Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Miris, Ibu Meninggal Setelah Melahirkan di Sanjiwani

Bali Tribune/ DUKA - Suasana duka menyelimuti keluarga Nyoman Kobik ( 34), Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Payangan, Jumat (23/8) siang. (Insert). Ibu bayi semasih hidup dan Balita yang baru lahir
balitribune.co.id | Gianyar - Sungguh miris, RSU Sanjiwani yang menyandang segudang prestasi dalam Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B), tidak pernah absen dari kasus kematian ibu saat melahirkan. Kali ini, pil pahit harus diterima pihak rumah sakit atas meninggal Ni Made Dani (30), akibat pendarahan hebat yang dialaminya usai melahirkan.
 
Suasana duka menyelimuti keluarga Nyoman Kobik ( 34),  Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Payangan, Jumat (23/8) siang. Tanpa dinyana, kebahagiaan yang didambakan menyambut kelahiran putra keduanya, berubah menjadi duka yang sangat mendalam. 
 
Anak pertama Kobik, Gede Wirasa Putra (10) pun tak henti menangis sejak pulang dari rumah sakit sembari memangku adik balitanya. Mereka belum bisa menerima kepergian ibu bayi, Ni Made Dani (30), karena menderita pendarahan usai persalinan secara normal dengan kelahiran bayi berbobot 4,7 kg. Sejumlah kerabat dan warga tetangga yang sedang mempersiapkan sarana upacara punguburan, juga turut meneteskan air mata.
 
Dengan terbata-bata, I Nyoman Kobik, menuturkan jika dirinya dan almarthum istri sudah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan tidak pernah ada keluhan. Dari hasil  4 kali USG yang dilakukan, bayinya pun disebutkan normal. Namun, nyatanya Kobik harus kehilangan istri tercintanya. “ Terakhir, hari Selasa lalu,  saya mengajak istri melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Angga, di Desa Kerta, Payangan. Lanjut itu dirujuk ke RS Sanjiwani,” terangnya.
 
Hingga di RSU Sanjiwani,  istrinya pun langsung  mendapat pemeriksaan. Namun, dirinya pun mulai was-was lantaran lama  tak ada bukaan, tanda- tanda proses kelahiran  bayi. Karena lama tak ada bukaan tim medis yang menangani merangsang agar terjadi bukaan.  “Walau tak ada bukaan, dokter  yang menangani tidak menyarankan atau meminta  persetujuan untuk operasi,” terangnya.
 
Hingga akhirnya bayi bisa dilahirkan  dengan selamat, Rabu (21/8), dengan proses menarik bayi dan mengurut perut ibunya. Karena proses kelahiran itu, akhirnya istrinya terjadi pendarahan.  Bayi lahir dengan berat 4,7 kg dan sehat. Namun sayang ibunya yang lemas lantaran pendarahan akhirnya meninggal Kamis (22/8) pagi. “Dalam. Proses persalinan itu, saya khawatir, kenapa tidak dioperasi saja,” sesalnya.
 
Secara terpisah, Dirut RSUD Sanjiwan, Ida Komang Upeksa membenarkan dan  memastikan akan melakukan evaluaai total terkait kasus kematian ibu bayi ini. Namun, pihaknya mengaku sudah melakukan tindakan sesuai prosedur. Hanya saja belum bisa memberikan kepastian tetang penyebab kematiannya.  “ Saya baru menerima datanya  pagi ini. Lebih lanjut akan kami evaluasi. Biasanya penanganan oleh dokter residen harus didampingi oleh konsultan dan dokter spesialis. Saya akan audit lagi,” terang singkat. (u)
wartawan
Redaksi
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.