balitribune.co.id I Denpasar - RSUD Wangaya Denpasar bersiap melakukan transformasi infrastruktur besar-besaran guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Proyek strategis ini diawali dengan pembangunan gedung poliklinik terpusat berlantai lima yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Mei 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, A.A. Ngurah Bagus Airawata, menjelaskan bahwa proses tender fisik akan dilakukan sepanjang bulan April. Pembangunan poliklinik terpusat ini sepenuhnya didanai oleh APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp100 miliar.
"Pengerjaan fisik RSUD Wangaya dimulai awal Mei mendatang. Saat ini fokus utama adalah pembangunan poliklinik terpadu lima lantai yang pengerjaannya akan dilakukan secara berkelanjutan," ujar Bagus Airawata, Selasa (31/3/2026).
Direktur Utama RSUD Wangaya, A.A. Made Widiasa, menambahkan bahwa keberadaan poliklinik terpusat ini bertujuan untuk menyatukan 34 layanan poliklinik yang sebelumnya tersebar di beberapa bangunan lama. Dengan sistem satu atap, aksesibilitas pasien yang memerlukan lebih dari satu layanan poli akan menjadi lebih efisien.
Ia juga memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan normal selama proses konstruksi dengan memanfaatkan ruangan lain yang telah disiapkan.
Selain poliklinik, RSUD Wangaya juga merencanakan pembangunan gedung rawat inap baru dengan kapasitas 400 tempat tidur. Berbeda dengan gedung poliklinik, proyek ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang direncanakan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2029.
Penggunaan skema KPBU ini memungkinkan pengembangan fasilitas penunjang lainnya, seperti gedung ICU, IGD, hingga rumah duka, tanpa membebani kapasitas fiskal Pemerintah Kota Denpasar secara langsung. Dengan langkah ini, pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan layanan unggulan rumah sakit diharapkan dapat terus dioptimalkan secara berkelanjutan.