Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mahasiswa FH Unwar, Konsultasi Masalah Subak ke Stispol Wira Bhakti

Bali Tribune / MEMAHAMI - Orientasi mayarakat untuk bisa memahami masalah subak, kini tertuju ke Kampus Kebangsaan, Stispol Wira Bakti.

balitribune.co.id | DenpasarOrientasi mayarakat untuk bisa memahami masalah subak, kini tertuju ke Kampus Kebangsaan, Stispol Wira Bakti. Banyak sekali komponen masyarakat (wartawan, peneliti, dan mahasiswa, dll) yang datang ke Stispol Wira Bhakti untuk konsultasi.Karena, Prof. Wayan Windia, yang ahli subak, sedang menjadi Ketua Stispol Wira Bhakti. Dua orang mahasiswa FH Unwar, hari Senen (6/6/2022), datang ke Stispol Wira Bhakti, untuk konsultasi masalah subak, dalam rangka pembuatan makalah. Mereka adalah Fernanda Citra Pratiwi, dan Kadek Wahyu Dwi Payana.

Mereka ingin memahami apa itu subak, sejarah subak, sistem irigasinya, permasalahan subak saat ini, dan bagaimana cara untuk mengatasi masalah tsb. Prof. Wayan Windia memberikan secara rinci penjelasan tentang subak. Bahwa subak itu akan berlanjut di Bali, bila ada peran pemerintah untuk memperkuat kelembagaannya, memberdayakan kegiatan ekonomi subak, dan mensejahterakan petani. Windia yakin bahwa bila petani bisa diuntungkan dari kegiatan pertaniannya, maka petani akan senang bertani, dan subak akan lestari. Petani dan subak, sama sekali tidak bisa dipisahkan. Ada hubungan yang sangat erat katanya.

Windia berpendapat bahwa kini keadaan subak, bagaikan pohon kerakap yang hidup di batu. Mati segan, hidup-pun tak mau. Karena kini sebagai petani lahan sawah sangat rugi. Nilai Tukar Petani (NTP)-nya di bawah 100. Artinya mereka rugi. Dan tidak ada niat pemerintah meningkatkan income petani. Harga beras tetap saja dibiarkan murah, hanya untuk menyenangkan konsumen. Pada suatu saat, tatkala pemerintah sudah memihak kepada petani, maka pada saat itulah petani akan senang bertani, dan subak akan lestari.

Windia meminta kepada para mahasiswa untuk menyuarakan suara petani, agar pemerintah memberikan perhatian. Tanpa ada kebijakan pemerintah yang memihak petani, maka subak akan terus semakin mengacil dan habis. Seperti manusia, yang terkena penyakit kencing manis katanya. 

wartawan
YUE
Category

Chitato & Chitato Lite Gandeng TREASURE Ajak Gen Z Bikin Gebrakan dengan Gaya Sendiri

balitribune.co.id | Jakarta - Ada yang suka tampil bold dan selalu siap jadi pusat perhatian. Ada juga yang lebih chill, bergerak penuh perhitungan, tapi tetap konsisten menuju tujuan. Setiap orang punya karakter, ritme, dan caranya sendiri untuk berkembang. 

Baca Selengkapnya icon click

Sedot Anggaran Miliaran Rupiah, Jalan Bayung Gede - Batur Kembali Rusak

balitribune.co.id I Bangli - Kondisi Jalan Bayung Gede–Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, kembali rusak. Padahal jalan tersebut di tahun 2025 sempat diperbaiki  dengan menyedot anggaran miliaran rupiah. 

Kondisi ini mendapat  sorotan DPRD Bangli. Anggota Komisi III DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan kajian menyeluruh untuk mengungkap penyebab jalan tersebut cepat rusak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bangli Kekurangan 1.049 Guru, Sejumlah Sekolah Terpaksa Andalkan Tenaga Pengabdi

balitribune.co.id I Bangli - Persoalan kekurangan guru atau  tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah  Kabupaten Bangli. Hingga kini, kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai 1.049 orang. Menyiasati agar proses pembelajaran bisa berjalan, sejumlah sekolah terpaksa masih bergantung pada keberadaan guru pengabdi. 

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Kebakaran Hutan, Camat Kintamani : Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan

balitribune.co.id I Bangli - Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Camat Kintamani, Ketut Erry Soena Putra, menghimbau agar masyarakat dan wisatawan  tidak membuang puntung rokok sembarangan terutama saat musim kemarau. Himbauan  ini disampaikan menyusul kondisi kawasan Kintamani yang mulai kering dan rawan terjadi kebakaran. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pengujian Kapasitas Mesin RDF di TPST Mengwitani, Bupati Pastikan Pengolahan Sampah di Badung Berjalan Optimal

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengujian kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, pada Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.