Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Forum Perbekel Desa Terdampak Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi Tuntut Segerakan Ganti Untung

 tol Gilimanuk-Mengwi
Bali Tribune / JALAN TOL - Gambar tiga seksi atau bagian pembangunan ruas jalan tol Gilimanuk-Mengwi

balitribune.co.id | Tabanan - Forum Perbekel Desa Terdampak Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi menuntut agar proses ‘ganti untung’ (istilah lain untuk ganti rugi - red) segera dilaksanakan. Ganti untung yang dimaksud adalah bagi lahan-lahan milik warga yang terdampak pembangunan tol sepanjang 97 kilometer tersebut.

Forum tidak ingin mencampuri urusan skema atau regulasi yang dibuat pemerintah terkait rencana pembangunan tol tersebut. Entah tol itu akan masuk program pembangunan jangka pendek, menengah, atau panjang. Begitu juga urusan mekanisme pelaksanaan pembangunan maupun skema pembiayaannya.

Forumnya sebagai perpanjangan warga yang terdampak hanya menuntut kepastian mengenai ganti untung bagi masyarakat yang lahannya dipatok dan jadi lintasan tol. 

“Berikan masyarakat terdampak kepastian terhadap lahan-lahan mereka,” tegas Sekretaris Forum Perbekel Desa Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, I Gede Ari Wastika, Kamis (23/10/2025).

Ari menyebutkan hal itu saat disinggung perkembangan pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Perkembangan terbarunya pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Rencana jangka menengah itu ditetapkan ke dalam Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 12/2025. 

“Masalah pembangunannya, silakan, monggo, mau kapan. Yang penting bayar dulu. Bulan depan atau di 2026. Biar jelas dulu. Biar klir,” ujarnya.

Dengan demikian, sambungnya, proses ganti untung itu bisa berjalan dengan baik. Lahan warga yang terdampak dihargai dengan nilai wajar. “Jangan ganti buntung dan buntu seperti sekarang. (Nilai) untungnya juga yang wajar. Yang ideal. Sesuai harga jual lahan,” tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya kepastian mengenai ganti untung, masyarakat yang lahannya terdampak lintasan tol bisa lega. Namun, kenyataannya sampai sekarang, proses pembayaran terhadap lahan yang terdampak belum ada sama sekali. 

“Kalau sudah ada pembayaran, kami di Forum tidak akan bikin aksi seperti kemarin (tahun lalu). Ini sudah setahun lebih. Terakhir kami lakukan aksi (tuntut kepastian) pada 2024,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepastian ekonomi terhadap lahan yang terdampak rencana pembangunan tol itu merupakan inti persoalan yang ada saat ini. 

“Masyarakat (terdampak) mau menggarap tidak berani. Begitu juga yang bangunan, mereka mau menggunakan dengan leluasa tidak bisa. Mau perbaikan, kalau ada yang rusak, tidak berani juga,” ujarnya meringkas.

Bahkan Ari menyebutkan, masyarakat terdampak tol mulai skeptis dan apatis terhadap wacana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi yang sudah mulai mengemuka sejak 2023 lalu.

Menurutnya, sikap ini lantaran sampai sekarang realisasi atas ganti untung lahan mereka yang dipatok untuk lintasan tol belum ada. 

“Masyarakat sudah malas kalau diajak ngomong soal tol. Sudah malas juga mengadu. Mau mengadu ke siapa? Ke Presiden? Kejauhan,” pungkasnya. 

wartawan
JIN
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Bangli Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Provinsi

balitribune.co.id | Bangli - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli berhasil membongkar sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus jual beli bayi. Dalam kasus yang menggegerkan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan mengamankan empat orang bayi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pedestrian Gajah Mada Dongkrak Bisnis Lokal

balitribune.co.id | Denpasar - Sejumlah kawasan di Bali mulai melirik penataan ruang pejalan kaki dengan perbaikan jalur pedestrian, penataan kawasan, serta upaya pengendalian parkir liar. Setelah Pemerintah Kota Denpasar melakukan penataan di Kawasan Sanur, saat ini perhatian pemerintah tertuju pada Kawasan Heritage Gajah Mada untuk ditata kembali. 

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Dalami Dugaan Pencurian Modus Hipnotis di Ubud

balitribune.co.id | Gianyar - Dugaan tindak pidana pencurian dengan modus hipnotis yang oleh WNA  di wilayah Ubud didalami  m serius Satreskrim Polres Gianyar bersama Polsek Ubud. Bahkan secara marathon telah  telah melakukan penyelidikan selama  sepekan. Jejak kendaraan pelaku kini diidentifikasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.