balitribune.co.id | Denpasar - Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) Bali kembali menunjukkan komitmennya sebagai jembatan dialog dan solusi. Selain menggelar Talk Show bertema “Stigma, Tantangan, dan Solusi” yang dilaksanakan di Gedung Presisi Mapolda Bali pada Sabtu (14.2/2026) pagi, IKKES Bali juga menggelar budaya bertajuk “VOICE OF SUMBA dalam Spirit MARAPU dan KATAGA – Merajut Harmoni Sumba - Bali” di Warung Mina Peguyangan Denpasar, Sabtu (14/2/2026) malam.
Acara ini menjadi ruang ekspresi sekaligus momentum memperkuat identitas, kebersamaan, dan nilai luhur masyarakat Sumba di Bali melalui seni, musik, dan tarian tradisional. Panggung budaya semakin semarak dengan kehadiran, Yanto Marapu – Musisi reggae legendaris Sumba, Joni Agung – Musisi reggae legendaris Bali, Teka Roots (Maumere) dengan musik tradisional dan juga tarian kolosalnya, Julen MS, Voice of Sumba.
Kolaborasi lintas pulau ini menghadirkan getaran reggae etnik yang berpadu dengan nilai spiritualitas Marapu dan semangat Kataga—melahirkan energi persatuan yang kuat antara Sumba dan Bali.Pagelaran ini juga menampilkan tarian kolosal dari 4 Kabupaten di Sumba, dengan salah satu yang paling legendaris adalah Tarian KATAGA, tarian perang yang melambangkan keberanian, kehormatan, dan solidaritas.
"Spirit Marapu sebagai warisan kepercayaan leluhur dan Kataga sebagai simbol ksatria Sumba menjadi roh utama dalam pertunjukan yang menggugah rasa bangga dan cinta budaya," ungkap Ketua IKKES Bali, Fredik Billy.
Fredrik Billy menyampaikan melalui musik, melalui tarian kolosal dari empat kabupaten di Sumba, dan melalui kolaborasi luar biasa antara musisi Sumba dan Bali, menunjukkan bahwa budaya adalah jembatan. Budaya menyatukan, bukan memisahkan. Budaya merajut, bukan meretakkan.
"Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wujud nyata komitmen menjaga harmoni, mempererat persaudaraan, serta membangun citra positif masyarakat Sumba di Bali melalui jalur budaya," ujarnya
Menambah Spirit dari pegalaran ini hadir juga anggota DPR RI Komisi XIII Umbu Rudi Kabunang, Wakil Bupati Sumba Tengah, Sekda Sumba Barat, Sekda Sumba Timur, Asisten III Sumba Barat Daya, Ketum Flobamora Bali, tokoh masyarakat. "Dari Mina Peguyangan, suara Sumba menggema, menyatu dalam harmoni Bali, budaya bukan hanya warisan, tetapi jembatan persaudaraan," pungkasnya.