Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Isra Mi'raj

Bali Tribune

Oleh : Izarman

PADA suatu malam, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Jaraknya 1.507,9 kilometer, kalau ditempuh dengan pesawat terbang saat ini memakan waktu 1 jam 52 menit. Sebelum sampai ke Baitul Maqdis, Malaikat Jibril membawa Rasulullah singgah ke Madinah, Bukit Thursina, dan Bethlehem untuk melakukan shalat. Di Baitul Maqdis, Rasulullah mengimani shalat 125 ribu para Anbiya.

Di malam yang sama Rasullulah diberangkatkan oleh Allah dari Masjidil Aqsa ke Siratul Muntaha ditemani Malaikat Jibril menunggangi kendaraan cahaya bernama Buraq menemui Allah di langit ketujuh. Dalam perjalanan, di setiap lapisan langit Rasulullah bertemu dengan beberapa Rasul, sampai akhirnya berhadapan langsung dengan Allah. Dari pertemuan inilah Allah memerintahkan umat Islam melaksanakan shalat 50 waktu sehari semalam, yang kemudian atas permintaan Rasulullah diringankan menjadi 5 waktu.

Jika di zaman itu sudah ada medsos, niscaya berita tentang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan hoaks terbesar di abad ke-620 Masehi. Bisa dipastikan, Nabi terakhir ini menjadi korban bullying dari netizen kaum kafir Quraisy, bahkan orang yang sudah memeluk Islam sekalipun. Kabar itu beredar dari mulut ke mulut di Kota Mekkah. Dari setiap mulut orang yang mendengarnya terlontar ucapan tak percaya, terutama dari pentolan kaum Quraisy yakni Abu Jahal. Hanya Abu Bakar Siddiq, sahabat Muhammad yang langsung mempercayainya.

Ketika beberapa pengikuti Muhammad mendatangi kediamannya untuk menanyakan pendapatnya tentang kejadian yang tidak masuk akal itu, Abu Bakar Siddiq dengan yakin berkata:

"Apa keberatannya? Bahkan saya akan mempercayainya walaupun lebih dari itu. Saya mempercayainya mengenai berita langit yang diterimanya, baik di waktu pergi maupun ketika kembali.”
Peristiwa Isra, apalagi Mikraj memang tidak bisa dicerna dengan akal sehat. Di zaman millennial sekarang pun mustahil orang bisa mencapai langit ketujuh yang jaraknya jutaan tahun cahaya hanya dalam satu malam. Akal manusia tak mampu menjangkau kekuasaan Yang Maha Kuasa, zat yang tidak berbatas. Manusia yang serba terbatas hanya dibekali ‘keyakinan’ (iman) atas kekuasaan Yang Maha Tak Terbatas tersebut.

Namun jauh sebelum zaman Nabi Muhammad, Al-kitab telah mengabarkan tentang mukjizat nabi-nabi pilihan Allah. Ada kisah nabi Ibrahim yang tidak mati dibakar Raja Namrud, tongkat Nabi Musa yang membelah laut merah ketika dikejar Firaun, Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang mati, Nabi Yunus yang bertahun-tahun hidup di dalam perut ikan paus dan banyak kisah mukjizat nabi lainnya.

Ustad Abdul Somad (UAS) dalam ceramah terbarunya mencontohkan keajaiban Isra-Mikraj dengan mukjizat yang dimiliki Nabi Sulaiman. Termaktub dalam Al-quran, Nabi Sulaiman tidak saja bisa berbicara dengan hewan, tapi juga bisa memerintahkan angin dan jin. Dikisahkan, Ratu Bilqis di wilayah Yaman ingin berkunjung ke kerajaan Sulaiman di Sabak.

Nabi Sulaiman mengumpulkan para jin dan bertanya: “Siapa yang sanggup membawa kursi Ratu Balqis duluan ke kerajaan ini, sebelum Balqis dan rombongan sampai?” Jin Ifrit tunjuk tangan. “Berapa lama kau sanggup?” tanya Sulaiman.

“Sebelum kau tegak dari tempat dudukmu, kursi itu sudah ada di sini,” kata Ifrit.

Di akhir kisah memang kursi itu sudah ada sebelum Bilqis datang sehingga membuat sang ratu yang cantik itu tercengang-cengang.

Peristiwa Isra Mikraj menunjukkan kepada manusia bahwa kekuasaan Allah tak berbatas. Bahwa manusia hanyalah makhluk yang lemah. Hanya ketika hidup manusia bisa berbuat apa saja, tapi tak seorang pun sanggup melawan kematian? Kalau waktunya tiba, jangan harap bisa menggerakkan jari untuk membuat status di medsos, sebab mandi saja dimandikan orang lain. Kemudian dikafani dan diantarkan ramai-ramai ke kuburan.

Isra Mikraj merupakan perjalanan spiritual Rasullulah menghadap Allah. Sebagai pengobat kesedihan atas kemalangan yang menimpanya. Pada masa itu tekanan dan ancaman kaum Quraisy semakin massif. Sementara pada waktu yang hampir bersamaan dua orang yang berpengaruh serta melindungi Muhammad, yakni pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Dalam sejarah Islam, tahun ini disebut amul huzni (tahun kesedihan).

Allah memperjalankan Muhammad pada malam hari, bukan siang. Mengenai waktu ini dijelaskan Prof KH Nasaruddin UmarImam Masjid Istiqlal Jakarta (Republika 3/4/2019) bahwa yang lebih aktif di siang hari ialah unsur rasionalitas dan maskulinitas kita sebagai manusia untuk mendukung fungsi kekhalifahan di muka bumi. Sedangkan di malam hari, yang lebih aktif ialah unsur emosional-spiritual dan femininitas, untuk mendukung kapasitas kita sebagai hamba (’abid). Dua kapasitas manusia ini menjadi penentu keberhasilan hidup seseorang.

Peristiwa Isra-Mikraj mempunyai dua macam peristiwa. Pertama, perjalanan horizontal dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha. Kedua, perjalanan vertikal dari Masjid Aqsha ke Sidratil Muntaha (langit ketujuh). Perjalanan Isra mungkin masih bisa dideteksi dengan sains dan teknologi. Namun perjalanan Mikraj sama sekali di luar kemampuan otak pikiran manusia.

Wisata religi Rasullulah membawa perintah kewajiban umat Muslim untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Melalui shalat lima waktu dalam 24 jam, setiap umat Islam secara ruhani juga ‘mikraj ke siratul muntaha’ menghadap Allah. Di waktu-waktu yang telah ditentukan, ditinggalkannya kesibukan dunia dan menghadap Sang Khalik dengan menunaikan shalat. Dihadapkannya wajahnya ke kiblat (ka’bah), diagungkannya nama Allah dengan takbir (Allahuakbar), direndahkannya dirinya dengan rukuk. Lalu bersujud di atas sajadah sebagai simbol penghambaan, kehinaan, dan ketidakberdayaan. Mohon ampunan serta berdoa atas dosa dan kesalahan yang dilakukan.

Diantara dua sujud dipanjatkannya doa: Rabbill firli, wahamni, wajburni, war’faqni, warzuqnii, wahdinii, waafinii, wa’fuannii:  (Ya Tuhanku, ampuni aku, sayangi aku, tutuplah aibku, angkatlah derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk, sehatkan aku, maafkan aku). Sebuah doa pendek yang lengkap, sangat personal cerminan sifat khilaf dan salah manusia.

Sejatinya dengan melaksanakan shalat, seorang muslim menjadi paripurna lahir-batin, manusia teladan dalam bersikap, perbuatan dan perkataan. Bila shalatnya benar dan khusyuk, tidak semestinya umat Islam menjadi ancaman bagi lingkungannya. Tidak pantas ada bibit intoleran di hatinya, tidak muncul keinginannya melanggar aturan, tidak tergiur melakukan korupsi, serta tidak mudah mulutnya membuka aib saudaranya sendiri, apalagi menfitnah.

Shalat adalah sarana umat Islam untuk memperbaiki akhlaknya. Sarana itu tidak cukup hanya dipelihara, dijaga dan dirawat, tapi juga perlu di-upgrade dari waktu ke waktu. Meng-upgrade-nya dengan memperbanyak belajar dan menimba ilmu dari majelis pengajian, serta menjalin silaturahim dengan seisi dunia.  

Kesalehan dari kekhusyukan shalat tidak bisa diukur dari seberapa hitam jidat, seberapa panjang janggut, seberapa tinggi sorban, seberapa gamis baju, seberapa jingkrang celana atau seberapa dalam jilbab. Namun kesalehan dilihat dari seberapa ‘tunduk’ hidupnya kepada perintah Allah, serta seberapa bermanfaat hidupnya bagi orang lain. 

Perintah shalat yang diterima langsung Rasullulah dari Allah SWT bertujuan untuk mengajak umat berbuat baik dan mencegah/menjauhi kemungkaran. Hasilnya bisa dilihat dari sejauh mana umat Islam bisa menjalin hubungan baik dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan baik dengan manusia dan lingkungan (hablum minannas). ***

wartawan
redaksi
Category

Ngaben Masal Gratis di Jembrana Hemat Biaya Jutaan Rupiah

balitribune.co.id I Negara - Ratusan krama yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana antusias mengikuti program Ngaben Masal (Atma Wedana) Gratis yang menjadi salah satu dari 24 Program Unggulan Kembang - Ipat. Program ini terbukti menjadi angin segar bagi masyarakat karena mampu memangkas beban biaya upacara hingga jutaan rupiah.

Baca Selengkapnya icon click

Pandam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Adat Yeh Poh Manggis Karangasem

balitribune.co.id I Amlapura - Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Piek Budyakto, Rabu (29/7/2026) meresmikan jembatan garuda merah putih yang dibangun di Desa Adat Yeh Poh, Kecamatan Manggis, Karangasem. Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh anggota TNI dari Kodim 162 Karangasem bersama-sama masyarakat setempat secara bergotongroyong.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Transformasi Kerthi Bali Berlanjut, Pengembangan BMTH di Benoa Dipercepat

balitribune.co.id I Denpasar - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergi dalam pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) melalui kunjungan Tim Pelaksana Transformasi Kerthi Bali ke Pelabuhan Benoa, Rabu (29/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Tandatangani Prasasti Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Desa Adat Ambengan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung Menawa Ratna, Madasar Tawur Balik Sumpah Madyaning Utama di Pura Dalem Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, pada Rabu (29/7/2026). Yang menjadi Yajamana Karya Ida Peranda Putra Watulumbang dari Griya Gede Baha

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Damkar Denpasar Miliki Pompa Sisupit, Bisa Trobos Gang Sempit

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar kini memperkuat upaya penanganan kebakaran dengan menghadirkan pompa sisupit, alat pemadam portabel yang dirancang untuk menjangkau lokasi kebakaran di kawasan padat penduduk dan gang-gang sempit.

Baca Selengkapnya icon click

Upacara Ritual Memakuh Tandai Awal Pembangunan RSU Amlapura Empat Lantai Kapasitas 200 Kamar

balitribune.co.id I Amlapura - Satu Rumah Sakit Umum modern akan segera dibangun di bilangan Kota Amlapura, Karangasem, dan setelah tahap penataan lahan, Rabu (29/7/2026) bertepatan dengan Purnama Karo, Buda Paing Krulut, dilaksanakan upacara ritual Memakuh yang menandai awal pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Amlapura diatas lahan seluas 172 are yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Amlapura.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.