Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Komodo ‘Hadang’ Dump Truck, BTNK Tutup Pulau Rinca

Bali Tribune/ KOMODO - Kansas dan Tono, dua orang Pekerja Sarpras Pembangunan "Jurasik Park's di Pulau Rinca yang berada di atas dump truck saat dilewati seekor komodo, Kamis (22/10/2020) lalu.
Balitribune.co.id | Labuan Bajo - Foto seekor komodo “menghadang” dump truck di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT viral di media sosial (medsos) dalam pekan ini. Beragam tanggapan pun ramai di media local, nasional bahkan internasional. Akhirnya Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menutup objek wisata Pulau Rinca mulai 26 Oktober 2020 sampai 30 Juni 2021.  
 
Terkait kejadian sebenarnya tentang Komodo ‘menghadang’ dump truck tersebut, ada kesaksian dari dua pekerja proyek yang berada di truk saat Komodo itu melintas. Dua orang pekerja tersebut bernama Kansas (22) dan Toni (33). Kansas menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung setelah truk yang memuat material berupa besi tengah terjebak di jalur yang berlumpur dan truk tidak mampu melanjutkan pengiriman. 
 
“Kita lagi muat besi, terus sampai di lokasi kejadian ini mobilnya tertanam (terperosok) dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Waktu itu pas pukul 3 sore,” jelas Kansas, saat ditemui di Pulau Rinca, Senin (26/10/2020). 
 
Lanjut Kansas, setelah ban mobil dump truck tersebut terjebak di jalur tersebut, ia dan rekannya Tono tidak melanjutkan perjalanan dan memilih memastikan kondisi mesin mobil.  Tak lama berselang, Kansas dan Toni melihat seekor komodo datang dari arah yang berlawanan dengan mobil dump truck tersebut. Karena baru pertama kali melihat Komodo, Kansas dan Toni ketakutan dan memilih menaiki dump mobil tersebut. 
 
“Setelah itu pas pukul 15.30 Wita kelihatan komodo dari sana, dari depan situ. Tapi mobilnya dalam keadaan mesinnya mati. Komodonya itu bukan langsung dari arah depan, tapi dari samping, jaraknya sekitar satu meter lebih di samping truk. Akhirnya saya dan teman ini menghindari, naik ke atas truck karena kita juga baru pertama kali liat Komodo. Kita juga takut,” cerita Kansas yang berasal dari Kabupaten Ende, Flores. 
 
Hal senada juga disampaikan oleh Tono. Menurut Tono, kejadian yang berlangsung pada Kamis (22/10) tersebut tidak seperti yang sedang viral di media sosial bahwa komodo seolah – olah sedang menghadang mobil dump truck tersebut. 
 
Tono juga menjelaskan bahwa komodo tersebut bukan persis datang dari arah depan mobil dump truck tersebut, melainkan di sebelah samping jalan yang biasa digunakan oleh mobil pengantar bahan material. 
 
“Posisi mobilnya mati. Saat komodo itu melintas kita takut karena baru pertama kali melihat komodo dan kita naik ke atas truk,” ujar Tono, pekerja yang berasal dari Pulau Jawa ini. 
 
Namun Kansas dan Toni tak mengetahui siapa yang mengambil gambar tersebut hingga viral di media sosial. 
 
“Kita juga kurang tau itu. Kemarin banyak tamu yang datang ke sini dan kita tidak perhatikan siapa yang membuat foto. Ranger juga banyak sibuk dengan tamu. Kita tunggu sampe dia selesai melintasi saja,” tutur Kansas. 
 
Sementara itu, Ridwan, seorang Naturalist Guide (Ranger) yang juga berada di lokasi kejadian tersebut mengakui bahwa kejadian tersebut juga disaksikan oleh wisatawan yang sedang berkunjung dan sempat mengambil gambar kejadian tersebut. 
 
“Untuk kejadian kemarin memang komodo berpapasan dengan mobil karena pada saat itu Saya lagi memandu tamu. Pada saat itu Komodo hanya lewat dan saya lihat teman-teman yang ada di mobil sudah aman karena Saya lihat posisi mereka sudah di atas mobil,” ujar Ridwan. 
 
Lanjut Ridwan, momen komodo melintas di samping mobil tersebut juga disaksikan oleh wisatawan yang sedang ia dampingi. Sebagian dari tamunya juga sempat mengabadikan momen tersebut melalui handphone mereka. 
 
“Kejadiannya benar Itu, dan itu juga disaksikan oleh pengunjung yang saya bawa. Mereka berhenti melihat komodo itu sedang melintas,” jelas Ridwan. 
 
Ridwan juga menjelaskan bahwa, lokasi kejadian tersebut merupakan jalur yang sering dilewati oleh komodo. Sesuai pengamatannya, untuk seekor komodo yang sama bisa melintasi area tersebut 2 sampai 3 kali sehari. 
 
“Iya ini memang jalur lintasan Komodo. Sebab, mereka tidak punya teritory dimana mereka harus tinggal dan menetap di situ selamanya. Jadi mereka selalu bergerak,” katanya. 
 
“Hampir setiap hari memang ada komodo melintas. Kadang sehari mereka bisa melintas 5-10 kali. Hanya kemarin kejadian itu yang buat beda hanya karena ada dump truck. Ini adalah area mereka melintas.” 
 
Setelah kejadian ini viral di berbagai media sosial, Balai Taman Nasional Komodo pun mengeluarkan sebuah surat yang berisi Penutupan Pulau Rinca bagi aktivitas wisatawan. Dalam suratnya, Lukita Awang selaku Kepala BTNK menjelaskan penutupan ini berlangsung dari tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021. 
 
“Penutupan sementara Resort Loh Buaya dari kunjungan wisatawan, sebagai upaya penataan sarana dan prasarana (Sarpras) wisata alam,” ungkap Lukita dalam surat tersebut. 
 
“Di antaranya yang pertama, menutup sementara Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Pulau Rinca, TNK terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi setiap 2 (dua) minggu sekali,” ujarnya. 
 
Penutupan tersebut disampaikan Lukita dalam surat pengumuman yang dikeluarkan BTNK dengan nomor : PG.816/T.17/TU/EVLP/10/202 tanggal 25 Oktober 2020. 
wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Warga Tionghoa Buleleng Pusatkan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong

balitribune.co.id | Singaraja - Warga etnis Tionghoa di Kabupaten Buleleng merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dipusatkan di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja. Sejumlah rangkaian acara digelar sebelum dilaksanakan sembahyang tutup tahun dan melepas Tahun Ular oleh pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (PTITD) Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 23 Februari Pelabuhan Gilimanuk Terapkan E-Money

balitribune.co.id | Negara - Para pengendara yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa maupun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tidak bisa lagi membayar retribusi (tiket) secara manual. Untuk membayar retribusi di Terminal Manuver maupun Terminal Gilimanuk kini menggunakan uang elektronil E-Money.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.