Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lomba Busana Adat ke Pura Anak-anak di Klungkung

Busana
Lomba Busana Adat ke Pura Anak-anak di Klungkung

Salah satu pasangan tampil saat Lomba Berbusana ke Pura Kategori Anak-anak di di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Sabtu malam (21/4) lalu.

BALI TRIBUNE - Sebanyak 54 pasang anak laki dan perempuan berlenggak lenggok memamerkan busana adat ke pura di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Sabtu malam (21/4) lalu. Mereka berlomba memeriahkan hari Puputan Klungkung ke-110 dan HUT kota Semarapura ke 26 tahun 2018.

Acara yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Klungkung ini dibuka oleh PJS. Bupati Klungkung Wayan Sugiada disaksikan para pimpinan OPD,Perbekel dan ratusan masyarakat setempat.

“ Mulai sejak usia dini perlu ditanamkan dan diajarkan tata cara berbusana adat ke pura yang baik, benar dan sopan, sehingga ketika dewasa nanti sudah tahu tata cara berbusana ke pura yang baik dan benar,” ujar Wayan Sugiada.

Sementara Ketua Panitia lomba Ny. Winastra mengatakan, selain untuk memeriahkan peringatan Hari Puputan dan HUT kota Semarapura, lomba ini juga digelar untuk memamerkan kain tenun khas Kabupaten Klungkung.

Dikatakannya, sejumlah desa di Klungkung telah terkenal sebagai penggerajin kain tenun ndek,cepuk dan rang rang. “Sehingga, sepatutnyalah melalui lomba ini masing masing peserta memamerkan ndek khas Klungkung,” terangnya.

Para peserta yang berusia 7 hingga 11 tahun ini berasal dari perwakilan desa/kelurahan se-Kabupaten Klungkung.

Sedangkan para juri berasal dari unsur seniman, penata rias dan pemerhati seni dan budaya seperti, Cokorda Gede Nala Rukmana, Ayu Putu Sinarwati dan I Dewa Gede Alit Saputra.

Kriteria penilaian untuk peserta perempuan yaitu, kebaya yang harus berlengan panjang, mengenakan wastra dan selendang kain tenun khas klungkung,serta aksesoris lainnya.

Untuk peserta putra, kategori penilaia meliputi baju dengan kerah berdiri, serta bentuk dan posisi udeng, wastra, saput, umpal tenun khas Klungkung serta aksesoris lainnya. 

Tampil sebagai Juara I pada lomba ini adalah peserta dengan nomor urut 52 yang merupakan perwakilan Desa Lembongan Kecamatan Nusa Penida, Gede Hertanda Saraswastika Putra Pinatih dan Ni Putu  Devika Cahyani Putri dengan meraih point 1192.

Juara II diraih pasangan nomor 5 atas nama Komang Anantawirya dan Ketut Kanayawedstuti perwakilan dari kelurahan Semarapura Kangin dengan point 1189.

Sedangkan Juara III dengan point 1185 diraih peserta nomor 43 perwakilan dari Desa Akah kecamatan Klungkung,Ni Kadek Diah Handayani dan I Made Giri Kusuma.

Seluruh pemenang akan menerima hadiah pada malam puncak peringatan hari Puputan dan kota Semarapura.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.