balitribune.co.id I Denpasar - Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Sanur diproyeksikan melonjak tajam menyambut periode high season libur musim panas pada Juli hingga Agustus 2026. Saat ini, angka pemesanan (booking) kamar di kawasan tersebut dilaporkan telah menembus 70 hingga 80 persen.
General Manager Prama Sanur Beach Hotel, I Gusti Bagus Surya, mengungkapkan bahwa rata-rata pemesanan hotel di kawasan Sanur untuk dua bulan ke depan sudah menyentuh 75 persen. Khusus di Prama Sanur Beach Hotel, tingkat okupansi bahkan telah mencapai 80 persen.
"Tingginya animo wisatawan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata Bali, khususnya Sanur. Untuk dua bulan ke depan pasar sangat bagus karena faktor high season," ujar Surya, baru-baru ini.
Meski tren akomodasi positif, Surya mengingatkan bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi pariwisata Bali. Ia mendorong sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) untuk konsisten mengelola sampah secara mandiri, terutama dalam pemilahan limbah organik.
"Masalah sampah masih menjadi kendala, walau kini mulai terurai berkat sinergi seluruh stakeholder. Kami berharap Juli 2027 persoalan sampah ini bisa benar-benar rampung," tegasnya.
Di sisi lain, Surya mengapresiasi penataan estetika Sanur yang kian nyaman, termasuk rencana penerapan jaringan kabel bawah tanah guna mendukung konsep pariwisata berkelanjutan. Namun, ia juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang mulai berdampak pada penurunan pasar Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Pihaknya berharap ada fleksibilitas kebijakan agar sektor MICE tetap bergerak optimal.
Sebagai rekomendasi ke depan, ia menekankan pentingnya pembentukan forum komunikasi kawasan untuk memperkuat koordinasi antar-pelaku pariwisata. Forum ini diperlukan guna merumuskan standar kebersihan bersama, pengaturan lalu lintas, pembenahan parkir, hingga pengendalian pembangunan akomodasi yang berlebihan demi menjaga kualitas lingkungan Sanur.