Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kopi Arabika Kintamani Kian Populer, Petani Didorong Tingkatkan Hasil Panen

Kopi Kintamani
Bali Tribune / ROASTER COFFEE - Pelaku roaster kopi (Roaster Coffee), Marry Magdalena saat menyeduh Kopi Arabika Kintamani.

balitribune.co.id I Denpasar - Kopi arabika Kintamani kian populer di kalangan masyarakat global. Untuk itu, petani pun didorong untuk meningkatkan hasil panennya guna memenuhi permintaan ekspor ke sejumlah negara. 

Selain itu, Kopi Kintamani pun sudah masuk ke jaringan kedai kopi internasional terbesar di dunia. Sehingga para petani kopi Kintamani Kabupaten Bangli ini dituntut untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi dan meningkatkan volume produksi. 

Ketua Koperasi Nasional di Sektor Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi yang juga Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus mengatakan, pihaknya berupaya mengembangkan rantai pasok kopi Kintamani, tidak hanya meningkatkan hasil panen juga kualitas biji kopi yang semakin ditingkatkan serta distribusinya. 

Kata dia, dari sisi peningkatan hasil panen biji kopi Kintamani yang saat ini mampu memenuhi permintaan 10 kontainer sekali panen, nantinya digenjot untuk ditingkatkan menjadi 30 kontainer untuk sekali panen. "Kalau kopi Kintamani Bali 30 kontainer itu sudah cukup bagus saat sekali panen," ujarnya di Denpasar beberapa waktu lalu. 

Dikatakan Reza, sekarang ini untuk 10 kontainer kopi Kintamani sudah mampu memenuhi permintaan jaringan kedai kopi internasional terbesar di dunia yang berbasis di Amerika Serikat. "Nantinya diharapkan bisa memenuhi permintaan 30 kontainer untuk sekali panen," sebutnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak hanya didorong dari sisi peningkatan jumlah produksi dan kualitas, petani kopi di Kintamani diedukasi untuk mampu mengolah limbah kulit kopi agar bisa menjadi pupuk alami. 

Sementara itu pelaku roaster kopi (Roaster Coffee), Marry Magdalena mengakui kopi arabika Kintamani laku di pasaran baik di kalangan lokal maupun wisatawan asing yang berlibur di Bali kerap memilih kopi arabika Kintamani karena lebih cocok dari sisi citarasa. "Kopi yang saya jual menggunakan kopi arabika Kintamani untuk mempromosikan produk lokal. Rata-rata kualitas biji kopi Kintamani itu bagus karena di tanam di dataran tinggi," ujarnya.

Ia menyebutkan, menghabiskan 10 kilogram hingga 25 kilogram untuk sekali penyangraian biji kopi Kintamani yang kualitas grade 1 dan grade 2. Setelah melalui proses pemanggangan, kemudian biji kopi dikemas dijual di kedai kopi miliknya yang berlokasi di Ubud Kabupaten Gianyar. "Turis asing yang biasanya memesan kopi arabika Kintamani yang kualitasnya bagus," imbuhnya.

wartawan
YUE
Category

Dukcapil Denpasar Buka Selama Cuti Bersama, Layani 273 Dokumen Kependudukan

balitribune.co.id I Denpasar - Selama cuti bersama Idul Fitri menjadi momen bagi warga Denpasar untuk mengurus dokumen kependudukan di Dukcapil yang bertempat di Lumintang, Denpasar. Kondisi ini menjadi waktu luang bagi warga, selain tidak banyak antre juga pelayanan lebih cepat.

Baca Selengkapnya icon click

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.