Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama atau Kadek Diana?

Bali Tribune/Nyoman Adi Wiryatama dan Kadek Diana

balitribune.co.id | Denpasar - Mengacu pada rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh KPU, PDIP dipastikan tampil sebagai juara dalam Pemilu Legislatif di Provinsi Bali. PDIP merebut 33 kursi dari total 55 kursi DPRD Provinsi Bali.

Rinciannya, 6 kursi dari Dapil Buleleng, 2 kursi dari Jembrana, 4 kursi dari Tabanan, 4 kursi dari Badung, 5 kursi dari Denpasar, 5 kursi dari Gianyar, 2 kursi dari Bangli, 2 kursi dari Klungkung dan dua kursi dari Dapil Karangasem. 

Dengan komposisi kursi demikian, maka otomatis PDIP akan mendapatkan jatah kursi ketua DPRD Provinsi Bali. Posisi ini menjadi rebutan sejumlah kader PDIP. Bahkan beberapa nama, digadang-gadang akan menempati kursi penting itu. 

Mereka di antaranya adalah Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah PDIP Provinsi Bali sekaligus Ketua DPRD Provinsi Bali Periode 2014-2019 Nyoman Adi Wiryatama, Bendahara DPD PDIP Provinsi Bali Putu Mangku Mertayasa, Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Bali sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali Kadek Diana, dan Walkil Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota.

Keempat nama ini, sama-sama berpeluang untuk duduk sebagai ketua DPRD Provinsi Bali periode 2019-2024. Hanya saja, menurut sumber internal PDIP, dari keempat nama ini, hanya dua nama yang kemungkinan akan diusulkan ke DPP PDIP oleh DPD PDIP Provinsi Bali. 

"Memang kalau mempertimbangkan perolehan suara saja, maka Bagus Alit Sucipta dapat dipastikan akan menjadi ketua DPRD Provinsi Bali. Sebabnya suaranya lebih tinggi dari kader lainnya di Bali," kata sumber terpercaya Bali Tribune, Rabu (8/5). 

Hanya saja, imbuhnya, Bagus Alit Sucipta masih tercatat sebagai kader baru di PDIP. Ia juga belum pernah menjadi legislator, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. 

"Tetapi posisi ketua DPRD Bali itu tergantung pusat (DPP PDIP, red). Jadi ya, biar bagaimana pun, nama Bagus Alit Sucipta tetap dihitung sebagai salah satu kandidat kuat untuk duduk sebagai ketua DPRD Bali," ucapnya. 

Sama seperti Bagus Alit Sucipta, nama Mangku Mertayasa juga menurut dia berpeluang ke kursi ketua DPRD Provinsi Bali. Berpengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten Buleleng serta duduk sebagai Bendahara DPD PDIP Provinsi Bali, membuat nama Mangku Mertayasa turut meramaikan perebutan kursi ketua DPRD Provinsi Bali. 

"Tapi dari sisi perolehan suara, Mangku Mertayasa kalah jauh di bawah Bagus Alit Sucipta, Adi Wiryatama, dan Kadek Diana," ujarnya. 

Dari antara keempat nama ini, kata dia, sesungguhnya hanya ada dua nama yang paling berpeluang duduk sebagai ketua DPRD Provinsi Bali. Mereka adalah Adi Wiryatama dan Kadek Diana. 

"Memang keempatnya berpeluang. Tetapi kalau melihat perolehan suara, pengalaman, dan jabatan di struktur partai, maka posisi ketua DPRD Bali lebih mengerucut ke nama Adi Wiryatama atau Kadek Diana. Keduanya komplit. Meski suara di bawah Bagus Alit Sucipta. Tetapi sekali lagi, keputusan ada di tangan DPP PDIP," tandasnya. 

Ia menyebut, Adi Wiryatama berpeluang tetap mempertahankan kursi ketua dewan, karena pengalaman yang panjang di PDIP. Pernah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Tabanan, dua periode menjadi bupati Tabanan, serta pernah menjadi sekretaris DPD PDIP Provinsi Bali, disebutnya menjadi modal kuat Adi Wiryatama untuk tetap duduk sebagai ketua DPRD Provinsi Bali. 

"Ya, memang Adi Wiryatama punya kans lebih dari pengalaman. Tetapi kendalanya, saat ini Adi Wiryatama tidak duduk di struktur pengurus harian DPD PDIP Bali. Beliau sebagai sebagai sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah. Perolehan suara juga di bawah Bagus Alit Sucipta dan Kadek Diana," urainya. 

Dengan posisi seperti ini, lanjut dia, maka yang menjadi rival terberat Adi Wiryatama dalam perebutan kursi ketua DPRD Provinsi Bali adalah Kadek Diana. Apalagi di struktur, Kadek Diana berada di posisi Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Bali. Dari perolehan suara, Kadek Diana juga di tempat kedua, di bawah Bagus Alit Sucipta. 

"Jadi sama seperti Adi Wiryatama, kans Kadek Diana juga cukup kuat. Apalagi Kadek Diana pernah beberapa periode di DPRD Gianyar, dan sekarang ketua Fraksi PDIP DPRD Bali. Jadi memang kecenderungannya, posisi ketua menjadi pertarungan Adi Wiryatama dan Kadek Diana," ujar sumber ini. 

"Tetapi sekali lagi, semua tergantung DPP PDIP yang memutuskan. Kita juga belum tahu, siapa saja yang direkomendasikan DPD PDIP Bali ke DPP untuk ditetapkan sebagai ketua DPRD Bali," pungkasnya.

wartawan
San Edison
Category

Gerak Cepat Pemkab Tabanan Terhadap Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Kecamatan Marga

balitribune.co.id | Tabanan - Merespons aduan masyarakat serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Tabanan (Pemkab Tabanan) gerak cepat tangani dampak bencana akibat cuaca ekstrem di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu, (21/1).

Baca Selengkapnya icon click

Kolaborasi Lintas Sektor, Badung Perkuat Pengamanan dan Pulihkan Citra Tukad Bangkung

balitribune.co.id | Mangupura - Meningkatnya angka kejadian dan percobaan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat sistem pengamanan kawasan tersebut. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor sebagai respons atas berbagai peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sapa Konsumen di Berbagai Kota, Hyundai Perkenalkan New CRETA Alpha dengan Desain Lebih Berani

balitribune.co.id | Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah resmi meluncurkan New CRETA Alpha edisi terbaru dalam jajaran Hyundai CRETA yang membawa ekspresi lebih tegas, eksklusif, dan premium ke segmen SUV kompak. Dikembangkan dan diproduksi di Indonesia, New CRETA Alpha memperkuat kehadiran Hyundai di segmen SUV-B dengan kombinasi seimbang antara desain berani, teknologi canggih, dan kenyamanan sehari-hari.

Baca Selengkapnya icon click

Pukul Warga Inggris di Restoran Bandara Ngurah Rai, WNA Australia Ditahan Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus tindak pidana penganiayaan terjadi di sebuah restoran di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (18/1/2026) pukul 23.30 Wita. Akibat kejadian itu, seorang Warga Negara Asing (WNA) ditahan di sel tahanan Mapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.