balitribune.co.id | Bangli - Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu dan fluktuasi pasar keuangan, investasi emas kembali menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset. Terlebih, investasi emas kini tidak lagi identik dengan modal besar. Ruang ini dimanfaatkan oleh PT BPR Bank Daerah Bangli dengan meluncurkan program investasi emas.
Lewat program ini, masyarakat dapat mulai menabung emas dengan nominal ringan sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya membangun aset sebagai bentuk perlindungan terhadap inflasi.
Direktur PT BPR Bank Daerah Bangli, Ir. I Made Astawa, MM, mengatakan bahwa pihaknya baru saja secara resmi menghadirkan inovasi anyar berupa peluncuran skema promo kredit investasi emas. Menurutnya, langkah ini diambil guna memberikan alternatif investasi yang aman (safe haven) sekaligus terjangkau bagi masyarakat luas.
"Program investasi emas ini merupakan pengembangan dari produk Kredit Mengatasi Masalah (KMM) yang sudah ada sebelumnya. Emas adalah instrumen paling stabil. Karena itu, kami hadirkan skema baru investasi emas dengan suku bunga promo yang sangat kompetitif, yakni hanya 8 persen per tahun atau sekitar 0,66 persen per bulan. Promo ini hanya berlaku sampai bulan Desember mendatang," ujarnya pada Senin (3/8/2026).
Kata direktur asal Desa Peninjoan, Tembuku, ini, peluncuran inovasi produk tersebut tidak lepas dari kearifan lokal dan tradisi masyarakat Bali secara turun-temurun. Sejak zaman dahulu, para penglingsir (orang tua/leluhur) di Bali sudah terbiasa menyisihkan uang mereka dalam bentuk simpanan emas sebagai pelindung nilai keuangan keluarga.
"Nilai emas cenderung terus meningkat dalam jangka panjang dan terbukti tahan terhadap dampak inflasi. Selain itu, membeli emas secara kredit juga menjadi sarana edukasi finansial agar masyarakat lebih terarah dalam mengelola keuangan daripada sekadar memegang uang tunai yang cepat terpakai," ungkapnya.
Selain itu, keunggulan utama yang ditawarkan dari program ini adalah jaminan transparansi harga. Bank Daerah Bangli telah menjalin kerja sama resmi dengan Galeri 24, anak perusahaan PT Pegadaian. Melalui integrasi ini, harga emas ditentukan secara real-time sesuai acuan resmi saat nasabah melakukan pengajuan investasi.
"Setiap pagi kita menerima pembaruan harga resmi dari Galeri 24. Begitu nasabah sepakat dengan harga pada jam tersebut, kita kunci di sistem (by system). Serahkan uang muka dan investasi ditandatangani. Harga tidak akan berubah lagi meski harga pasar sore harinya naik. Ini memberikan kepastian dan kepuasan bagi nasabah," jelasnya.