Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kemungkinan Terburuk, Pilgub Bali Digelar 2020

I Gusti Putu Artha
I Gusti Putu Artha

BALI TRIBUNE - Mantan Komisioner KPU RI, I Gusti Putu Artha memrediksi potensi Pilgub Bali 2018 akan ditunda cukup tinggi. Hal ini menyusul status awas Gunung Agung, yang disertai fakta bahwa lebih dari 100 ribu warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung sedang mengungsi.

Dari pengalaman selama ini, menurut dia, ada tiga kemungkinan yang terjadi terkait nasib Pilgub Bali 2018. Pertama, penundaan Pilgub Bali bisa berlangsung lama.

Bahkan ada kemungkinan Pilgub Bali 2018 termasuk Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) yang dijadwalkan pada April 2019, baru bisa dilaksanakan pada tahun 2020, jika Gunung Agung mengalami erupsi.

"Opsi pertama, jika ternyata benar Gunung Agung erupsi--kita berdoa semoga itu tidak terjadi dan memakan waktu seperti Sinabung dan bahkan seperti tahun 1963 (berlangsung satu tahun), itu berarti hingga menjelang coblosan April 2019 (Pileg dan Pilpres) suasana masih pemulihan," kata Putu Artha, melalui saluran telepon, Senin (2/10).

Berdasarkan UU Pemilu, kata dia, apabila hal itu terjadi maka jelas dikategorikan bencana. "Dengan begitu, Pilgub Bali termasuk Pemilu 2019 ditunda sampai penyelenggara dan pemilih siap. Sampai kapan? Estimasi saya akan berbarengan dengan Pilkada Serentak 2020. Ini pilihan paling efisien," imbuhnya.

Jika opsi ini yang terjadi, lanjut Putu Artha, maka berpeluang akan mengubah peta politik dan tokoh yang berlaga pada Pilgub Bali. "Amat mungkin akan turun tokoh tak diduga yang elektabilitasnya terkerek pasca-erupsi Gunung Agung," tegas Putu Artha.

Opsi kedua, lanjutnya, jika ternyata benar Gunung Agung erupsi namun hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat, misalnya sekitar tiga bulan, maka Pilgub Bali masih bisa berlangsung pada tahun 2018. Hanya saja, tak bisa dilaksanakan sesuai jadwal pada Juni 2018.

Putu Artha memrediksi, bisa saja pelaksanaannya bersamaan dengan Pileg dan Pilpres pada April 2019. "Bisa saja dibarengkan dengan Pileg atau Pilpres. Ini pengalaman di Lampung," ujar Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) DPP NasDem ini.

Hanya saja, menurut dia, kendati penundaannya relatif singkat, namun penyelenggara pemilu akan berhadapan dengan persoalan serius terkait pemetaan terbaru terhadap pemilih dan TPS. "Problem serius penyelenggara adalah memetakan pemilih kembali dan TPS sesuai dengan kondisi riil terakhir," ucapnya.

Opsi ketiga, Pilgub Bali 2018 dan Pemilu 2019 tetap bisa dilaksanakan sesuai jadwal, jika status Gunung Agung kembali normal dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. "Jika semuanya aman-aman saja dan status Gunung Agung kembali normal dalam dua atau tiga bulan ke depan, maka Pilgub dan Pileg dan Pilpres dapat diselenggarakan sesuai jadwal," kata Putu Artha.

Sementara itu Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, tak mau berandai-andai terkait nasib Pilgub Bali 2018 sebagai dampak aktivitas Gunung Agung. Menurut dia, KPU Provinsi Bali tetap melaksanakan tahapan Pilgub Bali 2018.

Bahkan tahapan Pilgub Bali saat ini sudah berjalan. "Dalam waktu dekat ini kami sudah siapkan pembentukan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara)," jelasnya.

Raka Sandi juga menegaskan bahwa tidak ada istilah Pemilu batal. "Dalam UU, yang ada adalah Pemilu susulan atau pemilu lanjutan. Pemilu susulan jika tahapannya sama sekali tidak bisa dilaksanakan. Pemilu lanjutan jika tahapan pemilu hanya beberapa tahapan saja yang berjalan," bebernya.

Ia mengaku telah melaporkan kepada gubernur Bali Made Mangku Pastika terkait tahapan Pilgub Bali dikaitkan dengan situasi Gunung Agung. KPU Bali, tambah dia, juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KPU Karangasem dan KPU RI soal tahapan Pilgub Bali, termasuk pembahasan persiapan Pileg dan Pilpres.

wartawan
San Edison
Category

Polres Gianyar Ungkap 30 Kasus Kejahatan, Dua Kasus Libatkan WNA

balitribune.co.id | Gianyar - Polres Gianyar mengungkap 30 kasus tindak pidana sepanjang September 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 33 tersangka. Pengungkapan dilakukan Satreskrim Polres Gianyar bersama jajaran Polsek dan disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Gianyar, Selasa (29/9/2026) sore.

Baca Selengkapnya icon click

Enam Hari Pencarian Adimas Nihil, Operasi SAR Masuki Batas Akhir

balitribune.co.id | Singaraja - Enam hari sudah Tim SAR Gabungan memburu jejak Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bocah yang terseret arus di Pantai Gerokgak, Buleleng. Namun hingga Selasa (29/9/2026), pencarian belum menemukan titik terang. Keberadaan korban masih misterius.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pekerja Bongkar Persoalan di Balik Mekanisme Pengupahan Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Perdebatan mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali 2027 tidak berhenti pada soal besaran kenaikan upah. Di balik proses penetapan upah, serikat pekerja menyoroti persoalan keterwakilan buruh dalam Dewan Pengupahan hingga minimnya dukungan anggaran untuk sektor ketenagakerjaan.

Persoalan tersebut terungkap dalam audiensi Aliansi Semeton Pekerja Bali Bersatu dengan Komisi IV DPRD Bali, Senin (28/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pasar Kreneng Akan Dibangun Ulang, Pemkot Denpasar Bidik Anggaran Rp140 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan revitalisasi total Pasar Kreneng di Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara. Pasar yang telah berusia lebih dari 30 tahun itu direncanakan dibongkar dan dibangun kembali dengan konsep baru yang menggabungkan area perdagangan, basement mezzanine, serta penataan lingkungan di sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

TPAKD Badung Ingatkan Warga Kuta Waspadai Ancaman Pinjol Ilegal

balitribune.co.id | Mangupura - Pinjaman online (pinjol) ilegal tidak hanya berisiko menjerat masyarakat dalam persoalan utang, tetapi juga dapat mengancam keamanan data pribadi. Ancaman, intimidasi hingga penyalahgunaan data menjadi sejumlah risiko yang perlu diwaspadai masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Maling Water Meter Ditangkap Warga di Dalung 

balitribune.co.id | Mangupura - Kasus pencurian water meter milik pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung terungkap setelah seorang pria berinisial AR diamankan warga di wilayah Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Pelaku tertangkap saat sedang beraksi mengambil water meter yang terpasang di pinggir jalan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.