Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Lebaran, Tarif Bus AKAP di Tabanan Melonjak 70 Persen

tiket mudik
Bali Tribune/ PEJUALAN TIKET - Suasana penjualan tiket bus AKAP pada sebuah loket di kawasan Terminal Pesiapan, Senin (23/2/2026).

balitribune.co.id I Tabanan - Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Pesiapan, Tabanan, melonjak hingga 70 persen menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kenaikan tarif ini dipicu oleh tingginya permintaan kursi serta penyesuaian tarif musiman untuk jadwal keberangkatan pada 16 hingga 18 Maret 2026 mendatang.

Lonjakan harga terlihat nyata pada rute tujuan Surabaya yang kini menyentuh Rp 400 ribu dari tarif normal Rp 290 ribu. Sementara itu, harga tiket rute Jakarta yang biasanya Rp 600 ribu kini menembus angka Rp 1 juta, bergantung pada kelas layanan yang dipilih. Salah seorang agen tiket di Terminal Pesiapan, Bello, mengonfirmasi bahwa kursi untuk tujuan Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta mulai menipis.

Penjualan tiket sudah mulai ramai diburu masyarakat bahkan sejak sepekan sebelum memasuki bulan puasa. “Paling banyak dicari keberangkatan tanggal 16 sampai 18 Maret. Untuk tanggal itu harga sudah naik, bahkan mendekati 70 persen dari tarif biasa,” ujar Bello, Senin (23/2/2026).

Tren pembelian saat ini didominasi oleh calon pemudik yang memesan untuk jadwal keberangkatan mendekati hari raya. Hal ini mengakibatkan kepadatan jadwal pada periode tertentu meskipun aktivitas keberangkatan di awal Ramadan masih tergolong sepi. "Awal puasa pembeli tiket memang ramai, tetapi keberangkatan sepi, lebih banyak mereka pilih berangkat antara tanggal 16 sampai 18 Maret atau jelang Lebaran," sebutnya.

Selain kenaikan harga, para agen juga harus melakukan penyesuaian jadwal karena Lebaran 2026 bertepatan dengan hari Pengerupukan di Bali. Kondisi ini membuat armada bus dijadwalkan berangkat lebih pagi agar sudah keluar dari wilayah Bali sebelum pembatasan aktivitas Nyepi diberlakukan. Di sisi lain, tingginya minat mudik membuat sejumlah calon penumpang memilih untuk membeli tiket jauh-jauh hari demi kepastian kursi. 

Langkah ini diambil guna menghindari risiko kehabisan tiket serta lonjakan harga susulan yang kerap terjadi mendekati hari keberangkatan. Trie Jumiati (45), warga asal Yogyakarta yang bekerja di Bali, mengaku tidak keberatan membeli tiket lebih awal meski harganya sudah melambung. “Saya beli sekarang karena takut tidak kebagian. Pengalaman sebelumnya, tiket mudik biasanya sudah habis bahkan seminggu sebelum puasa,” ungkap Trie.

wartawan
JIN
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.