Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kartini Muda di Jalur Organik

petani muda
Bali Tribune / Ni Putu Meilanie Ary Sandi

balitribune.co.id | Tabanan - Ni Putu Meilanie Ary Sandi yang saat ini usia 22 tahun dan telah lulus perguruan tinggi (Sarjana) merupakan salah seorang petani muda di Kabupaten Tabanan. Kendati sempat merasa minder karena menjadi petani diantara teman-temannya yang sebagian besar memilih bekerja di sektor pariwisata, namun tidak pernah berkeinginan untuk berhenti bertani. "Karena saya menyadari sekarang ini terjadi krisis pangan, makanya saya tidak berhenti menjadi petani," katanya saat ditemui di kebunnya di Tabanan beberapa waktu lalu. 

Ia pun mengajak generasi muda seusianya agar mempunyai ketertarikan terhadap dunia pertanian. Selain bermanfaat untuk menjaga lingkungan karena menekuni pertanian organik, dengan bertani ia meyakini tidak akan terkena imbas dari krisis pangan. "Kalau sadar akan hal itu (manfaat bertani) pasti yang lainnya, baik senior saya dan seusia mau bertani," ujar Meilanie.

Ia tertarik di dunia pertanian organik karena sejak kecil sudah terbiasa bersama orangtuanya berkebun dan membuat pupuk dari limbah sapi. Saat ini, Meilanie bersama ayahnya mengolah pertanian organik milik sendiri di lahan seluas setengah hektare di Baturiti, Tabanan. 

Di Hari Kartini Tahun 2026 ini, ia berharap bisa menularkan bakat bertani organik kepada teman-teman dan perempuan-perempuan Bali lainnya. "Para Kartini-Kartini muda seusia saya dan yang telah senior, saya sangat berharap ayo meneruskan giat bertani. Bertani tidak harus kotor ada teknologi segala macam. Ayo kita bertani," katanya. 

Meilanie mengaku senang menjadi petani muda masa kini yang hasil pertanian organiknya mampu menembus restoran. Selain memasok sayur untuk kebutuhan di sejumlah restoran, ia pun memasarkan hasil panennya melalui media sosial. "Jadi petani karena senang. Saya juga tidak menyangka kalau saya juga akan menjadi seorang petani sampai saat ini di usia yang sekarang yang ke-22 tahun masih menjadi seorang petani," jelasnya.

Ia menuturkan, secara pribadi sudah menyukai dan penasaran untuk terjun menjadi petani. "Saya penasaran pertanian itu seperti apa. Akhirnya setelah tekun dan fokus bertani saya merasakan ternyata bertani seseru ini. Dengan bertani kita bisa panen dari lahan sendiri, tidak beli pupuk karena membuat pupuk sendiri. Oh ternyata kita bertani bisa menekan biaya. Memang sih perlu modal untuk saat persiapan bertani mulai dari pengolahan lahan dan perawatan. Nah bagian yang paling asyik itu saat jual hasil panen, kebetulan permintaan pasar juga pas dengan kondisi di kebun dan memenuhi untuk kontinuitas produksi," paparnya.

wartawan
YUE
Category

Lestarikan Tradisi, WHDI Edukasi Pakem Banten Otonan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Kali ini, pelatihan menyasar ibu-ibu PKK di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Jemaah Haji Denpasar Bertolak ke Surabaya, Tertua Usia 83 Tahun

balitribune.co.id I Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas secara resmi rombongan calon jemaah haji asal Kota Denpasar Tahun 1447 Hijriah di Terminal Ubung, Jumat (8/5/2026) sore. Sebanyak 261 jemaah bertolak menuju Embarkasi Sukolilo, Surabaya, sebelum terbang ke Tanah Suci.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemuda Jembrana Maju Seleksi Paskibraka Nasional

balitribune.co.id I Negara - Kabupaten Jembrana kembali mencatatkan prestasi gemilang. Salah seorang anak muda Jembrana, Kadek Pandu Ari Capriano berhasil lolos untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribraka) Nasional/Pasnas. Pemuda asal Melaya ini kini telah dinyatakan lolos sebagai salah satu kandidat dari tiga peserta seleksi Paskibraka Nasional asal Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya icon click

50 Bhikkhu Internasional Mulai Thudong dari Buleleng Menuju Borobudur

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 50 bhikkhu atau bhante dari berbagai negara memulai perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 atau thudong dari kawasan Vihara Brahmavihara Arama, Banjar, Buleleng, Sabtu (9/5/2026) pagi. Perjalanan sejauh kurang lebih 666 kilometer ini dilakukan menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka mengikuti perayaan Waisak 2570 Buddhist Era.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lansia Hilang di Batukaru Ditemukan Meninggal di Kedalaman 100 Meter

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan I Made Dibia, lansia usia 84 tahun dari Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Batukaru akhirnya ditemukan pada Sabtu (9/5/2026).

Lansia tersebut ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di jurang dengan kedalaman sekitar seratus meter. Jenazahnya sebenarnya sudah ditemukan pada Sabtu (9/5/2026) siang, sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.