Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DPC PDIP Buleleng Laporkan Akun Penebar Berita Kematian Ketum PDIP Megawati

Bali Tribune / MELAPORKAN - Sejumlah kader PDI Perjaungan Buleleng di pimpin Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana mendatangi Polres Buleleng untuk melaporkan akun-akun yang dianggap menebar berita bohong atas kematian Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
balitribune.co.id | SingarajaInstruksi DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali untuk melaporkan akun-akun yang dianggap penyebar berita bohong aliasa hoax ditanggapi serius jajaran dibawahnya. Terbukti, hampir semua elit PDIP Buleleng kompak mendatangi Polres Buleleng, Selasa (14/9) untuk melaporkan sejumlah akun yang dianggap menebar berita bohong soal meninggalnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan. Dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Nyoman Sutjidra dan Sekretaris Gede Supriatna serta sejumlah elitnya tiba di Polres Buleleng sekitar pukul 09.30 wita.
 
Mereka langsung masuk keruang penyidikan setelah sebelumnya di sambut Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto. Dalam laporannya, sejumlah akun twitter dimasukkan dalam laporan, diantaranya akun twitter milik @JafarSalman23, @lcu663, @ibnupurna, @bobbyandhika7, @gandawan, @4ngelianaPutri, dan akun Instagram milik genocid.anon3 yang diduga secara tidak bertanggung jawab telah mengunduh berita yang diduga tidak benar dan bohong terhadap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ibu Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri. Bahkan ada diantaranya melalui flyer berkepala surat Palang Merah Indonesia Provinsi Jakarta dengan ucapan "Segenap Keluarga Besar PMI Provinsi Jakarta mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya "Foto Ibu Megawati Soekarnoputri."
 
Tidak hanya itu penyebaran berita yang diduga bohong (Hoax) tersebut juga diduga dilakukan oleh M Feri pada nomor 085727373061 dalam Whatsapp Group Mujahid Cyber, Yosep S Kusnadi pada nomor 085794107895 dalam Whatsapp Group Mutiara Qolbu, Bambang Sugiarto pada nomor 082129879918 dalam Whatsapp Group Bela Islam.
 
Selain itu, akun youtube milik Hersubono Point pada tanggal 09 September 2021 dengan judul konten "Ketum PDIP Megawati dikabarkan koma dan dirawat di RSPP" kemudian tanpa klarifikasi (cover both side) pada tanggal yang sama diduga diberitakan kembali oleh www.portal-islam.id dengan judul berita Megawati dikabarkan masuk ICU" kemudian secara tidak bertanggung jawab penyebaran yang diduga berita bohong tersebut menjadi viral di media sosial.
 
Sejumlah kabar bohong itu memantik kemarahan kader PDI Perjuangan dan secara kompak melaporkannya atas instruksi DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Dalam laporannya, Tim Hukum meminta agar kepolisian mengusut tuntas dugaan penyebaran kabar bohong terhadap Ketua Umum Megawati. Perbuatan yang dilakukan oleh akun- akun tersebut dianggap mencederai dan mengganggu harkat, martabat, kewibawaan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dan sangat disayangkan dan nyata pula menimbulkan keresahan bagi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di seluruh Indonsia dan khususnya di Provinsi Bali yang mana memiliki basis kader/massa yang sangat militan sampai ke akar rumput.
 
“Kami harap kasus ini diusut tuntas karana kabar bohong itu telah memantik keresahan hingga ke akar rumput,” ucap Agus Suradnyana yang juga Bupati Buleleng. Ia mengatakan, hendaknya semua pihak sebakinya menggunakan media sosial dengan benar dan menghindari penyalah gunaan yang membuat resah masyarakat. ”Berita-berita hoax tentu meresahkan dan itu inti pelaporannya,” tandas Agus Suradnyana.
 
Atas pelaporan itu, polisi menerbitkan surat bukti pengaduan bernomor: STP/206/IX/2021 dengan atas nama pelapor Putu Mangu Budiasa dan I Gede Odhy Busana. Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto membenarkan adanya laporan tersebut. Namun mengaku belum mengetahui detil terkait laporan DPC PDI Perjuangan Buleleng itu. ”Detil laporannya saya belum tahu karena ada kegiatan lain. Apa laporannya saya juga belum tahu sama sekali,” ucapnya. 
wartawan
CHA
Category

35 WNA India Tersangka Judi Online Dilimpahkan ke Kejaksaan

balitribune.co.id I Denpasar - Setelah melalui rangkaian penyidikan intensif yang menyita perhatian publik, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali akhirnya merampungkan penanganan kasus perjudian online lintas negara yang melibatkan 35 warga negara asing (WNA) asal India. Dalam perkembangan terbaru, seluruh tersangka resmi dilimpahkan ke pihak Kejaksaan pada Rabu (29/4/2026) untuk memasuki tahap penuntutan.

Baca Selengkapnya icon click

Ulah Konyol Bule Italia Berujung Deportasi

balitribune.co.d I Mangupura - Seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial GI (24) resmi dideportasi oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai setelah videonya viral di media sosial karena melawan petugas kepolisian di Denpasar.

GI dipulangkan ke negara asalnya pada Selasa (28/4/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute menuju Doha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tolak Gelar Ulang, Punglik: Perkara Sudah di Kejaksaan!

balitribune.co.id I Denpasar - Polemik dugaan penyerobotan tanah di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, kian memanas. Di saat perkara sudah memasuki pelimpahan tahap I ke Kejaksaan, muncul rencana dari Wassidik Bareskrim Polri untuk menggelar perkara ulang di Jakarta. Langkah ini langsung menuai kritik keras dari kuasa hukum pelapor, Nyoman Gde “Punglik” Sudiantara.

Baca Selengkapnya icon click

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.