Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kaki Bengkak dan Melepuh, Warga Miskin Dirawat di RSU Negara

Dewa Made Sutama (46) harus diopname di RSU Negara lantaran kakinya membengkak dan melepuh setelah digigit kelabang.

BALI TRIBUNE - Akibat tidak melakukan pengobatan secara medis, seorang warga tidak mampu, Dewa Made Sutama (46) asal Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Mendoyo mengalami pembengkakan pada bagian kaki kirinya setelah sebelumnya disengat kelabang. Kendati ia menjadi penerima bantuan iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun dengan keterbatasan ekonomi, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap ini setelah tersengat kelabang tidak melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan.  Nyoman Arniati (42) istri Dewa Made Sutama saat ditemui Kamis (25/10) di Sal D RSU Negara, mengatakan kalau suaminya disengat kelabang, Sabtu siang lalu saat mencari rumput di tegalan. Saat itu ia juga bersama suaminya di tegalan pinggir hutan tersebut. “Suami saya sedang nyabit rumput. Tiba-tiba ada binatang seperti kelabang masuk ke dalam sepatu boatnya. Saat melepas sepatu dia digigit," katanya.  Kendati suaminya sempat merasakan sakit setelah disengat kelabang, suaminya  hanya melakukan pengobatan seadanya di rumah yakni hanya mengoleskan minyak rempah pada luka bekas sengatan tanpa mendapatkan penanganan lebih lanjut. Harapannya, bisa langsung cepat pulih dan bisa pergi bekerja keladang, namun justru bapak dua anak ini kondisinya semakin memburuk.  Tiga hari kemudian kaki suaminya yang tersengat kelabang semakin membengkak dan tidak bisa berjalan. Suaminya sempat dilarikan ke Puskesmas II Mendoyo di Yehembang dan harus menjalani rawat inap beberapa hari hingga akhirnya Kamis (25/10) pagi harus dirujuk ke IGD RSU Negara dan kini menjalani rawat inap di Sal D akibat bekas luka sengatan di kakinya semakin membengkak. Bahkan, menurutnya berdasakan pemeriksaan dokter, luka bekas sengatan kelabang membuat kakinya infeksi.  Kaki suaminya yang membengkak itu kini tampak melepuh. "Kata dokter  kaki suami saya infeksi. Karena bengkaknya semakin besar akhirnya di rujuk ke RSU Negara, Kamis pagi. Kaki suami saya seperti melepuh," kata Arniati. Arniati yang mengaku masuk sebagai KK miskin dan keluarganya masih menumpang di rumah kerabatnya karena tidak punya rumah sendiri, kini mengaku sedih dan berharap kondisi suaminya bisa segera pulih dan bisa kembali bekerja ke ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  “Semoga suami saya bisa cepat sembuh agar kami bisa kembali bekerja. Sekarang sudah beberapa hari suami saya opname, saya tidak bisa bekerja sedangkan anak-anak setiap hari sekolah dan butuh biaya,” ungkapnya. Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan menjual hasil kebunnya saja. “Kami pas-pasan, hanya mengandalkan dari jual daun dan buah pisang, lombok dan sayur-sayuran yang ada di kebun, hasilnya memang seadanya saja. Sekarang kami bingung untuk bekal kami di sini dan anak-anak sekolah,” tandasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Gugatan Ditolak Dua Kali, Penjual Tanah di Jimbaran Tetap Dihukum Kembalikan Uang Puluhan Miliar

balitribune.co.id I Denpasar - Sengketa dugaan penipuan jual beli tanah di Jimbaran, Kabupaten  Badung kian memanas.

Pelapor berinisial SN melalui kuasa hukumnya I Made Ariel Suardana, SH, MH, menanggapi pernyataan kuasa hukum Bun Djokosudarmo yang sebelumnya disampaikan melalui hak jawab di sejumlah media. 

Baca Selengkapnya icon click

Dua Kecelakaan Maut Terjadi dalam Sehari di Selemadeg dan Selemadeg Barat

balitribune.co.id I Tabanan - Dua kecelakaan lalu lintas berujung maut mengguncang wilayah Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg dalam waktu kurang dari lima jam pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa tragis tersebut merenggut dua nyawa, termasuk seorang pelajar berusia 10 tahun yang tewas seketika di lokasi kejadian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Wajibkan Pegawai Absen Pakai Koordinat Rumah Saat WFH

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan mewajibkan ASN melakukan absen sesuai koordinat lokasi rumah saat Work From Home (WFH).

Upaya ini dilakukan untuk mencegah WFH disalahgunakan menjadi libur panjang tiap akhir pekan. Aturan ketat ini diberlakukan untuk memastikan pegawai tetap menjalankan tugas dinasnya dengan produktivitas tinggi meski bekerja dari rumah setiap Jumat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sekda Bangli Warning ASN, Wajib Melaporkan Kinerja Saat WFH

balitribune.co.id I Bangli - Memasuki kali kedua pelaksanaan Work From Home (WFH) yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Pemkab Bangli mengeluarkan warning kepada pimpinan OPD dan ASN. Pasalnya  WFH tidak serta merta ASN libur. Melainkan tetap bekerja dari rumah. Demikian ditegaskan Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Kamis (16/4/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.