balitribune.co.id I Negara - Sekolah Sepak Bola (SSB) Star Kencana Jembrana dipercaya membawa nama daerah dalam ajang Turnamen Kerti Bali Soccer IV Tahun 2026 yang mempertemukan tim-tim sepak bola usia dini dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Meski berasal dari wilayah barat Pulau Dewata, semangat para pesepak bola muda Jembrana tidak surut untuk bersaing di level yang lebih bergengsi.
Dengan membawa semangat Makepung yang menjadi semangat juang khas Jembrana, para pemain muda tersebut siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan lawan-lawan dari berbagai daerah di Bali. Kontingen SSB Star Kencana sudah dilepas keberangkatannya pada Kamis (23/7/2026) di GOR Kresna Jvara Jembrana.
Para orang tua serta Pengurus KONI Jembrana hadir memberikan dukungan penuh kepada skuad yang akan berlaga membawa nama Kabupaten Jembrana ini. Ketua SSB Star Kencana, I Ngurah Arya Wiada, menyatakan seluruh pemain dalam kondisi siap menghadapi kompetisi. Sebanyak 14 pemain terbaik telah dipersiapkan untuk berhadapan dengan SBB lainnya yang menjadi perwakilan dari masing-masing daerah melalui proses latihan dan seleksi yang berlangsung secara intensif.
Menurut pelatih SBB yang telah melegenda ini, para pemain tidak hanya dibekali kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga penguatan mental agar mampu tampil maksimal saat menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Bali. “Kami menerjunkan 14 pemain cilik terbaik yang siap tampil habis-habisan. Secara fisik, taktik, dan mental, anak-anak sudah sangat siap bertanding. Kami mohon doa restu seluruh masyarakat Jembrana agar anak-anak kita mampu membawa pulang hasil terbaik,” ujarnya.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna yang juga menjabat Ketua KONI Jembrana saat melepas keberangkatan belasan talenta muda ini menyatakan keikutsertaan SSB Star Kencana dalam Turnamen Kerti Bali Soccer IV menjadi bukti anak-anak Jembrana memiliki potensi dan talenta yang mampu bersaing dengan daerah lain. Pihaknya memberikan motivasi kepada para pemain agar tampil percaya diri dan tidak gentar menghadapi ketatnya persaingan di tingkat provinsi.
Menurutnya, para pemain muda tersebut tidak hanya bertanding untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Jembrana. Ia meminta seluruh pemain menjaga sportivitas, kekompakan, serta menunjukkan mental juara dalam setiap pertandingan. “Mereka bertanding membawa nama besar Jembrana. Bermainlah dengan semangat pantang menyerah, jaga kekompakan antar lini, dan tunjukkan mental juara di setiap laga yang dilakoni,” tegas Wabup yang akrab disapa Ipat tersebut.
DIkatakannya keikutsertaan dalam Turnamen Kerti Bali Soccer IV tidak semata-mata berorientasi pada perolehan gelar juara. Ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan penting bagi para pemain muda untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan teknis, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini. Ipat menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini merupakan fondasi penting dalam pembangunan olahraga daerah dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan lahir lebih banyak pesepak bola muda berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Jembrana di tingkat yang lebih tinggi. Dukungan dari keluarga, sekolah, SSB, pemerintah, dan organisasi olahraga menjadi faktor utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan. “Pembinaan usia dini adalah fondasi vital. Kami berkomitmen mendukung pembinaan yang dilakukan SSB agar lahir talenta muda yang menembus level nasional,” tandasnya.