Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jusuf Kalla: Jadikan Perbedaan Keyakinan sebagai Pemersatu Bangsa

Bali Tribune/Wapres JK saat menghadiri Dharma Santi Nyepi di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (6/3/2019) malam.

Balitribune.co.id | Denpasar  - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan perbedaan keyakinan dan agama masyarakat Indonesia bukan menjadi faktor pemecah belah bangsa, tetapi justru mempersatukan menjadi bangsa yang besar.

Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla (JK) dalam sambutan pada acara Dharma Santi Nyepi Nasional Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Sabtu (6/4) malam.

Menurut JK, tantangan bangsa Indonesia ke depan adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatnya. Ini dapat dicapai apabila ada kerja sama yang baik pemerintah, masyarakat dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tanpa pengetahuan tentu kita tidak bisa maju.

“Apabila masyarakat tidak bersatu, tentu kita tidak bisa belajar juga," katanya.

Di awal sambutannya JK sempat berkelakar dengan meminta masyarakat Bali memanggilnya “Made Jusuf”. Alasannya, dia merupakan anak kedua di dalam keluarga, yang mana kalau di Bali dipanggil Made.

"Saya juga mengucapkan terima kasih karena diberi baju yang bagus ini. Karena itu di malam ini saya bisa dipanggil Made Yusuf. Karena saya anak kedua, jadi Made Yusuf," canda JK yang saat itu mengenakan busana adat Bali dengan udeng warna merah.

Terkait dengan tema yang diangkat dalam Dharma Santi Nyepi Nasional ini yakni "Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019", menurut Wapres juga berkesesuaian dengan makna evaluasi diri dalam Nyepi.

"Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan, mempunyai makna sama dengan evaluasi Nyepi," ujar Wapres yang pada kesempatan itu juga mengenakan pakaian adat Bali dengan "udeng" atau ikat kepala berwarna merah itu.

Melalui pemilu, lanjut Jusuf Kalla, menjadi momentum evaluasi yang telah dilakukan pemimpin selama lima tahun. Jika hasil evaluasinya benar, maka akan dilanjutkan, namun jika tidak benar tentu harus dievaluasi kembali. Oleh karena itu, ia mengharapkan partisipasi umat Hindu dalam Pemilu 2019 sehingga tujuan untuk memajukan bangsa ini dapat tercapai.

"Dalam menghadapi pemilu, meskipun ada riak-riaknya, tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan bangsa ini. Bagaimana Indonesia aman, bagaimana Indonesia maju, bagaimana pendapatan masyarakat menjadi maju," ucapnya.

Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga, Gubernur Bali Wayan Koster, Forkompimda Bali, anggota DPR dan DPD RI Dapil Bali, para pemuka agama dan ribuan umat Hindu.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya juga mengajak umat Hindu untuk beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara pada 17 April mendatang dengan merdeka dan rasa gembira.

Mantan Pangdam IX/Udayana itu mengingatkan umat Hindu untuk tidak henti-hentinya belajar dan menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya.
Rangkaian Dharma Santi Nyepi Nasional kali ini juga dimeriahkan dengan sendratari garapan Institut Seni Indonesia Denpasar berjudul Swarga Rohana Parwa.

wartawan
izarman
Category

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Program JKN Jamin 29,7 Juta Kasus Penyakit Jantung dengan Pembiayaan Rp17,35 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.