Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pancasila sebagai Kompas Aksi, Bukan Sekadar Teks Suci

Ni Made Wiradiana
Bali Tribune / Ni Made Wiradiana

balitribune.co.id | Pendidikan Pancasila di sekolah masih sering dipandang sebagai pelajaran pelengkap dan kurang memiliki daya tarik dibandingkan mata pelajaran MIPA. Pembelajaran lebih sering menekankan pada hafalan, bersifat dogmatis dan miskin praktik reflektif. Akibatnya, murid hanya mengenal Pancasila sebagai rangkaian kalimat yang harus dihafal, bukan sebagai panduan moral dan dasar pengambilan keputusan dalam kehidupan nyata. Ketimpangan ini menjadikan Pendidikan Pancasila tidak berfungsi optimal sebagai pembentuk karakter kebangsaan. Banyak murid dapat menyebutkan lima sila secara lengkap, tetapi tidak mampu menjelaskan makna filosofisnya ataupun menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 

Fenomena tersebut tampak juga pada asesmen awal semester ganjil Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Tembuku tahun 2025, yang menunjukkan bahwa capaian kognitif dan non- kognitif siswa belum signifikan. Para murid menganggap pembelajaran Pancasila membosankan, teoretis, dan kurang relevan. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga tidak memberi ruang bagi murid untuk aktif berpikir kritis, menganalisis persoalan aktual dan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas kehidupan mereka, termasuk dalam ruang digital. 

Pancasila Terjebak dalam “Kotak Teks Suci” 

Dalam praktiknya, Pancasila sering diperlakukan seperti dogma yang harus diterima tanpa pertanyaan. Tradisi pembelajaran yang mengharuskan murid menghafal dan melafalkan rumusan sila-sila menjadikan Pancasila hanya sebuah ritual. Ketika murid mampu menyebutkan sila kedua namun tetap melakukan perundungan, terlihat bahwa nilai-nilai tersebut belum mereka sadari sebagai prinsip kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi. Terjadi jurang lebar antara pengetahuan dan tindakan. Pancasila hanya menjadi simbol bukan kompas yang memandu perilaku. 

Kondisi ini menimbulkan konsekuensi serius yaitu generasi muda unggul secara akademik namun lemah secara etika, sosial dan moral. Mereka tumbuh dalam masyarakat digital yang serba cepat dan kompetitif, tetapi tidak memiliki dasar nilai kuat untuk berpikir, bertindak, dan berinteraksi. Ini merupakan ancaman bagi identitas nasional, karena Pancasila sejatinya adalah fondasi kehidupan berbangsa. 

Pembelajaran Mendalam Sebagai Wadah Internalisasi 

Untuk mengatasi kontradiksi antara rumusan nilai dan praktik kehidupan, diperlukan pendekatan pedagogis yang memungkinkan murid menganalisis, mensintesis, dan menerapkan pengetahuan secara kreatif dalam memecahkan masalah nyata. Pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi wadah ideal karena tidak hanya fokus pada pemahaman konsep, tetapi juga pada internalisasi nilai sehingga tertanam sebagai kerangka berpikir. 

Pembelajaran mendalam berakar pada paradigma memuliakan, yakni menempatkan murid sebagai pusat pengalaman belajar dan menghargai proses berpikir mereka. Dalam konteks Pendidikan Pancasila, pembelajaran mendalam terdiri dari tiga prinsip utama: 

1.Berkesadaran (Mindfulness) 

Murid diajak merefleksikan nilai setiap sila serta mengaitkannya dengan pengalaman personal, dilema moral, dan isu etika dalam kehidupan nyata maupun dunia digital. 

2.Bermakna (Meaningfulness) 

Pancasila dipahami bukan sebagai doktrin usang, melainkan solusi praktis yang membantu murid menghadapi permasalahan aktual seperti intoleransi, perundungan, ujaran kebencian atau konflik sosial. 

3.Menggembirakan (Joyful Learning) 

Pembelajaran dikemas dengan metode kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga Pancasila tidak lagi dianggap sebagai pelajaran membosankan, tetapi ruang berekspresi, berkreasi dan berkolaborasi. 

Kampanye Nilai: Mewadahi Pancasila sebagai Kompas Aksi 

Implementasi pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Tembuku diwujudkan melalui Projek Kampanye Mini Nilai Pancasila. Dalam projek ini, murid dibagi dalam kelompok untuk mengidentifikasi, merancang dan mengeksekusi kampanye yang menampilkan praktik nyata penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Kampanye tersebut diwujudkan dalam bentuk video kreatif yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai sarana edukasi. 

Proses kampanye meliputi penyusunan skenario, observasi masalah, pembuatan pesan kampanye, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga publikasi. Dengan demikian, murid bukan hanya mempelajari nilai Pancasila, tetapi juga mempraktikkannya dalam kerja sama, komunikasi, empati, kepemimpinan dan keteladanan serta memberikan edukasi untuk internalisasi nilai Pancasila. 

Melalui projek ini, Pancasila berubah dari sebatas teks menjadi Kompas Aksi atau petunjuk arah dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Murid mampu melihat bagaimana nilai Pancasila hadir dalam tindakan sederhana seperti menghargai teman, menjaga kebersihan lingkungan, bersikap adil, melawan perundungan, hingga menyebarkan konten positif di ruang digital. Selain itu, proses kampanye dilakukan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pembelajaran menjadi pengalaman hidup yang relevan dan dapat dirasakan dampaknya secara langsung, baik oleh murid maupun komunitas sekolah. 

Penutup: Dari Teks Suci Menuju Kompas Aksi 

Kampanye Nilai Pancasila merupakan terobosan modern dalam mengatasi krisis pemaknaan ideologi bangsa. Dengan mengeluarkan Pancasila dari kotak teks suci dan menjadikannya kompas aksi maka pembelajaran ini berhasil mengubah paradigma murid. Pancasila bukan hafalan, tetapi pedoman hidup. 

Melalui jargon SMA Negeri 1 Tembuku “Upasananing Wahita Hredaya” yaitu Melayani dengan Setulus Hati, mengingatkan kita bahwa Guru adalah pelayan Pendidikan. Konsep ini menempatkan guru pada pelayanan profesional dan inovatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Konsep “Memuliakan “dalam pembelajaran mendalam, kita jadikan langkah berpijak untuk Pendidikan dengan pola pikir bertumbuh yang sejatinya selalu siap menghadapi tantangan sebagai peluang. Sehingga, Pendidikan Pancasila akan bisa berlabuh pada rumahnya dengan konsep membangun software kebangsaan.

wartawan
RED
Category

Ratusan Layang-layang dari 23 Negara Mengudara di Sanur

balitribune.co.id I Denpasar - Festival layang-layang bertaraf internasional turut memeriahkan "Rare Angon Festival" yang diadakan di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar. Acara tahunan ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis (23/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026) mendatang, dengan menghadirkan kolaborasi antara pelayang mancanegara dan pelayang tradisional Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Ukir Prestasi Internasional dan Aksi Sosial, Advokat Yuli Utomo Dinobatkan sebagai Mahasiswa Teladan Universitas Warmadewa

balitribune.co.id | Denpasar - Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar), Advokat Yuli Utomo, S.H., M.H., C.Med., resmi menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Unwar. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasinya yang luar biasa, baik di kancah internasional maupun dalam aksi sosial kemasyarakatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan JAMDATUN dalam Meningkatkan Kepatuhan Pemberi Kerja

balitribune.co.id | Jakarta - Pemerintah terus memperkuat langkah untuk memastikan setiap pekerja Indonesia memperoleh haknya atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penandatanganan Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

OJK Serahkan Hasil Pemeriksaan Khusus PT Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim Polri

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya penegakan hukum dalam penanganan kasus PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI). Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyerahkan hasil pemeriksaan khusus kepada Bareskrim Polri, termasuk temuan sejumlah aset yang diduga diperoleh dari penggunaan dana milik para lender.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Tegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak

balitribune.co.id | Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang berkembang di media massa maupun media sosial mengenai keterlibatan Babinsa (TNI AD) dan Bhabinkamtibmas (Polri) dalam pelaksanaan tugas DJP. Melalui siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (21/7/2026), DJP menegaskan bahwa kedua unsur tersebut bukan petugas pajak dan tidak memiliki kewenangan dalam pelaksanaan tugas perpajakan.

Baca Selengkapnya icon click

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Karangasem Ajak Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

balitribune.co.id | Amlapura - Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, Nyonya Mas Parwata, menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Ceria, dan Berkarakter melalui Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" di GOR Gunung Agung Amlapura, Kamis (23/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.