balitribune.co.id | Denpasar - Upaya membangun komunikasi publik yang terbuka, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menumbuhkan budaya integritas, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali memperkuat kemitraan dengan insan media melalui kegiatan "Media Connect"
"Media Connect menjadi ruang dialog yang mengedepankan keterbukaan, kolaborasi, dan saling bertukar gagasan mengenai berbagai program prioritas Kementerian Agama, pelayanan publik, penguatan kerukunan umat beragama, serta tantangan komunikasi publik di era digital," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, di Denpasar, Senin (3/8/2026).
Kegiatan bertema "Kolaborasi Kemenag Bali dengan Media untuk Harmoni Umat dan Budaya Integritas" itu dihadiri pimpinan Kanwil Kemenag Bali, insan media, serta pengelola kehumasan Kementerian Agama kabupaten/kota se-Bali.
Sunartha mengatakan media merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kepercayaan publik. Menurut dia, berbagai program pemerintah akan memberikan manfaat lebih luas apabila informasi disampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
"Karena itu, kami menilai sinergi antara pemerintah dan media menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan maupun pelayanan public," tuturnya.
Dalam forum tersebut, Kanwil Kemenag Bali juga memaparkan transformasi kelembagaan yang terus dilakukan. Selain memberikan pelayanan keagamaan, Kementerian Agama kini memperkuat pelayanan publik, pendidikan, kerukunan umat beragama, reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan karakter bangsa.
Kanwil Kemenag Bali turut menyampaikan sejumlah capaian, antara lain predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Pelayanan Publik Prima, pengembangan layanan digital, serta berbagai prestasi yang diraih satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali.
Sepanjang 2026, Kanwil Kemenag Bali menjalankan sejumlah program yang menyentuh langsung masyarakat, di antaranya "SERAMBI BALI" sebagai layanan pada momentum keagamaan dan arus mudik serta "KARUNA BALI" yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat. Kedua program tersebut dikembangkan sebagai layanan berkelanjutan.
Selain itu, peserta juga memperoleh paparan mengenai implementasi Asta Program Prioritas Menteri Agama di Bali yang mencakup penguatan Ekoteologi, Kurikulum Cinta, program Widyalaya melalui sinergi dengan ATR/BPN, penguatan kerukunan umat beragama, hingga berbagai program kemanusiaan.
Di bidang reformasi birokrasi, Kanwil Kemenag Bali terus memperkuat budaya integritas melalui pembangunan Zona Integritas, peningkatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut didukung dengan pelatihan bagi petugas pelayanan, termasuk pelayanan prima, bahasa isyarat, pelayanan bagi kelompok rentan, serta "Basic Life Support" (BLS).
Kanwil Kemenag Bali juga memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), BP4, Pengadilan Agama, ATR/BPN, Densus 88, Telkom Indonesia, perguruan tinggi, rumah sakit, serta organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
"Melalui Media Connect, kami berharap kolaborasi dengan media semakin erat sehingga penyebarluasan informasi publik dapat dilakukan secara cepat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung penguatan literasi publik serta kerukunan umat beragama di Bali," pungkas I Gusti Made Sunartha.