Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kontribusi Pertukaran Akademis dan Hubungan Persahabatan Jepang-Indonesia, Prof. Dr. I Made Bandem Terima Bintang Jasa dari Kaisar Jepang

Bali Tribune / BINTANG JASA - Para pendiri ITB STIKOM Bali dan pengurus Yayasan Widya Dharma Shanti foto bersama Konjen Jepang Hirohisa Chiba usai menyerahkan Bintang Jasa dari Kaisar Jepang kepada Prof. Dr. I Made Bandem, MA.
balitribune.co.id | Denpasar - Seniman akademisi Bali yang lahir di Desa Singapadu, Gianyar pada 22 Juni 1945 silam bernama I Made Bandem ini mendapat penganugerahan Bintang Jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon untuk Musim Gugur Tahun 2019 pada 3 November 2019 dari Kaisar Jepang Naruhito.
 
Upacara penganugerahan Bintang Jasa tersebut telah digelar di Kantor Konsulat Jenderal Jepang, Renon, Denpasar, Jumat (31/01/2019) lalu. Pada kesempatan itu Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Bali, Hirohisa Chiba secara langsung menyerahkan penganugerahan Bintang Jasa kepada Prof. Dr. I Made Bandem, MA.
 
Penghargaan dari Jepang adalah kali kedua diterima oleh pria yang tertarik pada kebudayaan Jepang dan tetap menjunjung tinggi budaya Bali ini. Ia sebelumnya telah menerima penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang, juga diserahkan oleh Konjen Hirohisa Chiba pada 8 September 2017 lalu.
 
Hirohisa Chiba mengatakan, penghargaan kepada Prof. Made Bandem ini karena peran aktifnya dalam peningkatan persahabatan Indonesia dan negara-negara lain termasuk Jepang melalui bidang seni-budaya dan akademisi. "Persahabatan Jepang dengan Bali dan Indonesia semakin meningkat. Kontribusi dan sumbangsih Prof Bandem yang begitu besar ini perlu dipahami oleh masyarakat luas," ucapnya kepada awak media di Denpasar, Rabu (5/2).
 
Dikatakan Hirohisa Chiba, ketika menjadi guru kesenian di Kokar Bali, pada tahun 1965, pria kelahiran Gianyar ini ikut dalam misi kesenian kepresidenan Republik Indonesia ke luar negeri termasuk Jepang. Lalu setelah lulus dari Asti Denpasar tahun 1968, melanjutkan bidang seni tari dan musik di Unveritas Hawaii. Pada saat itu Prof. Bandem tertarik mempelajari kesenian Jepang seperti Bon Odori (tari rakyat) dan Taiko (drum tradsional). Kemudian saat studi S2 di Universitas California (1970 – 1972) dan S3 di Universitas Wesleyen, Amerika Serikat (1977-1980) juga mempelajari kesenian klasik Jepang yakni tari Bugaku dan musik Gagaku dari seorang maestro Jepang dan mengadakan pentas di kuil-kuil Jepang di Los Angeles, Middletown dan Connecticut.
 
Saat menjadi Ketua STSI Denpasar Prof. Bandem ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai artistic director pada Festival Persahabatan Indonesia-Jepang. Selama 14 bulan, Pof. Bandem setiap bulan memimpin tim kesenian Indonesia ke Jepang.
 
“Saat memimpin Asti dan STSI Denpasar, Prof. Bandem banyak menerima dan mengajar mahasiswa darmawisata dan non-darmawisata dari Jepang. Bahkan saat ini banyak mahasiswa dan peneliti dari Jepang sedang belajar di Sanggar Seni Makaradhwaja milik Prof. Bandem dan istri Ny. Dr. Swasti Widjaja Bandem,” urai Hirohisa Chiba. 
 
Saat peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang – Indonesia yang dilaksanakan di Bali tahun 2018, Prof. Bandem dan ITB STIKOM Bali mendukung penuh dengan menampilkan berbagai kesenian Bali dan bekerja sama dengan Konsulat Jepang menyelenggarakan symposium bertajuk ”Jepang dan Indonesia – 60 Tahun Hubungan Kemitraan dan Prospek untuk Masa Depan”. Prof. Bandem menyajikan makalah berjudul “Peranan Seni dan Budaya Sebagai Media Diplomasi dan Komunikasi Antar Indonesia dan Jepang”. Prof. Bandem yakin, pertukaran seni – budaya memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan hubungan persahabatan Jepang dan Indonesia, khususnya Bali.  
 
Menurut Hiroshi Chiba, sebagai Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar dan salah seorang pendiri ITB STIKOM Bali, Bandem terus merintis, mengembangkan dan membuka jalan bagi kerja sama internasional antara ITB STIKOM Bali dengan Kyushu Sangyo University, Fukuoka dan Bunkyo University serta membuka pusat studi Jepang di ITB STIKOM Bali. 
 
Atas penghargan ini, Prof. Made Bandem dalam sambutannya menghaturkan samudera terima kasih kepada Yang Mulia Sri Baginda Kaisar Jepang (Kaisar Naruhito) yang menganugerahkan Bintang Jasa kepadanya. “Penghargaan ini merupakan long life achievment bagi saya dan saya akan bekerja keras unuk  meningkatkan hubungan kebudayaan dan pendidikan antara Bali (Indonesia) dan Jepang di masa mendatang,” kata Prof. Bandem. 
 
Prof. Bandem juga berterima kasih kepada Konjen Jepang, Hirohisa Chiba dan Wakilnya Koichi Ohashi atas kecermatan mereka sebagai diplomat untuk mengamati perkembangan hubungan kebudayaan dan pendidikan Bali dengan Jepang, serta menominasi Prof. Bandem untuk memperoleh Bintang Jasa yang sangat prestisius ini. 
 
“Sebagai seniman, saya telah lama mempelajari kesenian Jepang, khususnya musik Gagaku, sebuah ansambel yang lahir pada abad VII, terdiri dari daiko, kako, shakubyoshi, biwa, shakuhaci, reuteki, koto dan berbagai instrumen lainnya. Bersamaan dengan mendalami musik klasik Jepang tersebut, saya dan istri (Swasthi Widjaja Bandem) juga pernah mempelajari tarian topeng klasik Bugaku dan kami kami secara intensif mementaskan kedua musik dan tari itu ketika berada di Amerika,” sebutnya.
 
Dikatakan, sejak tahun 1982, ketika menjadi Ketua Asti Denpasar, aktif bekerja sama dengan dengan The Japan Foundation, The Toyota Foundation, The Yamashirogumi Foundation, The Min-On Concert Organization, dalam pengiriman Misi Kesenian Bali ke Negeri Matahari. 
 
Prof. Bandem mengakui, penunjukkan dirinya oleh Pemerintah Indonesia untuk menjadi Artistic Director Festival Persahabatan Indonesia-Japan yang berlangsung di seluruh provinsi (prefecture) dan kota-kota besar di Jepang dan dikunjungi oleh 2.689.395 orang, tak lepas dari keberhasilannya sebagai sutradara kesenian Bali/Indonesia pada Expo Vancouver Canada (1986), Expo Brisbane Australia (1988), Festival of Indonesia di AS (KIAS 1990-1991), Hanover Fair Jerman (1995), dan festival internasional lain yang pernah diikutinya. 
 
Sebagai salah seorang pendiri ITB STIKOM dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Made Bandem bersama Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, memprakarsai berdirinya Pusat Studi Jepang dan Unit Kegiatan Mahasiswa JCOS (Japanesse Community of STIKOM Bali) yang aktif mempelajari budaya dan teknologi Jepang, serta mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma untuk menyertakan generasi muda Indonesia mengikuti magang di Jepang. Saat ini, ada 113 orang (90 persen anak muda Bali) sedang mengikuti magang selama 3 tahun di berbagai perusahaan di Jepang dan sekitar 80-an orang sedang mengikuti kursus bahasa Jepang sebagai persiapan magang ke Jepang, 
 
Sementara itu Dadang Hermawan mengatakan, Prof Bandem adalah sosok yang harus diteladani bersama baik oleh masyarakat Bali dan Indonesia karena telah go internasional. "Prof Bandem mendidik dengan santai dan kekeluargaan. Sosok panutan yang bisa dijadikan contoh oleh masyarakat, mahasiswa, dosen dan karyawan. Bagaimana bergaul, bercita-cita dan berwawasan internasional tapi wawasan budaya Balinya tetap kental. Mari berwawasan internasional tapi tetap menjunjung budaya lokal," imbuhnya.
 
Dia menyebutkan, hubungan antara ITB STIKOM Bali dengan Jepang telah terlaksana sejak tahun 2016 yang lalu. Beberapa kegiatan yang menunjukkan betapa banyak dan harmonisnya hubungan ITB STIKOM Bali dengan pihak Jepang, baik industri maupun perguruan tinggi diantaranya dengan Bunkyo Universitas. "Kerja sama dengan Bunkyo University salah satunya adalah dalam bentuk academic exchange seperti joint research, exchange research scholars, staff dan lainnya," sebut Dadang.
 
Kemudian dengan Fujitsu Corporation Ltd. Tokyo Jepang yang merupakan perusahaan TIK terbesar ke 3 di dunia telah mencapai kesepakatan menjalin kerja sama magang untuk mahasiswa STIKOM Bali. Konjen Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba telah beberapa kali mengunjungi dan membuka festival budaya Jepang yang diselenggarakan oleh Japanese Community of STIKOM Bali. Selanjutnya bekerja sama dengan LPK Darma (Grup STIKOM Bali) dan SENTO Coorperative, Kyoto Osaka Jepang untuk mengirimkan peserta magang di Jepang. 
 
"Mulai Agustus 2018 mahasiswa STIKOM Bali magang kerja di Jepang. Ada 19 mahasiswa Jepang belajar seni dan budaya serta IT di STIKOM Bali. Jepang tawarkan beasiswa magister dan doctor kepada para dosen STIKOM Bali Group," bebernya. 
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Perangkat Daerah Raih WBBM dari KemenPAN-RB

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melalui Deputi Bidang Reformasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan yang telah menetapkan tiga Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Badung sebagai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

HUT ke-238 Kota Denpasar, Memperkuat Partisipasi Disabilitas dalam Pelestarian Budaya

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (19/2).  Kegiatan yang mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Izin BPR Kamadana Dicabut, OJK: Nasabah Tenang, Simpanan Dijamin LPS

balitribune.co.id | Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-14/D.03/2026 tanggal 18 Februari 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana, mencabut izin usaha PT BPR Kamadana yang beralamat di Jalan Raya Batur Kintamani, Batur Utara, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dana Tak Kunjung Cair, Paguyuban Nasabah LPD Bedulu Terjebak Janji Manis Pengurus dan Bendesa

balitribune.co.id | Gianyar - Setahun sudah perjanjian kesepakatan antara nasabah, Ketua LPD, dan Bendesa Adat Bedulu ditandatangani, namun hingga kini realisasinya masih nihil. Nasib dana nasabah pun semakin tidak pasti lantaran pihak Bendesa Adat maupun Ketua LPD terkesan saling lempar alasan. Kondisi ini membuat para nasabah bimbang, terutama terkait biaya tambahan jika harus menempuh upaya hukum.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Rabu, (18/2), Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama  Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan. Prosesi Mepeed oleh Ibu-Ibu Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan menuju Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan menjadi awal kegiatan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tabanan, Dr.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.