balitribune.co.id | Amlapura – Menjaga keselarasan hubungan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta, Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan prosesi Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem pada Senin (20/4/2026).
Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara Ida Betara Turun Kabeh (IBTK) di pura terbesar di Bali tersebut, sekaligus menjadi momentum bagi jajaran pemerintah untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin langsung rombongan didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar. Turut hadir dalam prosesi suci ini Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Pimpinan Perangkat Daerah (PD) lingkungan Pemkab Bangli,Para Camat se-Kabupaten Bangli Serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.
Suasana khidmat kian terasa saat puluhan anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangli ngaturang ayah (mempersembahkan bakti) melalui Tari Rejang Adri.
Tarian ini dibawakan di pelataran pura sebelum puncak persembahyangan dimulai. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, sebagai bentuk persembahan tulus ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Selain melaksanakan persembahyangan bersama (pemuspaan), Bupati Sedana Arta juga menghaturkan Dana Punia. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Besakih untuk mendukung keberlangsungan upacara serta pemeliharaan kawasan suci Pura Besakih.
"Bhakti Penganyar ini adalah momentum bagi kita semua, khususnya jajaran pemerintah, untuk memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat Bangli dan Bali pada umumnya," ujar Bupati Sedana Arta di sela-sela kegiatan.
Seluruh rangkaian prosesi suci ini dipuput (dipimpin secara ritual) oleh Ida Pedanda Gede Jelantik Putra Manuaba dari Geria Manuaba Nyanggelan Kaler, Kecamatan Tembuku, Bangli. Upacara berlangsung dengan khusyuk hingga seluruh tahapan persembahyangan selesai.