Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ditolak TAPD, Usulan Bansos Dewan Kandas

Bali Tribune / Anggota Fraksi Nasdem,Made Jayadi Asmara
balitribune.co.id | SingarajaAnggota DPRD Buleleng nampaknya akan gigit jari setelah usulan untuk mendapatkan jatah dana hibah/bansos di APBD Perubahan 2020 ditolak.
 
Tim TAPD Kabupaten Buleleng dibawah kendali Sekda Buleleng Drs Gede Suyasa menolak mentah-mentah usulan itu. Suyasa mengatakan, kondisi keuangan Buleleng tidak memungkinkan untuk merealisasikan program hibah/bansos. Terlebih masih banyak program yang lebih prioritas dan membutuhkan dana besar.
 
"Tidak ada anggaran bagaimana kita mau berikan hibah," tandas Suyasa usai rapat di DPRD Kabupaten Buleleng membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) tahun 2020,Rabu (26/8).
 
Keinginan anggota dewan untuk kembali mendapat alokasi dana bansos/hibah terungkap melalui anggota Fraksi Golkar, Nyoman Gede Wandira Adi. Ia mengatakan, pengalokasian dana hibah bansos dalam APBD Perubahan bisa dilakukan dengan menyisihkan sebanyak 10 persen dari total rancangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Perubahan. Dimana angka  yang dirancang sebesar Rp 332 miliar.
Wandira mengatakan, realiasasi anggaran yang diusulkan dalam masa reses anggota DPRD Buleleng, tertuang dalam Surat Keputusan Bupati.
 
"Dianggaran perubahan ini kami perpendapat perlu mengalokasikan anggaran hibah/bansos sebesar 10 persen dari total PAD yang dirancang dalam Perubahan APBD ini," kata Wandira.
Hal yang sama disampaikan anggota Fraksi Nasdem, Made Jayadi Asmara. Ia mengatakan, ditengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang kekurangan akibat pandemi Covid-19, bantuan berupa hibah /bansos sangat bermanfaat membantu masyarakat untuk memulihkan perekonomian masyarakat.
 
"Adanya pandemi ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat, kami berpendapat perlu untuk merealisasikan hibah bansos yang sudah kita fasilitasi dalam masa reses. Ini akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat kepada DPRD dan juga pemerintah daerah," ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna menganggap wajar usulan anggota dewan itu. Menurutnya, saat proses refocusing anggaran untuk penanganan COVID -19, sudah ada komitmen untuk meniadakan program hibah bansos di tahun 2020, namun akan dibahas di APBD Perubahan Tahun 2020.
 
"Kalau memang memungkinkan secara anggaran, kita harus berpikir realistis, kenapa tidak. Bagi saya semakin ada kegiatan uang turun ke masyarakat pasti akan ada perputaran ekonomi," ujarnya.
wartawan
Khairil Anwar
Category

Tabanan Kembali Berprestasi, Raih Apresiasi Sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif

balitribune.co.id | Tabanan - Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih "Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif" dalam Malam Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV bertema “Indonesia Bisa”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, kepada Bupati Tabanan, Dr.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Tabanan Minta Evaluasi Kinerja Perumda SS Sebelum Tambah Modal

balitribune.co.id | Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perumda Sanjayaning Singasana (SS) sebelum menyetujui tambahan modal. Evaluasi dirasa perlu untuk melihat secara transparan rekam kinerja dan arah bisnis perusahaan daerah tersebut sebelum menyerap anggaran daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Rekonstruksi, Polres Tabanan Rencanakan Pelimpahan Tahap Pertama Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id I Tabanan – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan berencana segera melakukan pelimpahan tahap pertama kasus penganiayaan terduga maling ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Pelimpahan tahap pertama atau berkas pemeriksaan terhadap para tersangka dalam kasus ini yang jumlahnya lima orang itu akan dilakukan setelah penyidik melaksanakan rekonstruksi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Geger! Data Pegawai Simpeg Pemkab Badung Diduga Bocor di Dark Web

balitribune.co.id | ​Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung digegerkan oleh isu dugaan kebocoran belasan ribu data pegawai akibat peretasan. Data dari Sistem Informasi Manajerial Pegawai (Simpeg) tersebut bahkan dikabarkan telah diperjualbelikan oleh peretas di situs dark web.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.