Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Epistemologi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kabijakan Publik
balitribune.co.id | Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali telah menjadi sebuah wacana yang hangat dibicarakan dan didiskusikan oleh banyak orang dalam berbagai forum dan platform media. Luasnya perhatian publik tidak terlepas dari getolnya ikhtiar duet Pak Koster dan Pak Cok Ace mengimplementasikan isi dari visi tersebut ke alam nyata sehingga tidak ada gap yang cukup jauh antara das sein dan das solen, antara yang diimpikan pak Koster dan Pak Cok Ace dengan yang dilihat publik. Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru, yaitu suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru, Bali yang kawista, Bali yang tata-titi tentram kerta raharja, dan gemah ripah loh jinawi. Intinya visi ini ingin membangun sebuah tatanan kehidupan masyarakat Bali yang holistik, yakni kehidupan yang terencana, terarah, dan terintegrasi.
 
Pertanyaan kita adalah bagaimana epistemologi visi Nangun Sat Kerthi Bali sehingga ia muncul menjadi sebuah metode yang dipakai pak Koster untuk mewujudkan tatanan Bali Era Baru? Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita memahami secara singkat apa yang dimaksudkan dengan epistemologi. Para ilmuwan melihat epistemologi sebagai cara berpikir manusia dalam menentukan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan berbagai kemampuan yang tertanam di dalam dirinya. Jujun S. Suriasumantri meringkas pengertian epistemologi menjadi cara kita menyusun pengetahuan dengan benar. Epistemologi membantu menjelaskan bagaimana kita memperoleh pengetahuan dan bagaimana kita membuktikan kebenarannya. Dalam banyak kasus, tujuan akhir dari epistemologi adalah untuk menentukan apakah suatu pengetahuan dapat dianggap sebagai pengetahuan yang sah atau tidak. Dengan demikian, epistemologi bertujuan untuk membantu kita membedakan antara pengetahuan dan keyakinan yang tidak didasarkan pada bukti atau metode yang valid. Bisa disimpulkan bahwa epistemologi membantu kita untuk memahami hubungan antara subjek yang mengetahui dan objek yang diketahui.
 
Dalam konteks Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, secara epidemiologis, gagasan yang  komprehensif ini di digali oleh Pak Koster dari khazanah intelektual dan sosial Bali yang memiliki kandungan yang demikian kaya. Pak Koster melihat bahwa warisan para leluhur dan tetua di Bali berupa pengetahuan dan pengalaman adalah sumber energi yang dapat diperbaharui untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Dalam Dharma Wacana di Pura Desa Pekraman Banyuatis, Buleleng, 21 Maret 2019, Pak Koster menyampaikan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ia gali dari konsep-konsep warisan leluhur Bali di mana konsep-konsep tersebut diyakini telah menjaga keajegan dan keharmonisan Bali sekala dan niskala. Ketika menghadiri Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah  Majelis Umat Kristen Indonesia (DPW MUKI) Provinsi Bali pada Rabu 12 April 2023, Pak Koster kembali menjelaskan bahwa visi tersebut dielaborasi dari warisan leluhur yang ia anggap sebagai sumber kekuatan yang telah menjaga kesinambungan Bali hingga hari ini. Warisan leluhur yang telah menjadi kebudayaan yang adi luhung itu patut dijadikan landasan guna menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali. Formasi kebudayaan Bali yang adi luhung itu pun tak terlepas dari nilai-nilai Tri Hita Karana yang memiliki akar yang kuat di dalam kehidupan masyarakat Bali.
 
Di samping pada kebudayaan adi luhung yang ditinggalkan para leluhur, Pak Koster juga menyandarkan gagasannya pada nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Bung Karno tentang Trisakti. Ajaran Bung Karno yang disampaikan dalam pidato 17 Agustus 1964 memiliki tiga rumusan yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Bagi Pak Koster, ajaran Trisakti sangat relevan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali karena unsur pokok ajaran Trisakti Bung Karno ialah rakyat dan tanah-air sebagaimana juga unsur pokok dalam konsepsi Tri Hita Karana yakni manusia dan alam. Dalam pikiran Pak Koster, ajaran Trisakti Bung Karno layak dihidupkan dan ditumbuhkembangkan demi mengantisipasi perkembangan Bali di tengah massifnya perkembangan global. Manusia Bali yang hidup di era globalisasi dewasa ini penuh dengan tantangan yang bisa menggerus jati dirinya sehingga perlu disiapkan melalui penghormatan dan internalisasi atas nilai-nilai yang mengakar kuat dalam masyarakat. Itulah sebabnya visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat kental dimensi budayanya demi mengantisipasi perkembangan Bali di masa depan.
 
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berisikan sistematika yang runtut dengan alur yang dialektis, baik konsep maupun proses, serta berdimensi masa lampau, sekarang, dan akan datang. Bobot gagasan ini diperkuat dengan misi yang lengkap yang mencakup enam ranah strategis yakni pemuliaan para leluhur (Atma Kerthi),  manusia (Jagat Kerthi), laut (Samudera Kerthi), danau (Danu Kerthi), hutan (Wana Kerthi), dan diri sendiri (Jana Kerthi). Dengan demikian, program-program yang menjadi turunan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali saling melengkapi dan menciptakan kesinambungan sesuai dengan dimensi waktu yang ditetapkan. Sejauh ini, apa yang tergambar dalam rumusan sistematis visi tersebut telah dan sedang dikerjakan. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan atas visi tersebut dikontrol dan dilakukan dengan penuh tanggungjawab.
 
Akhirnya, visi besar yang komprehensif ini tentu saja akan menjadi warisan yang sangat berarti bagi masyarakat Bali di masa yang akan datang. Visi ini akan menjadi semakin meyakinkan jika para generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin Bali mulai menggunakannya sebagai sumber inspirasi di dalam membangun jati dirinya sebagai manusia Bali yang berkepribadian dalam kebudayaannya yang luhur.
wartawan
Umar Ibnu Alkhatab
Category

Kolaborasi Epik Ogoh-ogoh Gajah Buka D'Youth Fest 6.0

balitribune.co.id I Denpasar - Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah, karya ST Yowana Saka Bhuwana, Banjar Taensiat bersama Palawara Music Company dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” buka malam puncak Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 yang berlangsung di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (11/7/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Rumah Seniman asal Sukawati Terbakar saat Ditinggal Tampil di PKB

balitribune.co.id I Gianyar - Saat tampil di malam terakhir Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII, I Komang Ariawan sekeluarga mendapat kabar musibah. Rumahnya di Jalan Ciung Wanara, Banjar Palak,  Sukawati,  terbakar hebat Sabtu (11/7/2026) malam. Hampir seluruh bangunan berikut isinya  ludes terbakar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

RSUD Bangli Berhasil Tangani Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Sangat Rendah

balitribune.co.id I Bangli - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli berhasil menangani bayi lahir dengan berat sangat rendah. Lahir dengan berat badan hanya 700 gram, setelah menjalani perawatan selama 3,5 bulan berat badan bayi asal Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli naik menjadi  2,4 kilogram dan sudah perbolehkan pulang dari RSUD Bangli.

Baca Selengkapnya icon click

Penutupan PKB XLVIII Tahun 2026, Wali Kota Jaya Negara: Momentum Perkuat Ekosistem Seni Budaya Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Gubernur Bali Wayan Koster hadir pada Penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sekaligus Pembukaan Festival Seni Bali Jani Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar pada Sabtu (11/7/2026) malam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Vario EVO 160 Hadir di D’Youth Fest 6.0, Eksibisi Skutik Premium Paling Dinanti di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Astra Motor Bali, Main Dealer resmi sepeda motor Honda wilayah Bali, resmi menggelar Regional Public Exhibition New Vario EVO 160. Bertempat di Lapangan Puputan, Denpasar, eksibisi berskala regional ini berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Juli 2026, berkolaborasi dengan ajang kreatif anak muda Bali, D’Youth Fest 6.0.

Baca Selengkapnya icon click

LPAI Gagas Pembentukan SPARTA di Tingkat RT untuk Perkuat Perlindungan Anak

balitribune.co.id | Singaraja - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak mendorong Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Prof. Dr. Seto Mulyadi, untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Salah satu langkah konkret yang digencarkan adalah pembentukan organisasi SPARTA (Seksi Perlindungan Anak di Tingkat Rukun Tetangga).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.