Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Rabies

Petugas tampak melakukan vaksin terhadap anjing warga.

BALI TRIBUNE - Kendati kasus kematian karena rabies saat ini memang sudah mulai jarang terdengar termasuk juga di wilayah Kabupaten Jembrana, namun kasus yang mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing itu tetap dinilai serius dan membahayakan. Masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) serta proaktif melaporkan berbagai potensi penularan rabies. Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, tercatat angka kasus kematian manusia disebabkan rabies sejak 1 dekade terakhir untuk di Jembrana saja sudah 3 orang warga meninggal dunia. Sedangkan kasus kematian akibat postif rabies untuk wilayah Bali totalnya sudah mencapai 173 orang. Tahun 2017 terdapat 14 ekor anjing positif rabies yang menggigit manusia. Tahun 2018, sejak Januari sampai Agustus ini juga sudah ditemukan anjing positif rabies sesuai hasil pemeriksaan sepesimen sampel otak anjing sebanyak 10 ekor. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Putu Suasta dikonfirmasi Jumat (31/8) mengatakan, penularan rabies tidak bisa dianggap sepele karena sangat berbahaya. “Jangan pernah sepelekan rabies, karena risikonya sangat fatal yakni kematian,“ ungkapnya. Pihaknya mengakui saat ini ada anggapan di masyarakat kalau penularan rabies itu sudah tidak ada lagi, terlebih masyarakat tahu pemerintah juga sudah gencar melakukan vaksinasi hewan ke lapangan, sehingga penularan rabies justru kini semakin disepelekan.  Kesan menyepelekan ini diakuinya berdasarkan pengalaman timnya yang ditemukan di lapangan. Justru informasi gigitan itu diterima pihaknya dari penuturan orang lain dan bukan dari keluarga korban. “Dari penelusuran di lapangan, kita pernah temukan kasus orangtua justru membiarkan gigitan anjing kepada anaknya bahkan tanpa penanganan lebih lanjut. Mungkin dikira gigitan anjing biasa. Dari informasi itu kita telusuri, untunglah petugas yang turun tidak terlambat dan korban masih bisa ditangani. Ternyata memang benar gigitan anjing rabies,” paparnya. Menurutnya, apabila bahaya rabies tidak disosialisasikan dengan baik di masyarakat, bukan tidak mungkin diprediksi akan kembali terjadi peningkatan angka positif  rabies. Menurutnya, sampai saat ini ancaman penularan rabies belum hilang sehingga salah satu upaya adalah mengantisipasi dan mencegah penularannya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Memasuki Masa Tenang, Baliho Calon Perbekel di Kemenuh Ditertibkan

balitribune.co.id | Gianyar - Sejumlah baliho calon perbekel masih ditemukan terpasang meski sudah memasuki masa tenang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026. Menanggapi hal tersebut, Panitia Pilkel Desa Kemenuh bersama kepolisian menertibkan atribut kampanye tersebut di wilayah Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kera Resahkan Warga Nyalian, Rusak Lahan Pertanian hingga Masuk Pemukiman

balitribune.co.id | Semarapura - Perbekel Desa Nyalian, Cok Gede Agung Putra, mengeluhkan keberadaan kera ganas yang merusak tanaman pertanian warga. Ia menyampaikan kondisi tersebut kepada Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, S.Sos., melalui grup penanggulangan bencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Tegaskan Rp32,45 Miliar untuk Revitalisasi 94 Sekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32,45 miliar untuk merevitalisasi 94 satuan pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem pada Kamis (10/9/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.