Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diduga Kelelahan, PMI Asal Jembrana Meninggal Dunia di Rusia

PMI
Bali Tribune / Ni Made Dwi Arya Wati (alm)

balitribune.co.id | Negara - Angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang meninggal dunia di luar negeri kini bertambah. Kali ini PMI asal Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Ni Made Dwi Arya Wati (36) meninggal di Rusia. Pihak terkait di Jembrana hingga kini masih menunggu informasi mengenai pemulangan jenazah korban.

Dari informasi yang diperoleh, Almarhumah Ni Made Dwi Arya Wati baru beberapa bulan bekerja di luar negeri. Ia bekerja di salah satu tempat spa di Rusia dengan kontrak kerja tiga tahun yang dimulai sejak 4 Agustus 2025. Ia diketahui telah berkeluarga dan meninggalkan dua anak yang kini berusia 18 tahun dan 15 tahun. Almarhumah dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Rusia, Sabtu (14/2/2026). 

Sebelum kejadian, korban sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan bahkan mengucapkan selamat Hari Valentine. Ia juga disebut sempat mengeluhkan kelelahan karena meningkatnya jumlah pelanggan. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Kota Saint Petersburg, setelah sempat pingsan saat tengah menjalankan aktivitas kerjanya sebagai terapis spa.

Saat itu almarhum tengah melayani tamu pasangan sekitar pukul 14.00 waktu setempat (17.00 Wita). Setelah turun dari tempat tidur terapi, korban sempat duduk sebelum tiba-tiba pingsan. Rekan kerja yang mengetahui kondisi tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit di Saint Petersburg. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.26 waktu setempat (18.26 Wita).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerprin) Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, saat dikonfirmasi pada Rabu (18/2/2026) membenarkan adanya laporan PMI asal Jembrana yang meninggal dunia di Rusia. Menurutnya dugaan sementara, almarhumah meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani aktivitas kerja yang padat, terlebih sedang memasuki musim ramai. 

Kabar duka tersebut menurutnya diterima pihak keluarga di Jembrana sekitar pukul 22.00 Wita di hari yang sama. 

“Informasi sementara yang kami terima dari pihak keluarga memang benar seperti itu. Yang bersangkutan bekerja sebagai terapis spa di Rusia. Namun untuk surat kematian resmi dari rumah sakit setempat belum kami terima. Kami masih terus update perkembangan informasinya,” ujarnya.

Dikatakannya pihak keluarga disebut telah menyatakan menolak dilakukan autopsi dan mengikhlaskan kepergian korban. Pihaknya masih menunggu kepastian informasi resmi terkait pemulangan jenazah almarhumah. Pihaknya juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak P3MI Bali. Hasil koordinasi dengan pihak terkait diperkirakan jenazah almarhum baru bisa akan tiba sekitar satu minggu ke depan.

Ia juga memastikan akan membantu proses penjemputan setelah tiba di Bali agar dapat berjalan lancar, sekaligus memberikan pendampingan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. 

“Kami masih menunggu informasi lanjutan untuk penjemputan di bandara, kami sudah berkoordinasi dengan RSU Negara untuk penyiapan mobil jenazah. Tinggal kepastian hari dan jamnya saja,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.