Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Operasional IPLT TPA Mandung Tidak Optimal, Layanan untuk Swasta Disetop Sementara

TPA Mandung
Bali Tribune / IPLTL – Kondisi IPLT di TPA Mandung Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan.

balitribune.co.id I Tabanan - Operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, saat ini sedang berjalan tidak optimal. Kondisi ini terjadi akibat sebagian besar kolam tertimbun longsoran sampah dalam beberapa tahun terakhir. 

Kondisi fasilitas yang tidak lagi memadai ini memaksa pengelola menghentikan sementara layanan bagi pihak swasta sejak tiga bulan terakhir. 

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja TPA Mandung I Wayan Atmaja mengungkapkan bahwa saat ini fasilitas tersebut hanya mampu melayani pembuangan dari armada milik pemerintah. 

Proses pengolahan limbah terhambat oleh kerusakan kolam pengendapan serta faktor cuaca yang memperlama durasi pengeringan lumpur. "Masih berfungsi, tetapi tidak maksimal. Sebulan hanya bisa melayani dua truk DLH saja, itu pun harus menunggu lumpur kering yang prosesnya cukup lama," ujar Atmaja, Minggu (19/4/2026).

Atmaja menjelaskan, di saat musim hujan, rembesan air ke kolam pengering membuat layanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan bagi publik. Dari total lima kolam pengendapan yang ada, saat ini hanya tersisa satu kolam yang masih bisa dimanfaatkan oleh petugas. "Kalau musim kemarau masih bisa menerima swasta. Begitu musim hujan, air masuk sehingga lumpur lama kering. Karena fasilitas tidak mendukung, layanan disetop sejak tiga bulan lalu," jelasnya.

Upaya untuk menormalisasi fasilitas melalui pengerukan longsoran sampah belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utamnya, karena adanya titik api yang masih terdeteksi di bawah timbunan sampah di lokasi tersebut. "Untuk pengerukan belum bisa dilakukan karena masih ada sumber api," bebernya.

Selain kendala teknis di lapangan, perbaikan infrastruktur juga terganjal oleh status kepemilikan aset bangunan. Hingga kini, IPLT tersebut tercatat masih menjadi milik Pemerintah Provinsi Bali dan belum diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan. "Bangunan masih aset provinsi, belum ada serah terima," katanya.

Kondisi IPLT yang tidak representatif ini berdampak langsung pada merosotnya pendapatan asli daerah dari sektor retribusi. Pemasukan yang biasanya mencapai Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per bulan kini hilang drastis karena layanan hanya dikhususkan untuk kebutuhan internal. "Sekarang menurun pendapatan paling hanya dua sampai tiga kali dalam sebulan dan hanya layanan dari DLH saja, itu pun tidak tentu," tegas Atmaja. 

wartawan
JIN
Category

Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan-Munti Desa dan Bantas-Br. Dukuh

balitribune.co.id I Amlapura - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.