Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Karya Ngusaba Kedasa Usai, Krama Batur Haturkan Bhakti Pepranian

Bupati
Bupati I Made Gianyar bersama sejumlah pejabat penting Bali lainnya saat tangkil serangkaian pelaksanaan ritual ngaturang pepranian di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli belum lama ini.

BALI TRIBUNE - Krama Desa Pakraman Batur, Kintamani Bangli belum lama ini ngaturang bhakti Pepranian di Pura Ulun Danu desa setempat.  Ritual itu dilaksanakan serangkaian Karya Ngusaba Kedasa Icaka 1940 yang berlangsung di pura tersebut. Berpusat di areal madya mandala Pura Ulun Danu Batur, ritual tersebut dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, Senator DPD RI Shri I G.N. Arya Wedakarna, Kabiro Kesra Setda Provinsi Bali A.A. Geriya, Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Bangli. Menurut manggala karya, Jro Gede Batur Duhuran, ritual bhakti pepranian merupakan wujud syukur sekaligus permohonan maaf kehadapan Ida Bhatara, bilamana selama Ida Bhatara nyejer, ada kekurangan ataupun kesalahan. “Sebagai manusia, tentu kita tidak bisa lepas dari kesalahan. Apalagi Pujawali Ngusaba Kedasa merupakan karya yang besar. Tentu ada saja kekurangan atau yang terlewatkan. Jadi bhakti pepranian merupakan sarana kita memohon maaf kepada beliau, seraya memohon agar Ida Bhatara memberikan keselamatan dan kesejahteraan untuk alam semesta beserta isinya,” ucapnya. Ia menambahkan, pada pelaksanaan ritual itu dihaturkan persembahan yang terbaik kehadapan Ida Bhatara seperti ajengan, lauk pauknya, dengan pale bungkah dan pale gantungnya. Adapun makna persembahan itu lanjut Jro Gede Batur untuk kerumaketan (kebersamaan,red) antar sesama dan memohon agar Ida bhatara menganugrahkan keselamatan dan kesejahteraan untuk semua umat. “Semua yang terbaik yang kita miliki yang dihaturkan. Setelah dihaturkan, bhakti ini kita tunas bersamaan dengan keluarga,” lanjutnya. Lebih jauh Jro Gede Batur menuturkan, usai prosesi tersebut ritual dilanjutkan dengan bhakti perang-perangan Tari Baris Jojor dan Tari Baris Gede. Dalam Bhakti ini, Tarian Baris Jojor dan baris Gede, masing-masing dimainkan oleh dua orang yang bergerak dari arah yang berlawanan (utara dan selatan), setelah bertemu ditengah-tengah, penari ini akan menemukan merta. “Disini perang yang dimaksud, bukan perang yang sebenarnya. Hanya perang simbolis saja. Bahwa untuk mencari kesuksesan harus berproses dengan kerja keras,” imbuhnya sembari menyebutkan makna tarian adalah, setiap prestasi haruslah diawali dengan usaha atau proses. Usai tarian prosesi dilanjutkan dengan bhakti matiti suara yakni, mengimplementasikan bisama (pesan,red) Ida Bhatara agar warga senantiasa berbuat baik. “Bisama Ida Bhatara, kalau kita berbuat baik, pasti hasil yang akan kita terima juga baik,” kata Jro Gede Batur. Usai ritual metiti suara dilanjutkan dengan ritual nuwek bagia pule kerti, pralina sampian, bhakti petetingkeb, mendem bagia pule kerti dan Ida Bhatara ngeluhur atau mesineb. Pada kesempatan yang sama Bupati Bangli, Made Gianyar menyampaikan apresiasi serta berharap,  melalui ritual tersebut Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur memberikan keselamatan dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia. Bupati Made Gianyar juga mengimbau umat se-dharma yang tanggkil ke Pura Ulun Danu Batur agar selalu berhati-hati dalam berkendara serta mematuhi intruksi dari pihak yang berwajib demi keamana dan kelancaran dan menghindari macet. “Mengingat kondisi jalan yang sempit dan lahan parkir yang terbatas, kita menghimbau masyarakat yang tanggkil, agar selalu mematuhi intruksi dari pihak yang berwenang, untuk keamanan, kenyamanan utamanya menghindari macet,”pungkasnya.

wartawan
Release
Category

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Berikan Penghargaan Tertib Administrasi, Wabup dan Ketua WHDI Badung Serahkan Akta Kematian

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dan humanis dengan melayat ke rumah duka almarhum Sang Bagus Nyoman Arka di Jalan Poppies Line II, Gang Ronta, Banjar Pering, Kuta, Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengenal Tradisi Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate Badung, Layaknya Tarik Tambang Tapi Talinya 'Bun Kalot'

balitribune.co.id I Mangupura - Mengawali hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, warga Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Mbed-Mbedan, Jumat (20/3/2026). Tradisi unik yang menyerupai permainan tarik tambang ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.