Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kaesang Lantik Pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, Wayan Suyasa: Sing Menang Sing Jerih

PSI
Bali Tribune / PELANTIKAN - Ketum PSI Kaesang Pangarep bersama Ketua DPW PSI BalI Wayan Suyasa foto bersama ratusan pengurus DPP, DPW dan DPD PSI se-Bali disela-sela pelantikan, Sabtu (24/1)

balitribune.co.id | Mangupura - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali memulai era baru dengan ditandai terbentuknya struktur kepengurusan baru partai tersebut dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Bali.

Para punggawa partai berlambang Gajah itu bertempat di Kuta, Badung, Sabtu (25/1 ) secara resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep. Para pengurus yang dilantik meliputi pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali. I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD Golkar Badung dipercaya memimpin PSI Bali.

Ia tak sendiri, sederet politisi senior dari pentolan partai-partai besar di Bali ikut bergabung dibarisan mantan Wakil Ketua DPRD Badung yang juga mantan Cabup Badung itu.

Dalam acara pelantikan itu,,  Kaesang menyerahkan pataka partai sebagai simbol amanah kepada kepengurusan baru dan meminta mereka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti latar belakang beragam para pengurus yang berasal dari berbagai partai politik.

“Saya melantik saudara sekalian sebagai pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, saya serahkan pataka ini, ketua, saya titip PSI di Pulau Bali,” ujar Kaesang Pangarep.

Meskipun PSI saat ini belum sebesar partai-partai lain secara elektoral di Bali, kontribusi dan kerja nyata harus menjadi pembeda utama. Kaesang optimistis PSI Bali dapat melampaui target posisi keempat pada Pemilu 2029.

"Mungkin kita belum ada di parlemen, di Bali provinsi baru punya satu kader, di kabupaten/kota empat, tapi tidak masalah yang penting hati kita buat Bali selalu berikan yang terbaik, Bali harus jadi tempat yang baik untuk memelihara gajah,” katanya.

Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, menilai peluang PSI Bali untuk meloloskan kader ke DPR RI pada Pemilu 2029 terbuka lebar jika konsolidasi internal solid dan menghormati nilai-nilai lokal.

"Persoalan adat istiadat ini saya minta khusus dijaga jangan terjadi kesalahpahaman sejak awal, ini sangat mudah untuk kita di bully di media sosial, jadi jangan paling tahu, karena di Bali ada partai yang begitu kuat mengakar karena merawat itu,” timpal Ahmad Ali.

Sementara I Wayan Suyasa, yang memimpin DPW PSI Bali, menyatakan komitmennya untuk membawa PSI meraih kemenangan pada Pemilu 2029 dengan persatuan dan kerja sama seluruh jajaran pengurus.

“Kalau di Bali kita bicara puputan, artinya kita bersiap mati, ada bahasa sing menang sing jerih artinya sebelum menang kita tidak akan menyerah untuk bertanding, melawan teman-teman yang ada di partai lain,” kata Suyasa.

Mantan Ketua DPD Golkar Badung ini menegaskan bahwa kekompakan seluruh elemen PSI untuk mengetuk hati rakyat sangat penting untuk mendulang suara masyarakat Bali.

“Kami optimis PSI bisa masuk empat besar partai di Bali,” tegas politisi asal Penarungan Mengwi ini.

Selain itu pihaknya juga menargetkan bisa membentuk satu fraksi utuh di setiap kabupaten/kota dan provinsi. Kemudian membidik satu kursi DPR RI dari Bapil Bali.

"Kami siap menyambut kontestasi politik tahun 2029," tukasnya.

Sementara itu adapun deretan tokoh-tokoh senior dari partai besar di Bali yang secara resmi bergabung ke PSI Bali diantaranya I Putu Alit Yandinata (mantan kader PDIP), Made Edi Wirawan (mantan kader PDIP dan mantan Wakil Bupati Tabanan), dan I Ketut Badra (eks Ketua Fraksi Golkar).

Banyaknya kader partai besar yang merapat ke PSI ini bahkan diapresiasi Kaesan Pangarep. Putra bungsu Presiden ke 7, Jokowi, ini bahkan sempat goyun dengan menyentil nama Ketum Golkar Bahlil Lahdia karena kader beringin banyak berlabuh ke PSI.

"Izin Pak Ketum, kader-kadernya merapat ke PSI," kata Kaesang.

Kaesang optimis PSI bisa membentuk satu fraksi utuh di DPRD Bali pada Pemilu 2029. "Semuanya nggak ada yang tahu. Bisa jadi 2029 kita tiba-tiba jadi nomor satu di sini," katanya.

Rakorwil ini juga dihadiri elite DPP PSI, seperti Grace Natalie, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Ahmad Ali, dan Raja Juli Antoni.

wartawan
ANA
Category

Aksi Buang Sampah Sembarangan Kian Marak, Sungai Semakin Tercemar

balitribune.co.id I Negara - Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai. Masih rendahnya kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan usaha menjadi tantangan utama yang sampai saat ini terus ditangani secara intensif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banggar DPRD Denpasar dan Pemkot Bahas Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar menggelar rapat kerja membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Rapat kerja berlangsung di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ikuti Turnamen Kerti Bali Soccer, SSB Star Kencana Diminta Tak Gentar

balitribune.co.id I Negara - Sekolah Sepak Bola (SSB) Star Kencana Jembrana dipercaya membawa nama daerah dalam ajang Turnamen Kerti Bali Soccer IV Tahun 2026 yang mempertemukan tim-tim sepak bola usia dini dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Meski berasal dari wilayah barat Pulau Dewata, semangat para pesepak bola muda Jembrana tidak surut untuk bersaing di level yang lebih bergengsi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Jajaki Perluasan Kerjasama dengan Kota Fujisawa Jepang

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjajaki perluasan kerja sama dengan Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu.

Baca Selengkapnya icon click

Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Muatan Lokal 'Masolah' dan 'Magending'

balitribune.co.id I Denpasar - Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar dikenalkan dengan muatan lokal sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran di sekolah. Selain mata pelajaran Bahasa Bali, para siswa juga diperkenalkan materi 'masolah' (menari) dan 'magending' (bernyanyi) sebagai wahana pelestarian budaya dan tradisi sejak usia dini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.