Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Memaknai Harkitnas di Zaman Serba Digital

Brigjen TNI Kasuri
Brigjen TNI Kasuri

BALI TRIBUNE -  Sosok pahlawan Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bagi bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Dan, Boedi Oetomo pula yang menginspirasi terbentuknya bangsa melalui suatu organisasi kepemudaan tanpa melihat asal muasal primordial, hingga akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan. Demikian dikatakan Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) ketika membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, saat memperingati Hari Kebangkitan Nasioanal (Harkitnas) di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, kemarin. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidupkan api nasionalisme dalam diri masing-masing. Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain, meski belum sepenuhnya sempurna. Seluruh rakyat Indonesia telah menikmati hasil perjuangan para pahlawan berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Di mana, keringat dan darah para pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan. Peringatan Harkitnas tahun ini bertemakan “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital”. “Sejalan dengan tema tersebut dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak guna memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi,” katanya. Dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun, dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa, seharusnya sekarang juga bisa. Diibaratkan, sepikul berdua dalam menjaga dunia yang serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus bangsa. “Oleh sebab itu, mari maknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini di lingkungan kita sesuai lingkup tugas masing-masing semaksimal mungkin dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang akan membawa kejayaan bangsa mendatang. Terima kasih dan bangkit Indonesia,” tegasnya. Turut hadir dalam upacara tersebut, para pejabat teras Kodam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, SIP., MSi., para Staf Ahli dan beberapa Asisten Kasdam IX/Udayana, LO-AL, LO-AU, dan para Kabalak Kodam IX/Udayana. Serta diikuti oleh anggota TNI dan PNS jajaran Kodam IX/Udayana yang bermarkas di wilayah Denpasar.

wartawan
Djoko Moeljono
Category

Kodam IX/Udayana Gelar Rapim TA 2026, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Sishankamrata Bali Nusra

balitribune.co.id | Mangupura – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.