dharma (kebaikan) menang melawan adharma (kebatilan).
 
Jika dikupas dari fakta sejarah yang ada, tradisi me-Galungan di Bali dimulai sejak abad ke-8 tepatnya pada tahun 882 Masehi. Dalam prasasti Sukawana 882 disebutkan pada rahina Buda Kliwon wuku Dungulan seorang raja dari dinasti Mataram berhasil mempersatukan Bali  secara absolute.
 
Raja yang bergelar Sri Aji Jaya Denawa yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Maya Denawa berhasil menyatukan masyarakat Bali menjadi satu kesatuan wilayah kerajaan Singamandala yang berpusat di sekitar penulisan Kintamani, Bangli.
 
Disebutkan pula dalam Kitab Bali Purana yang ditulis pada abad ke-7 dimana wilayah Bali  menjadi daerah rebutan oleh tiga kerajaan besar di nusantara saat itu.
 
Kerajaan dimaksud adalah, kerajaan Sriwijaya yang menguasai daerah pesisir dan didukung oleh wangsa Dapaha (Budha, Pasupata dan Hariti) dan kerajaan Kalingga lebih banyak menguasai daerah perkebunan. Umumnya wilayah kekuasaan kerajaan ini dinamai dengan menggunakan kata Kali dan masyarakatnya menganut faham (sekte) Kali dan Ganapati.
 
Dan, kerajaan lainnya adalah, Kerajaan Mataram yang masyarakat adalah pendukung sekte Siwa, Sora, Ganapati dan Sidhanta atau yang dikenal wangsa Siwa-Sogata.
 
Pada masa berkuasanya kerajaan-kerajaan tersebut, Bali merupakan ajang pertempuran bagi para ksatria-ksatria dari ketiga kerajaan dimaksud. Mereka menghendaki masyarakat yang ada di Bali tunduk pada ajaran sekte yang mereka anut.
 
Hingga suatu hari pada rahina Buda (Rabu,red) Kliwon wuku Dungulan tahun 882 masehi.Kerajaan Mataram melalui senapatinya Maya-Denawa berhasil menguasai Bali secara absolute. Wilayah kekuasaannya itu kemudian diberi nama Singamandawa (Singa=Penguasa, Mandawa= Brahma, Ghana, Budha dan Bhairawa).
 
Kerajaan Singamandawa dibawah kekuasaan Maya Denawa menguasai Bali hingga tahun 1265 Caka atau tahun 1341 masehi. Bali ditundukkan oleh ekspansi Majapahit dibawah komando Mahapatih Gajah Mada.
 
Sebagaimana dituliskan dalam Kekawin Nagarakrtagama karangan Mpu Prapanca, tahun 1265 Caka, Mahapatih Gajahmada dan Adityawarman memimpin tentara Majapahit menyerang Pulau Bali.
 
Setelah melewati Selat Bali dan Samudra Hindia, dua armada Majapahit mendarat di Bali selatan. Dua armada lainnya mendarat di Bali utara lewat Laut Bali. Tujuan mereka adalah keraton raja Bali, Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten, di daerah Bedahulu (Bedulu, Gianyar).
 
Pertempuran dahsyat pun pecah. Tentara Bali berupaya mempertahankan Bedahulu. Namun, tak mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Mereka justru bersimpati kepada tentara Majapahit karena perbuatan rajanya yang hina.
 
Seiring dengan gugurnya Maya Denawa pada rahina Buda Kliwon wuku Dungulan, wilayah Bali kemudian berada di bawah kekuasaan Majapahit. Keberhasilan Mahapatih Gajah Mada menguasai Bali disambut dengan penuh suka cita.
 
Masyarakatpun kemudian mengapresiasikan kemenangan ekspedisi Gajah Mada ke Bali dengan berbagai persembahan. Tak sedikit pula yang menghias pekarangan mereka mempergunakan hasil pertanian yang mereka miliki. Salah satunya, menancabkan bambu di depan pekarangan rumah mereka berhiaskan pala bungkah (umbi-umbian,red), pala gantung (buah-buahan,red) dan pala rambat (pala wija,red) atau yang kini dikenal sebagai Penjor.
 
Peristiwa tersebut tentunya berbeda dengan apa yang diketahui oleh para generasi Hindu saat ini. Dari cerita yang berkembang turun-temurun disebutkan bahwa Hari Raya Galungan diperingati sebagai kemenangan Dharma (kebaikan,red) melawan Adharma (kejahatan,red).
 
Pertanyaannya, apakah yang dimaksudkan sebagai si baik (dharma) adalah ekspansi Majapahit dan si jahat (adharma) adalah kerajaan Singhamandawa yang dalam hal ini Maya Denawa?.
 
Hingga kini belum ada seorangpun yang bersedia memberikan pendapat atas pertanyaan dimaksud. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat Hindu di Bali saat ini merupakan keturunan Majapahit.
 
Hal lainnya, doktrin hari raya Galungan merupakan peringatan kemenangan Dharma melawan Adharma telah diwariskan secara turun temurun. Bagi sebagian masyarakat Hndu di Bali beranggapan tidaklah terlalu penting mengerti hakekat sebuah hari raya. Yang utama adalah, persembahan yang dihaturkan merupakan wujud rasa syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Tulisan ini merupakan bukanlah sebuah kebenaran yang absolute melainkan sebuah pandangan yang mungkin perlu dikaji lebih mendalam lagi kebenarannya.
 
Ingatlah, memahami ajaran Agama Hindu tidak sebatas pada pelaksanaan ritual (upakara) semata, ada hal lain yang sangat penting untuk kita perdalam yakni, tatwa (filsafat) dan susila (etika).
 
Ketiga kerangka inilah yang menuntun kita  pada moksartham jagatdhgita ya ca iti dharma. (***disadur dari berbagai sumber***)
 
wartawan
I Wayan Sudarma
Category

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan, Ubah Jaminan Sosial Menjadi Modal Kemandirian

balitribune.co.id I Amlapura - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat dampak program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri setelah menerima manfaat jaminan sosial.

Baca Selengkapnya icon click

Ayodhya, Yogyakarta, dan Jalan Panjang Jembatan Peradaban India–Indonesia

Oleh: Ida Rsi Putra Manuaba

balitribune.co.id | DALAM perjalanan hidup saya, India dan Indonesia bukanlah dua negara yang terpisah oleh samudra. Keduanya adalah dua sahabat peradaban yang selama ribuan tahun saling menyapa melalui budaya, spiritualitas, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hari Kependudukan Dunia, Generasi Muda Harus Membentuk Diri Sejak Dini

balitribune.co.id | Denpasar - Menyambut hari kependudukan dunia pada 11 Juli 2026, Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali, DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE, M.Si meminta para generasi muda harus membentuk diri sejak dini menjadi generasi mandiri kedepan. Hal ini disampaikan Murjana Yasa pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 Tahun 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). 

Baca Selengkapnya icon click

Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani Apresiasi Program Prioritas BKKBN

balitribune.co.id | Denpasar - Anggota Komisi IX DPR RI, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang secara nyata menjawab kebutuhan masyarakat. Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong membantu keluarga beresiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan, serta kepedulian sosial bedah rumah. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

balitribune.co.id I Amlapura - Sejak beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di tingkat peternak di sebagian besar daerah di Indonesia anjlok cukup drastis. Hal ini juga dialami oleh seluruh peternak di Kabupaten Karangasem, salah satunya para peternak di sentra peternakan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click

Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII

balitribune.co.id I Bangli - Perhelatan  Penglipuran Village Festival (PVF) XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Kamis (9/7/2026) ditandai pelepasan burung ke udara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan festival yang telah masuk 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya ini, dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.