Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jalan Pengastian-Pendem Jembrana Amblas, Akses Warga Terputus

jalan Amblas
Bali Tribune / AMBLAS - Setelah sebelumnya sempat diterjang luapan banjir, kini ruas jalan Pengatisan-Pendem mengalami rusak parah setelah amblas pada Senin (29/9) malam

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini bencana banjir yang melanda Kabupaten Jembrana beberapa waktu lalu masih menimbulkan dampak. Kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir tersebut kini bertambah dan berdampak pada aktiftas masyarakat. Seperti pada ruas jalan Pengastian, Pendem yang sebelumnya tergerus banjir kini amblas.

Sebelumnya Perubahan iklim kini semakin terasa. Dampak cuaca ekstrim menjadi ancaman serius. Hajan dengan intensitas tinggi kerap mengguyur sejumlah wailayah di Bali termasuk Kabupaten Jembrana. Seperti Hujan deras yang mengguyur lebih dari 24 jam sejak Senin (8/9/2025) yang telah membawa petaka. Selain menelan korban jiwa, debit air sungai yang meningkat drastis tidak yang merendam permukiman warga di banyak tempat juga menimbulkan kerusakan infrasturktur.

Selain bangunan milik peribadi, banyak infrastruktur fasilitas umum yang luluh lanta. Salah satunya akses jalan. Seperti pada ruas jalan Pengastian–Pendem. Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Jembrana dengan Kecamatan Negara ini sempat tergerus luapan air sungai. Jalan yang berada di pinggir daerah aliran sungai (DAS) Tukad Ijogading ini kini kerusakan serius pada badan jalan. Bahkan kondisi jalan kini sudah amblas lebih dari setengah badan jalan.   

Selain selama ini dijadikan akses bagi mobilitas warga termasuk akses aktifitas perekonomian masyarakat seperti mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perternakan, ruas jalan ini juga merupakan akses jalan bagi siswa SD, SMP, dan SMA di wilayah Kecamatan Jembrana maupun Kecamatan Negara karena merupakan rute pintas yang lebih aman dibandingkan jalan nasional yang padat dan rawan kecelakaan. Kini setelah amblas warga harus melalui jalan pintas maupun jalur yang memutar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan pihaknya telah lama mengusulkan perbaikan pascabencana banjir. Namun saat itu kerusakan masih tergolong ringan. "Setelah longsor Senin (29/9) malam, kondisinya memburuk drastis. Hampir seluruh badan jalan habis. Setelah kami laporkan, Bapak Bupati memerintahkan agar langsung dilakukan pengecekan," ungkapnya.

Kini untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif di kawasan eks Hardys Land. Namun demikian, jalur alternatif tersebut memiliki keterbatasan, khususnya untuk kendaraan roda empat. Oleh karena itu, percepatan perbaikan akan menjadi prioritas utama. “Karena ini sifatnya mendesak, dan berkaitan dengan akses pendidikan serta keselamatan warga, proses pengajuannya sudah langsung kami proses. Kami berharap minggu depan sudah bisa mulai dikerjakan,” paparnya.

Sudiarta menerangkan bahwa Dinas PUPRPKP Kabupaten Jembrana telah melakukan estimasi biaya perbaikan yang dibutuhkan. Untuk memperbaikan ruas jalan yang jebol tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp461.720.000. Selain direncanakan anggarannya akan diambil dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Jembrana, ia menyatakan dengan keterbatasan anggaran di kabupaten, pihaknya juga akan mengajukan bantuan BTT tambahan dari Pemerintah Provinsi Bali. 

wartawan
PAM
Category

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Tegaskan Rp32,45 Miliar untuk Revitalisasi 94 Sekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32,45 miliar untuk merevitalisasi 94 satuan pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem pada Kamis (10/9/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.