Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Misteri Planet Bumi

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Usia bumi, planet yang kita huni, menurut para ahli, telah mencapai 4-5 miliar tahun. Selama planet ini ada atau diadakan,  dia sudah melaksanakan tugasnya 'menggendong'  manusia dengan segala kebutuhan hidup (flora & fauna)  berrotasi mengelilingi matahari hingga saat ini. Dengan waktu tempu 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik, bumi tak pernah lelah dan lalai dengan tugas tersebut. Tugas yang sama dilakukan oleh miliaran benda langit untuk meneguhkan keberadaannya sebagai salah satu elemen dalam sistem tata surya pada galaksi kita, bima sakti. Di luar bima sakti, ada miliaran galaksi lain yang masing-masing memiliki sistem yang berbeda dengan ratusan miliar benda langit yang menghiasinya. Ketika Ptolomeus (200 SM) mencetuskan teorinya geocentris--yang memposisikan bumi sebagai pusat tata surya, planet ini sempat dipuja sebagai tempat hunian mahkluk yang terindah dan terbesar, melampaui segala benda langit yang ada di jagad ini. Bumi, sejak itu, diperlakukan bagaikan anak emas dengan segala kelebihannya. Hanya di planet ini, flora, fauna dan manusia dimungkinkan ada dan berkembang biak dengan segala kondisi yang memungkinkan. Hingga saat ini, belum ada temuan valid yang membuktikan adanya kehidupan di luar planet bumi. Planet Yupiter amat sangat luas namun tekanan udara dan gerakan angin demikian dahsyat sehingga bisa menerbangkan batu-batu raksasa sebesar pulau di bumi, menerjang kemana-mana. Tak mungkin ada kehidupan di sana. Merkurius, Venus dan Mars teramat panas, dalam sekejap bisa mencairkan baja, sedangkan Saturnus dan Uranus terlampau dingin, semua yang ada di dalamnya membeku. Tak mungkin ada kehidupan di sana. Hanya bumi yang memenuhi semua syarat bagi kehidupan mahkluk hidup: manusia, flora dan fauna. Dari segi keindahan, planet ini pun menakjubkan. Cahayanya berwarna warni, terpencar dengan indahnya dilihat para astronot ketika menjalani ekspedisi menuju bulan. Planet ini bahkan dilukiskan sebagai bentangan sabuk bima sakti yang  memancarkan keindahan dengan memanfaatkan cahaya matahari, gerakan awan dan rintik hujan. Kadang bulan, sang satelit yang setia mendampingi bumi, ikut mengatur segala sesuatunya di induk semangnya.  Bulan bahkan ikut menimbulkan peristiwa gerhana dan pasang surut air laut, juga memunculkan kejadian-kejadian aneh yang tak terduga di bumi. Dengan berat lima caturta delapan ratus delapan puluh trilyar kilogram, luas 510.074.600 km2 dan berisi 1.083.208.840.000 kilo meter kubik,  termasuk di dalamnya 18.000 jenis mkhluk hidup--7,4 miliar adalah manusia, bumi telah sampai di titik senja. Demikian tuanya usia bumi, para astronom bahkan mepersonifikasikannya sebaga si tua renta yang sedang  mendendangkan music langit dengan suaranya yang fals, bagai merintih dengan nada tak beraturan. Para astronom dengan ilmu yang dimilikinya, mencoba menalar dengan hukum-hukum eksakta. Isac Newton (1643-1727), Galileo (1564-1642), Wilhelm Conrad Röntgen (1845 –1923) dipandu para filsuf seperti Plato (421-327 SM), Socrates (469-399 SM), Aristiteles (384-322 SM), hingga Rene Descartes (1596-1650 M), berusaha menguak tentang sampai dimana ujung dari perjalanan planet bumi yang kita tempati kini. Di senja kala pengabdian, bumi sering menunjukkan watak kerasnya di setiap pergantian zaman. Letusan gunung api yang menimbulkan gempa vulkanis dan bergeraknya patahan bumi yang menimbulkan gempa tektonik, terus terjadi hingga kini. Puluhan, bahkan ratusan juta manusia, hewan dan tumbuhan dengan segala sistem kehidupannya, tewas terkubur di balik bumi akibat gempa bumi dan bencana alam lainnya. Bencana juga  memusnahkan ekosisten darat-laut, dan mengubah irama musim.  Peristiwa paling anyar terjadi di Lombok, NTB, yang berimbas hingga ke Bali, Banyuwangi dan Situbondo terjadi tanggal 4-6 Agustus 2018 lalu. Sudah 98 orang ditemukan tewas dan kerusakan harta benda setelah 172 kali gempa dengan skala yang berbeda. Gempa bumi sebenarnya adalah  guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Momentmagnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Ini perspektif ilmuan tentang gempa bumi yang wajib kita ketahui. Namun, di balik itu, ada hakekat yang perlu dialami dengan pendekatan spiritual. Bahwa bumi sebenarnya sudah tua dan sudah lelah menjalankan tugasnya.  Demikian tuanya usia bumi, para astronom bahkan mepersonifikasikannya sebaga si tua renta yang sedang  mendendangkan music langit dengan suaranya yang fals, bagai merintih dengan nada tak beraturan. Peristiwa yang terjadi di Lombok, NTB saat ini adalah karakter bumi yang mulai muncul watak aslinya. Lalu, mengapa bumi ini ada dan dihuni manusia jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang memusnahkan isinya. Inilah misteri bumi yang kita kenali dan hayati karena ilmu pengetahuan tak akan mampu meniadakan bencana.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Duta Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana, Tampilkan Seni Filosofis dan Kritik Sosial Berbalut Dolanan

balitribune.co.id I Negara - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, bergemuruh oleh tepuk tangan penonton pada Minggu (22/6/2026) malam. Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana sukses mencuri perhatian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui penampilan yang apik, penuh energi, dan sarat akan makna filosofis.

Baca Selengkapnya icon click

Bawaslu Bali Perkuat Pengawasan Pemilu

balitribune.co.id I Singaraja - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali terus memperkuat kesiapan jajarannya dalam menghadapi penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan mendatang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran yang digelar di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Buleleng, Senin (22/6/2026), dengan fokus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Karangasem Festival 2026 Berakhir Sukses, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,446 Miliar

balitribune.co.id | Amlapura - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Senin (22/6/2026) malam, di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hari Keempat Karangasem Festival 2026, Karangasem Agung Fashion Show Angkat Pesona Tenun Khas Daerah

balitribune.co.id | Amlapura - Memasuki hari keempat pelaksanaan Karangasem Festival 2026 dalam rangka Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karangasem menggelar Karangasem Agung Fashion Show 2026, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus pelestarian kain tenun khas Karangasem melalui kreativitas di bidang fashion.

Baca Selengkapnya icon click

Selamat untuk I Made Dwi Sathya Kurniawan, Putra Badung yang Terpilih Sebagai Paskibraka Pusat 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar membanggakan datang dari generasi muda Kabupaten Badung. I Made Dwi Sathya Kurniawan, siswa SMAN 1 Kuta Utara, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 setelah melalui rangkaian seleksi berjenjang yang ketat hingga tingkat nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.