Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Makan Lawar Plek, Satu Keluarga Suspect MSS

Bali Tribune / Ruang ICU RSU Sanjiwani

balitribune.co.id | Gianyar - Menjadi makanan khas, lawar Bali yang identik dengan daging dan darah mentah langgeng jadi makanan favorit. Namun harus hati-hati, karena infeksi Meningitis Streptococcus Suis merebak lagi. Di Sukawati, Gianyar, satu keluarga kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar setelah mengonsumsi lawar plek.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (17/4), awal tahun ini tercatat sudah ada 27 kasus suspect Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar.

Dari jumlah itu, 19 orang dinyatakan sembuh (70,37%),  1 orang meninggal (3,7%), dan 7 orang masih dalam perawatan intensif di RSUD Sanjiwani. Kasus terbaru satu keluarga berasal dari Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati dirawat di RSUD Sanjiwani karena sebelumnya mengonsumsi lawar plek.

Plt Kadiskes Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni yang dikonfirmasi membenarkan adanya puluhan kasus suspect Meningitis Streptococcus Suis tersebut.

Dikatakan,  umumnya gejala muncul setelah beberapa jam sampai 14 hari setelah mengonsumsi olahan daging babi mentah yang terinfeksi atau dari lingkungan yang tercemar. “Gejala yang sering  muncul demam, sakit kepala, mual, muntah dan kaku kuduk, serta penurunan kesadaran," imbuh Ariyuni.

Dijelaskannya lagi, semakin cepat pasien mendapatkan pengobatan di rumah sakit maka tingkat kesembuhan meningkat. "Pengobatan yang tepat dan cepat tentunya dapat menghindari kemungkinan pasien mengalami gangguan pendengaran permanen atau kematian, oleh sebab itu diimbau kepada seluruh masyarakat jika mengalami gejala serupa dan memiliki riwayat mengonsumsi olahan dari daging babi mentah yang terinfeksi untuk segera ke rumah sakit," tambahnya.

Dari data di RSUD Sanjiwani, Suspek MSS terbanyak tahun 2023, yaitu di Kecamatan Sukawati  dengan 10 kasus, disusul Kecamatan Blahbatuh dan Gianyar masing-masing 6 kasus dan keempat Kecamatan Ubud dengan 5 kasus.

“Kewaspadaan dini terhadap kasus MSS perlu ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor dan lintas program terkait, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi olahan dari daging babi yang telah dimasak dengan baik, serta bagi mereka yang kontak dengan ternak agar selalu menggunakan slop tangan dan sepatu bot, dan sedapat mungkin menghindari luka kontak dari lingkungan peternakan," jelas Ariyuni.

wartawan
ATA
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.