Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Halal Bihalal, Pak Koster, dan Hubungan Ulama-Umara-Umat

Umar Ibnu Al-Khatab
Bali Tribune / Umar Ibnu Al-Khatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali menyelenggarakan halal bihalal bersama umat Islam yang dihadiri Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster (Pak Koster), halal bihalal yang bertajuk Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali itu juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dan sejumlah ulama berpengaruh di Bali, kehadiran Pak Koster mencerminkan kewajiban pemerintah untuk membangun kehidupan beragama yang moderat, mencegah konflik antaragama, dan memberikan perlindungan bagi setiap warga negara dalam melaksanakan ajaran agamanya, dan Pak Koster menyadari kewajiban penting itu sehingga beliau kerap hadir di tengah kegiatan yang dihelat organisasi keagamaan dan keumatan, termasuk pada kegiatan halal bihalal yang dihelat MUI tersebut, bagi MUI Bali, kehadiran Pak Koster di tengah umat sangat dirindukan, apalagi masih dalam suasana idul fitri, umat ingin mengakrabi pemimpinnya dan pemimpin ingin menyapa umatnya, bagaimanapun, halal bihalal adalah momen yang sangat tepat yang mempertemukan ulama, umara (pemimpin) dan umat (masyarakat), dan Pak Koster tampaknya memahami betul momentum itu sehinga ia tak sungkan meminta maaf atas apa yang telah ia kerjakan sebagai pemimpin dan meminta doa dan dukungan dari ulama dan umat guna menjalankan tugas-tugas yang telah menantinya.

Secara historis, halal bihalal adalah peristiwa silaturahmi yang khas nusantara yang di dalam sebagian literatur disebutkan bahwa hilal bihalal adalah solusi yang ditawarkan oleh ulama kharismatik NU, KH Wahab Hasbullah, kepada Presiden Soekarno untuk mempertemukan dan menyatukan para tokoh politik pasca revolusi untuk saling memaafkan, dan solusi praktis ala KH Hasbullah tersebut terawat sampai dengan hari ini, halal bihalal kemudian dianggap sebagai cara yang tepat untuk saling bertemu dan memaafkan, tradisi ini juga kemudian menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar individu, keluarga, dan komunitas, serta sebagai bentuk pengingat untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama, dan dalam konteks hubungan antar pemimpin dan umat, maka halal bihalal adalah momen paling emosional dan langka karena dalam momen seperti inilah seorang pemimpin bisa menyampaikan isi hatinya, bisa berbaur dengan umatnya, demikian pula sebaliknya, umat dapat mencurahkan isi hatinya pula, bisa melihat pemimpinnya dari dekat, bisa bersalaman tanpa rasa sungkan, sulit kita bayangkan bagaimana ulama dan umat bisa akrab dengan pemimpinnya, begitu pula sebaliknya, jika tidak ada momen semacam halal bihalal ini, pemimpin yang banyak kesibukan, yang waktunya dipadati oleh banyak agenda, tentu tidak mudah bagi umat untuk bertemu dengannya, kadang akibat itu, pemimpin merasa sepi, merasa jauh dari ulama dan umat, seakan-akan ia ditinggalkan oleh ulama dan umat.

Pak Koster menyadari bahwa seorang pemimpin harus dekat dengan ulama dan umat, beliau tidak mau kehilangan kontak dengan ulama dan umat yang dipimpinnya, oleh karenanya, di tengah kesibukan yang padat, beliau berupaya hadir dalam acara halal bihalal itu, di sanalah ia bisa bertemu ulama dan umatnya dan bisa membeberkan sejumlah program prioritas yang akan dikerjakannya sebagai pemimpin di Bali, dalam kesempatan memberikan sambutan, Pak Koster menyampaikan bahwa persoalan di Bali sangat banyak dan itu semua merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya tugas dirinya sebagai gubernur, karena itu, sebagai gubernur, ia optimis, jika semua pihak ikut andil menyelesaikan persoalan yang ada tersebut, maka tidak ada satupun masalah yang tidak bisa diselesaikan, baginya, Bali adalah rumah besar bersama yang harus adijaga bersama agar nyaman, tentram, dan berkemajuan, ia pun kemudian memberikan komitmennya untuk membangun dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada satu persatu dengan skala prioritas yang telah ia tentukan, misalnya, sampah, kemacetan, bule nakal, dan lain sebagainya, beliau minta doa dan dukungan agar ia bisa menuntaskan masalah-masalah itu, dan gayung bersambut, Ketua MUI Bali, KH Mahrusun Hadyono, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan Pak Koster itu, bagi MUI Bali, apapun yang bisa membawa kemaslahatan bagi umat, maka MUI Bali siap berkontribusi dan mendukung, apalagi kemaslahatan itu ingin diwujudkan oleh Pak Koster, tidak ada pilihan lain bagi MUI Bali kecuali mendukungnya dengan sepenuh hati.

Hemat kita, hubungan antara ulama, umara (pemimpin), dan umat harus selalu akrab, apalah artinya bagi umara dan umat, jika ulama tidak akrab dengan umara dan umat, keduanya akan kehilangan panduan moral dan etik, demikian pula apalah artinya umara, jika jauh dari ulama dan umat, ia akan kehilangan orientasi, dan demikianlah seterusnya, oleh karena itulah, hubungan yang akrab di antara ketiganya akan membuat semuanya berjalan dengan baik, seirama dan seiring, umat sejahtera karena ulama dan umara punya kepedulian, ulama terpandang karena umara dan umatnya menghormatinya, dan umaranya populis dan tulus bekerja karena ulama dan umat menopangnya, kekompakan di antara ketiganya akan membuat cita-cita pemajuan Bali itu akan terwujud dengan cepat, tetapi di atas segalanya, di antara ketiganya, meskipun memiliki kedaulatan, umatlah yang paling lemah, merekalah yang memberikan kehormatan dan kekuasaan kepada umara, namun merekalah yang paling banyak diabaikan, suara mereka kurang didengar, hak-hak mereka sering diselewengkan, demikian pula, merekalah yang memberikan kedudukan etis kepada ulama, namun kadang ulama kurang mewakili dan menyerukan aspirasi mereka, akhirnya umat berjalan sendirian, di sinilah, kita butuh ulama dan umara yang berintegritas, mengabdi kepada kemaslahatan umat.

Akhirnya, tradisi halal bihalal harus terus dipertahankan, khususnya dipertahankan di dalam hati sanubari ulama, umara, dan umat, bahwa meminta maaf dan memberi maaf tidak berbatas waktu, kapan saja bisa dilakukan, khususnya bagi para ulama dan umara, dan terlebih para umara, betapapun kita memiliki kuasa, kuasa itu tidak absolut, ada masanya, dan semua kuasa itu akan dipertanggungjawabkan, karena itu, halal bihalal  harus menjadi batu loncatan untuk meraih segala yang dicita-citakan, sekaligus memperkuat hubungan antara ulama, umara dan umat, dan kita berharap Pak Koster mampu memanfaatkan pertemuannya dengan para ulama dan umat untuk membangun hubungan yang simbiosis mutualistik demi Bali yang berkemajuan, sudah tepat bagi Pak Koster, dalam kesempatan halal bihalal itu, ketika beliau mengajak ulama dan umat untuk nindihin bumi bali secara bersama-sama, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 2 Juni 2025.

wartawan
Umar Ibnu Al-Khatab
Category

BPBD Karangasem Catat 29 Kejadian Bencana

balitribune.co.id I Amlapura - Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem, mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik. Di Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, pohon berukuran besar tumbang dan menghantam bangunan serta mobil Pick Up milik salah satau warga setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Dishub Badung Uji Coba Rekayasa Lalin di Jalan Raya Taman dan Kayu Aya

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan uji coba rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan Raya Taman dan Jalan Kayu Aya, Rabu (25/2/2026).

Kepala Dishub Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, menegaskan uji coba ini merupakan pengembangan perubahan arus lalu lintas dari wilayah Kerobokan Kelod yang kini diperluas ke Seminyak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kontrak Kini 5 Tahun, Kebijakan Bupati Karangasem Ini Kabar Gembira Bagi PPPK Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem menetapkan masa perpanjangan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Kesehatan dan Tenaga Guru selama lima tahun. Kebijakan yang diputuskan Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, ini menjadi kabar gembira bagi para PPPK yang sebelumnya hanya memperoleh perpanjangan kontrak satu tahun.

Baca Selengkapnya icon click

Tak Semua Laporan Terbukti, Panitia Luruskan Dugaan Pelanggaran Lomba Ogoh-Ogoh Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Panitia Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung menegaskan bahwa tidak seluruh laporan dugaan pelanggaran yang masuk terbukti kebenarannya. Hal tersebut terungkap dalam sesi klarifikasi terhadap sekaa teruna/yowana terlapor yang dilaksanakan di Dinas Kebudayaan, Puspem Badung, Rabu (25/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Darurat Ekologi Bali, Ratusan Mangrove Tahura Ngurah Rai Mati Serentak, Diduga Terpapar Limbah Kimia

balitribune.co.id | Denpasar - Ekosistem mangrove di kawasan selatan Bali, khususnya di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, tengah menghadapi kondisi yang disebut para peneliti sebagai darurat ekologis. Ratusan pohon mangrove di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara dilaporkan mati secara serentak pada awal 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.