Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Grand Final Jegeg Bagus Jembrana 2025, 10 Finalis Unjuk Kemampuan

jegeg bagus jembrana
Bali Tribune / JEGEG BAGUS - Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Jembrana 2025 Sabtu (25/5) malam diikuti masing-masing 10 peserta dari kategori jegeg maupun kategori bagus berlangsung antusias.

balitribune.co.id | Negara - Jegeg Bagus Jembrana 2025 sudah terpilih pada grand final yang digelar Sabtu (24/5) di Panggung Terbuka Ardha Candra Pura Jagatnatha Jembrana. Masing-masing 10 finalis kategori Jegeg maupun kategori bagus menunjukan kemampuannya sebagai duta pariwisata dan kebudayaan.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, akhirnya Pemilihan Jegeg Bagus Jembrana 2025 telah memasuki babak grand final pada Sabtu malam. Pemilihan duta pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jembrana ini, tahun ini mengangkat tema Pragati Yuva Pradhana. Peserta dari perhelatan tahunan ini adalah putra-putri Jembrana. Grand final kali ini diikuti oleh finalis yang masuk dalam 10 besar dari tahapan sebelumnya.

Baik 10 peserta kategori jegeg maupun 10 peserta kategori bagus ini sudah lolos pada berbagai tahapan pemilihan Jegeg Bagus Jembrana yang telah dilaksanakan sejak April lalu. Ketua Panitia Pemilihan Jegeg Bagus Jembrana 2025, Komang Rian Widiantara mengatakan seluruh finalis ini telah melalui berbagai tahapan seleksi termasuk sudah mendapatkan pembekalan dan pelatihan hingga babak puncak ini.

Dikatakannya Jegeg Bagus Jembrana merupakan mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan bidang pariwisata dan kebudayaan di Jembrana, baik dalam kebijakan, sosialisasi dan kompetisi dan berperan aktif meningkatkan sumber daya manusia Yowana Jembrana. “harapannya pemilihan Jegeg Bagus setiap tahun dapat melahirkan yowana Jembrana yang berkompeten untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Kepada para finalis Pihaknya pun mengucapkan selamat bergabung dalam keluarga besar Semeton Jegeg Bagus (Sejebag) Jembrana dan memberikan kontribusi dan dampak yang positif terhadap kemajuan daerah, “semoga para Jegeg Bagus 2025 ini dapat membawa organisasi Jegeg Bagus Jembrana semakin besar untuk dapat mengabdi sebagai duta pariwisata dan kebudayaan demi kemajuan Jembrana,” tandasnya.

Rangkaian grand final kali ini diawali dengan pemilihan finalis 6 besar. Para finalis yang merupakan pelajar SMA serta mahasiswa ini secara bergiliran menjawab langsung pertanyaan yang telah disiapkan dewan juri. Setiap peserta mendapatkan undian soal yang harus dijawab secara lisan. Finalis yang lolos 6 besar dari tahap ini memperebutkan posisi runner up I, II, III, IV, V serta Juara I Jegeg dan Bagus Jembrana.

Untuk menguji kemampuan para finalis 6 besar, para juri menilai dari jawaban atas soal yang diberikan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jembrana, Ni Nyoman Ani Setyawarini. Bupati Kembang menanyakan terkait hikmah yang didapat selama finalis mengikut seluruh tahapan seleksi. Sedangkan Ani Kembang menanyakan terkait iner beauty.

Dari tahapan akhir ini, Ni Luh Luna Cahaya Christie (17) berhasil meraih Juara I dan menyandang gelar Jegeg Jembrana 2025. Siswi SMA Negeri 1 Melaya ini memiliki sederet prestasi diantaranya Juara III Tingkat Kabupaten Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Biologi 2024, Bronze Medal of Annual English Olympiad. Finalis nomor urut 10 ini juga aktif di sejumlah organisasi baik di sekolah maupun organisasi kepemudaan.

Sedangkan Komang Abei Putra Dharma (16) berhasil terpilih menjadi Juara I Bagus Jembrana 2025. Siswa SMA Negeri 1 Negara ini memiliki sejumlah prestasi diantaranya Putra Smansa Negara 2024, Runner Up Duta Anak 2023 serta Juara I LKBB tingkat Kabupaten Jembrana. Baik Jegeg Luna maupun Bagus Abei selanjutnya akan mewakili Kabupaten Jembrana dalam ajang pemilihan Jegeg Bagus Bali 2025.

Sementara itu Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan pada grand final ini dewan juri sudah sangat objektif dalam melakukan penilaian, “dalam perjalanan waktu ke waktu kami melihat dewan juri sangat objektif. Ini yang kita harapkan,” ujarnya. Ia pun mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para finalis, “tahun ke tahun ajang Jegeg Bagus ini selalu penuh,” ungkapnya.

Ia mengaku mengetahui dinamika Jegeg Bagus Jembrana dari awal, “saya memahami romantika perjalanan aktifitas Jegeg Bagus ini. 2011 prekrutannya sangat sederhana, anggaran minim dan kegiatannya sederhana. 2012 mulai kita evaluasi dan kita laksanakan lebih baik. Bahkan sempat masuk 3 besar dan perjalanannya cukup baik hingga Juara 2 di Provinsi Bali. Harapan kami semakin baik, semakin kreatif,” ujarnya.

Jegeg Bagus kini dituntut memiliki wawasan yang lebih luas sehingga bisa berkontribusi dan berdampak positif di masyarakat, khususnya terhadap peningkatan kualitas SDM generasi muda Jembrana,“Yang terpenting tidak hanya menghasilkan duta pariwisata, tidak hanya menghasilkan juara untuk dipertandingkan di Jegeg Bagus Bali, tetapi harus bisa menciptakan karakter dan watak masyarakat Jembrana,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Kajari Edi Irasan: Kasus Perbekel Sudaji, On Proses

balitribune.co.id | Singaraja - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng Edi Irsan Kurniawan mengatakan kasus dugaan korupsi dana desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, dengan terlapor Perbekel I Made Ngurah Fajar Kurniawan, on proses. Kepastian itu ia sampaikan untuk merespon tudingan masyarakat yang menyebut kasus tersebut mandeg.

Baca Selengkapnya icon click

Pariwisata Bali Sedang Hadapi Jeda Alami Tahunan Jelang Libur Nataru

balitribune.co.id | Mangupura - Dewan Pembina Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali, Gede Ricky Sukarta menerangkan gambaran umum okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Bali menjelang libur akhir tahun. "Secara umum memang benar, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini kami melihat daily pick-up (angka pemesanan kamar yang masuk setiap hari) yang relatif lambat dibanding ekspektasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mahakarya Bertema Alam Menggunakan Bahan Bekas Dipamerkan di Sudakara ArtSpace

balitribune.co.id | Denpasar - Seniman Bali asal Tejakula Kabupaten Buleleng, Nyoman Handi Yasa menghadirkan mahakarya seni yang unik dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas pakai. Seni lukis yang menggunakan media dari kayu bekas dan ranting bekas salah satu upaya sang seniman menjaga lingkungan alam Bali ini tetap bersih. 

Baca Selengkapnya icon click

Praktisi dan Akademisi Buleleng Bedah KUHAP Baru

balitribune.co.id | Singaraja – Sejumlah praktisi hukum dan akademisi membedah pemberlakuan  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP Nasional yang akan berlaku mulai 2 Januari 2026. Dalam acara yang dikemas diskusi panel bertajuk Menilik KUHP dan KUHAP Baru digelar di Aula Kampus Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Jumat (19/12).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kolaborasi Pansus TRAP dan Pemkab Tabanan Tegakkan Aturan, Fokus Sejahterakan Petani

balitribune.co.id | Denpasar - Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan komitmennya menjaga kelestarian Kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, dari berbagai pelanggaran tata ruang dan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan serta sistem irigasi tradisional Subak.

Baca Selengkapnya icon click

PERJAKA Bajra Shandi Ajak Lansia Hidup Sehat dan Bahagia

balitribune.co.id | Denpasar - Sebuah komunitas sosial bernama Perkumpulan Jalan Kaki (PERJAKA) Bajra Shandi, resmi berdiri pada 25 Juli 2025. Komunitas ini hadir sebagai ruang kebersamaan bagi warga senior, khususnya mereka yang berusia 55 tahun ke atas, untuk menjalani masa lanjut usia secara sehat, bahagia, dan harmonis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.